
Selama berada di dalam mobil yang melaju kencang, entah kenapa isi kepala Arkhan hanya diisi oleh satu nama, Zalfa. Ya, wanita itu memenuhi isi kepalanya. Bahkan rengekan wanita itu yang memintanya untuk tetap tinggal di rumah dan minta ditemani tidur terus mengganjal di benaknya.
“Sial! Apa-apaan ini?” Arkhan menghentikan mobilnya. Menyandarkan kepala ke sandaran jok. Ditengah pemikirannya tentang Zalfa, nafasnya tersengal mengingat pesan antara Reza dan Atifa. Mereka telah mengkhianatinya. Kemudian kejadian silam terkilas balik di memori ingatannya seperti rekaman film yang diputar di kepalanya. Ia ingat saat ditawari minuman kesukaan oleh pelayan hotel, dan setelah itu ia merasakan gelenyar aneh dalam tubuhnya. Jika saja ia menemukan pelayan itu lagi, Arkhan bersumpah akan mencincangnya habis-habisan. Dan saat ia kembali ke kamar, dia menemukan Zalfa yang sudah terbaring di sana. Dalam keadaan sangat menginginkan, tentu saja Arkhan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyentuh wanita. Bahkan saat itu jelas terlihat kalau Zalfa seperti hampir tidak sadarkan diri akibat rasa kantuk yang sangat berat. Fix, kejadian itu sudah direncanakan.
Kemarahan Arkhan bukan bersumber pada kejadian yang membuatnya diuntungkan karena telah meniduri wanita seindah Zalfa. Jujur saja ia menikmati situasi itu. Namun kemarahannya mucul disebabkan karena ada unsur penipuan dan penjebakan yang membuatnya merasa dipermainkan dan dianggap seperti boneka oleh segelintir orang untuk tujuan tertentu.
Arkhan kembali melajukan mobilnya. Gedung-gedung dan pepohonan di sisi jalan tampak bergerak menjauh. Pikirannya masih bimbang, teringat Zalfa yang bersikeras ingin menghentikan niatnya, namun pesan yang saling berbalas antara Atifa dan Reza terus membayang di ingatannya.
“Aku tidak akan mengampunimu, Reza! Dan Atifa, nafasmu hanya cukup sampai di sini!” Gigi arkhan menggemeletuk.
__ADS_1
Tak lama kemudan ia sampai di tempat yang disebutkan Atifa untuk ketemuan dengan Reza. Di depan sana, tampak Atifa sedang berjalan mendekati Reza, mereka kemudian berdiri berhadapan.
Mobil Arkhan kini masih berada di jarak sekitar dua puluh meter dari posisi Atifa dan Reza. Dengan diterangi lampu mobil, mata Arkhan yang seperti elang dapat melihat dengan jelas tawa lebar Atifa.
Arkhan menginjak gas. Dan saat mobilnya semakin mendekat ke arah Atifa dan Reza, ia justru menambah kecepatan mobil hingga Atifa dan Reza yang tersadar ada mobil melaju kencang ke arah mereka pun lari berhamburan menghindari mobil yang meluncur. Mobil Arkhan memisahkan Atifa dan Reza, Atifa lari ke arah kanan dan Reza lari ke arah kiri.
Mobil Arkhan terus meluncur, mendekati mobil yang beberapa jam lalu menjadi milik Atifa.
Aksi yang dilakukan Arkhan sungguh membuat membelalak mata yang memandang. Dan belum sempat jantung Atifa berdetak normal setelah apa yang dia saksikan, dia kembali dikejutkan oleh kemunculan Arkhan yang turun dari mobil sambil mengeluarkan senjata api dari balik kemejanya. Tangannya terangkat dan terjulur, mengarahkan pistol ke arah Atifa dengan raut merah padam.
__ADS_1
“Wanita jala*g! Terimalah kematianmu!” Arkhan memposisikan telunjuk jari untuk menarik pelatuk.
BERSAMBUNG
Hayooo.. siapa yg bilang Arkhan bokek, masak tajir tapi kehabisan pulsa? 🤣🤣🤣
Itu kan cuma modus dus dus nya si Arkhan aja.
POIIIIN...KASIH POIN DAN BANTU MASUK RANK 10 BESAR, ATAU MINIMAL 20 BESAR
__ADS_1
syedih deh, poinnya down.