SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
09.


__ADS_3

"Baiklah aku mau menikah dengan mu tapi aku belum membicarakan perihal ini kepada orang tua ku" Ucap ku.


"Ya kamu tinggal menelfon nya saja dan membicarakan nya pada mereka" Ucap Alvin.


"Iya aku tau, tapi ini bukanlah hal yang mudah untuk membicarakan perihal ini melalui sambungan telfon" Ucap ku.


"Kamu bawa handphone kan? Kalau kamu takut membicarakan ini pada orang tua mu,biar aku saja yang bicara pada nya" Ucap Alvin.


"Tidak, biar aku saja yang bicara pada orang tua ku" Ucap ku sambil mengeluarkan ponselku dari saku celana ku.


"Tapi bagai mana dengan surat surat nya? Aku tidak mau jika kita menikah Siri yah! " Ucap ku.


"Kamu tenang saja masalah surat surat aku sudah mengurus nya. Lagian aku juga tidak akan melakukan pernikahan Siri" Ucap Alvin.


Setelah mendengar perkataan Alvin aku pun segera mengeluarkan ponselku dri saku celana ku dan segera menghubungi papa ku.


Setelah menunggu beberapa saat, terdengar lah suara salam dari Papa ku.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, ada apa kamu telfon Papa nak? " Ucap Papa ku.


"Waalaikumsalam Pa, Papa bisa datang ke sini gk? " Ucap ku.


"Datang kemana nak? " Ucap Papa ku.


"Nanti aku share lokasi nya sama Papa. Aku juga bakal ceritain semuanya sama Papa setelah Papa sampai di sini" Ucap ku.


"Baiklah Papa akan segera ke sana, Assalamu'alaikum" Ucap Papa lalu segera mematikan panggilan nya.


Setelah Papa ku mematikan panggilan itu aku pun segera mengirim alamat ku pada Papa.


"Sebaiknya kita cari tempat duduk untuk membicarakan perihal ini, karena tidak baik jika kita membicarakan ini sambil berdiri" ucap ku.


"Baiklah kita akan cari tempat yang nyaman untuk membicarakan ini" Ucap Alvin.


"Sebenarnya apa yg sedang terjadi ini cell? "tanya Papa ku yg sudah berada di dekat ku.

__ADS_1


" Pah... eumm... sebenarnya aku mau membicarakan soal ini kemarin tapi,aku mau memastikan soal ini terlebih dahulu dengan Alvin, makanya aku baru mengatakan nya sekarang... "Ucap ku.


" Ya terus sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan pada Papa, kenapa kau bicara berbelit belit seperti ini, kenapa kau tidak bicara to the poin saja! "ucap pak Adi.


Setelah mendengar ucapan Papa ku aku pun semakin bingung ingin menjelaskan kepada nya seperti apa, karena aku sendiri juga bingung harus memulai nya dari mana terlebih dahulu kepada Papa ku.


Alvin pun yang menyadari aku kebingungan untuk menjelaskan nya pada Papa ku, dia pun langsung berbicara tanpa aku suruh. Dan ucapan nya sukses membuat ku dan Papa ku kaget dengan apa yang dia lontarkan.


"Maaf Pak, saya ingin menikahi anak bapak, dan saya juga sudah membicarakan soal ini kepada anak bapak dan anak bapak mau menikah dengan saya" ucap Alvin dengan mudah nya sementara aku sudah ketakutan melihat reaksi Papa ku.


"Ada apa ini nak, apa kau bisa menjelaskan semua ini pada ku, apa maksud dari perkataan pria ini" ucap pak Adi.


"Sebenarnya aku di lamar sama Alvin Pah, dan aku minta maaf karena sudah membuat keputusan ini secara mendadak dan tidak meminta pendapat mu" Ucap ku.


"Apa kau bisa menjelaskan masalah ini secara detail kepada ku, karena aku masih belum paham dengan semua yang kau ucap kan pada ku" Ucap pak Adi.


Aku pun langsung menjelaskan semua kejadian secara mendetail kepada Papa ku, tanpa ada yang aku kurang kurang kan kepada Papa ku.

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan dari ku barulah Papa mulai memahami kejadian yang aku alami.


"Lalu apa yang membuat mu mempercayai nak Alvin? Karena mengingat sifat mu,yang Papa tahu kau bukanlah tipe orang yang mudah percaya kepada orang lain,lalu hal apa yang membuat mu mempercayai Alvin?" tanya pak Adi.


__ADS_2