
Arkhan memposisikan tubuhnya dalam posisi push up. Kemudian dengan gerakan normal, ia mulai melakukan gerakan push up. Olah raga akan membuatnya sehat dan menjauhkannya dari pikiran stres, dia juga ingin membuat waktu berjalan lebih cepat dengan berolah raga. Jika dia sehat secara fisik, setidaknya ia tidak akan menjadi target kelompok yang menyukai kekerasan karena ia akan lebih bisa membela diri. Contohnya kekerasan yang sering dilakukan Beno, tidak hanya sekali atau dua kali saja dia terlibat perkelahian dengan sesama tahanan. Di sini, Beno benar-benar sok berkuasa.
Bukan hanya push up saja yang Arkhan lakukan untuk mengisi waktu yang membosankan, dia juga mengajak Reza bermain basket, dia memanfaatkan bola yang ada. Beberapa tahanan lain juga ikut main untuk mencari keringat.
Arkhan sudah tidak bisa lagi olah raga di gym, jadi inilah yang dia lakukan untuk tetap membuat otot-otot tubuhnya menjadi luwes dan tidak kaku.
Suara keras Beno yang baru saja memasuki area basket, membuat suasana menjadi gaduh seketika. Hanya suara Beno saja yang memenuhi tempat itu. dia bicara keras, menyebut kata-kata kotor, menyebut berbagai jenis binatang, dan memaki-maki meski tidak ada arah tujuan yang dia maki. Tujuh orang lainnya mengiringi Beno bak segerombolan genk.
Sontak suasana berubah seketika, mencekam dan hanya suara BEno saja yang mendominasi. Arkhan sadar, Beno sedang mencari masalah dengannya. Tujuan dan sasaran Beno kali ini adalah Arkhan. Ya, Beno seperti sudah mendapatkan titik nilai lebih dari sosok Arkhan. Dan Beno tidak mau ada yang melebihi dirinya.
Pandangan Arkhan sekilas berkeliling, seluruh teman yang bermain basket mendadak diam tanpa mau bergerak untuk melanjutkan permainan. Hanya Arkhan sendiri saja yang masih mendribel bola, dan dia pun terus melanjutkan permainannya.
__ADS_1
“Wooii…” Beno merampas bola dari tangan Arkhan dengan kasar.
Arkhan hanya menatap sekilas ke arah Beno kemudian balik badan dan berlalu pergi. Sedikit pun ia tidak mau mengacuhkan sikap Beno. Sambil berjalan, ia memberi kode kepada Reza supaya pergi dari tempat itu.
Mengetahui isyarat yang diberikan oleh Arkhan, Reza pun bergegas mengikuti Arkhan pergi.
Kepergian Arkhan yang tanpa tindakan pun, membuat Beno kian berang, karena ternyata kelakuannya sama sekali tidak memancing kemarahan Arkhan. Dia mengumpat dengan kata-kata kotor.
Bukan hanya itu saja kelakuan Beno yang sebenarnya membuat Arkhan ingin meninju. Ketika tiba saatnya makan malam, Arkhan sedang makan sendirian di kantin dengan lauk yang dikirim oleh Maria, lauk yang kata Maria adalah masakan Zalfa. Maria hanya mengatakan kalau Zalfa sedang kurang sehat sehingga Maria-lah yang berinisiatif mengantar lauk yang sudah dikemas oleh Zalfa ke penjara.
“Ayo, kita santap ini, Bro. lu mau kagak?” Beno melempar sepotong lauk kepada temannya yang duduk di sebelahnya.
__ADS_1
“Maulah, bos!” Teman Beno juga menyantap dnegan lahap.
Tidak itu saja, Beno juga merampas gelas jus milik Arkhan dan meminumnya sampai habis.
Melihat hal itu, Arkhan bangkit berdiri dan berlalu begitu saja.
***
TBC
.
__ADS_1
.
.