
“Arkhan, kamu nggak apa-apa?” Zalfa mengguncang lengan Arkhan. “Arkhan! Arkhan!” Zalfa mendekatkan wajahnya ke wajah Arkhan untuk memastikan kondisi pria itu. Ia terkejut melihat wajah Arkhan yang semakin memucat. Tangannya menjulur dan jari-jarinya ia letakkan di depa hidung Arkhan. Ia tidak merasakan hembusan nafas pria itu.
“Ya Tuhan…” Tubuh Zalfa tiba-tiba menjadi lemas.
Apakah Arkhan meninggal? Bantu aku Ya Tuhan, jangan biarkan Arkhan meninggalkan dunia ini dalam kondisi seperti sekarang. Zalfa semakin panic. Ia menelentangkan tubuh Arkhan yang berat dan lemas. Pria itu benar-benar telah tidak sadarkan diri.
“Arkhan, bangun! Aku mohon bangunlah!” Zalfa histeris sembari menepuk-nepuk pipi Arkhan. Kembali ia meletakkan jari di depan lubang hidung Arkhan untuk memastikan. Pria itu benar-benar sudah tidak bernafas.
Ah, semoga masih ada harapan Arkhan untuk hidup. Zalfa harus mencari pertolongan. Secepatnya Arkhan harus dibawa ke rumah sakit. Zalfa berlari menuju pintu dan memutar knop.
__ADS_1
Sial!
Pintu tidak bisa dibuka. Knop macet. Sepertinya knop pintu rusak.
“Ya Tuhan!” jerit Zalfa sembari memukul pintu. Panik sekali. Disaat sedang genting begini, kenapa pintu harus rusak?
Zalfa kembali duduk ke sisi ranjang. Ia menatap wajah Arkhan yang terpejam. Kedua telapak tangannya menangkup di pipi Arkhan.
Setidaknya Zalfa memiliki pengetahuan dan bahkan berpengalman dalam tekhnik itu, tekhnik yang berguna untuk mengaktifkan jantung kembali sehingga peredaran darah ke otak menjadi lancar dan mencegah matinya organ otak. Jika otak tidak mendapatkan asupan oksigen selama kurang lebih empat menit, maka organ otak tidak akan berfungsi kembali dan dengan sendirinya organ-organ lain dalam tubuh juga akan mati sehingga menurunkan harapan hidup.
__ADS_1
Setelah itu Zalfa meletakkan kedua telapak tangan ke dada Arkhan dan memberi tekanan pada dada tersebut sampai beberapa kali.
Belum ada respon, Zalfa kembali memberikan nafas buatan sebanyak dua kali. Lalu mengulang penekanan pada dada Arkhan. Ia lakukan hal itu berulang kali. Dalam hati ia terus berdoa, memohon agar Arkhan akan baik-baik saja. Sungguh malang jika memang benar Zalfa harus melihat Arkhan tak bernafas setelah pria itu menyelamatkan hidupnya.
Zalfa kembali menempelkan bibirnya ke mulut Arkhan karena tak ada tanda-tanda kesadaran pada pria itu. Dua kali ia meniupkan nafasnya ke mulut Arkhan, kali ini ia tidak lagi memantau dada Arkhan saat melakukannya. Matanya terpejam seiring dengan lafaz doa yang ia panjatkan di dalam hati.
Zalfa terkejut saat merasakan hembusan hangat nafas yang menerpa separuh pipinya. Ia membuka mata dan melirik ke wajah Arkhan. Pandangan mata Zalfa beradu dengan mata Arkhan yang entah sejak kapan sudah terbuka. Zalfa buru-buru menjauhkan wajahnya dari wajah Arkhan.
Ah ya ampun, entah bagaimana Zalfa tanpa sadar melepas jepitan tangannya di hidung Arkhan.
__ADS_1
Beberapa detik keduanya saling pandang tanpa sepatah kata pun. Hanya suara cicak lewat yang kedengaran, seakan menertawakan kekakuan yang tercipta diantara mereka.
TBC