SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
231.


__ADS_3

Zalfa dibawa ke rumah sakit, dimasukkan ke ruang rawat dengan infus menusuk di tangan, mulut disumbat dengan peralatan medis, dibaringkan di bed, dan diselimuti. Peralatan medis benar-benar lengkap di sekujur tubuhnya, selayaknya orang yang sedang dalam keadaan sakit parah. Padahal kenyataannya peralatan medis itu hanyalah manipulasi alias ditempel-tempel saja.


Kemudian Zalfa diminta untuk memejamkan mata. Bertubi-tubi kilatan kamera mengambil gambar kondisi terkini Zalfa. Kemudian wanita berjaket biru yang mengkondisikan keadaan itu pun meminta Zalfa untuk mengupload ke sosial media milik Zalfa. Di sana diceritakan bahwa kondisi Zalfa terkini sedang kritis di UGD rumah sakit CITRA. Diterangkan di sana bahwa orang yang memposting foto tersebut adalah Elia, adik ipar Zalfa, seakan-akan Elia sedang meminta pada rekan dan teman-teman dekat Zalfa untuk mendoakan kesembuhan Zalfa. Begitu banyak tag di postingan foto itu supaya dengan mudahnya siapa pun menemukan berita tentang Zalfa.


Setelah itu, Zalfa ditinggal sendirian di ruang inap. Dia diminta untuk tetap terbaring di sana sampai waktu yang ditentukan. Zalfa kini hanya bisa menunggu dengan harap-harap cemas. Dunia peretasan adalah dunia yang sarat dengan situs-situs internet yang tentunya akan dengan mudahnya Arkhan melihat kabar pemberitaan tentang Zalfa.


Saat itu Zalfa tidak bisa lagi memegang ponselnya karena kini benda pipih miliknya itu tidak bersamanya, melainkan dalam genggaman para intel.


Apa yang akan terjadi setelah ini? Entah kenapa Zalfa berharap supaya Arkhan tidak datang menjenguknya. Jika saja Arkhan muncul karena terpancing oleh postingan mengenai dirinya, pasti Arkhan akan dengan mudahnya datang ke sana tanpa berpikir panjang.


Tiga jam telah berlalu, belum ada tanda-tanda kedatangan Arkhan. Dan memang Zalfa berharap supaya Arkhan tidak datang. Ah, kenapa sekarang Zalfa malah mengharap supaya Arkhan tidak tertangkaap? Ia memohon supaya suaminya tidak kembali ke dalam bui. Sebab bisa jadi hukuman akan lebih berat saat Arkhan kembali tertangkap setelah pelariannya. Lagi pula, Arkhan melarikan diri bukan atas kehendaknya, tapi atas paksaan Mario dengan segala bentuk ancaman jahatnya.

__ADS_1


Jantung Zalfa masih terus deg-degan hingga saatnya pintu kamar terbuka dan seseorang masuk. Apakah yang masuk adalah dokter? Perawatkah? Atau polwan? Atau… Serbuan dugaan menyerang kepalanya.


Zalfa memejamkan mata, seperti yang diperintahkan oleh wanita tadi supaya dia dalam keadaan memejamkan mata saat ada yang membuka pintu, tanpa peduli siapa pun yang muncul, karena bisa saja yang datang adalah Arkhan.


Zalfa tidak tahu siapa yang datang. Dia hanya mendengar derap langkah sepatu memasuki ruangan. Kemudian terdengar suara hentakan kecil sesuatu diletakkan ke meja sampingnya.


Jantung Zalfa berdetak sangat keras saat ia mencium aroma yang sangat dia kenal. Aroma tubuh Arkhan. Ya, aroma itulah yang dia cium saat terakhir kalinya berada dalam pelukan pria itu.


Dan tanpa aba-aba, Zalfa langsung membuka matanya dan melepas selang di mulut serta selang oksigen di hidung.


Meski pria di sisi bed itu mengenakan pakaian perawat yang serba putih, mulut ditutup masker, namun Zalfa tahu kalau itu adalah Arkhan.

__ADS_1


Pandangan mata keduanya beradu.


BERSAMBUNG


Selalu beri dukungan untuk Zalkan dan pertahankan posisi ranking Salah Nikah agar tetap berada di ranking 10 besar dengan poin dan vote.


Tengkyuh seluruh pembaca, kalian luar biasa banget 😘😘


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2