SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
156.


__ADS_3

Kehidupan Zalfa terasa berbeda setelah Arkhan menyatakan akan meninggalkan pekerjaannya. Dua hari terakhir, pria itu lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Arkhan juga tidak keberatan saat Zalfa minta agar Arkhan membawa serta dirinya saat Arkhan mengaku akan pergi ke perusahaan tempatnya menanam saham.


Satu hal yang membuat Zalfa bahagia adalah sikap Arkhan yang sejak dulu tidak berubah, yaitu selalu menuruti permintaan Zalfa. Termasuk saat Zalfa meminta Arkhan untuk membawanya ke panti asuhan. Zalfa mengaku akan menyedekahkan harta milik Arkhan ke panti asuhan. Tak tanggung-tanggung, uang yang diserahkan sebanyak seratus juta, dan tentu itu akan berkesinambungan. Zalfa mengaku kalau ia akan menjadi donatur tetap di panti asuhan tersebut.


Bukan hanya itu saja, Zalfa juga memberikan uang ke pengurus masjid. Ia berharap sumbangannya tersebut akan dimanfaatkan dalam pembangunan dan perbaikan masjid. Ia juga membeli ratusan Al Qur’an dan menyumbangkannya ke pesantren khusus hafiz. Zalfa memanfaatkan ATM dan kartu kredit milik Arkhan yang diberikan kepadanya dan membelanjakannya di jalan Allah.


Sengaja Zalfa mengajak Arkhan dalam melakasanakan kegiatannya itu dengan tujuan mengaja untuk berbagi. Arkhan sama sekali tida keberatan dengan kegiatan yang dilakukan istrinya. Dia serahkan semua urusan pada Zalfa tanpa protes sedikit pun. Terserah Zalfa akan berbuat apa. Mereka sempat terlibat obrolan ringan saat membahas kegiatan yang dilakukan Zalfa.


“Kamu nggak marah kan aku membagi-bagikan hartamu kepada orang lain?” tanya Zalfa.

__ADS_1


“Tidak. Terserah kau saja. Kau jual semuanya pun tidak apa-apa. Asal kau tinggalkan saja celana dalamku. Itu sudah cukup.”


Zalfa tertawa geli mendengar jawaban Arkhan.


“Semoga dengan zakat dan bersedekah, hartamu akan menjadi halal,” ucap Zalfa dengan hati-hati. “Jangan takut miskin dengan berbagi. Tuhan maha kaya. Dia justru akan melipat gandakan kekayaan manusia yang membagikan hartanya di jalan Allah.”


Setelah perbincangan singkat itu, Arkhan sama sekali tidak bicara. Dia membiarkan saja apa pun yang dilakukan oleh Zalfa. Termasuk saat wanita itu mengajanya ke panti jompo dan menyumbangkan uang.


Sungguh, Arkhan hanya diam saja. Setelah selesai dengan urusan di panti jompo, mereka kembali ke mobil. Arkhan tampak konsentrasi menyetir tanpa terlihat berminat menanyakan kegiatan yang baru saja dilakukan oleh Zalfa.

__ADS_1


Disaat sedang dalam posisi duduk berdua di dalam mobil dan tanpa pembicaraan, Zalfa tiba-tiba menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangan. Ia teringat percintaan panas yang terjadi setiap malam. ya, tentu Arkhan tidak mau melewatkan kesempatan emas itu disaat dia memiliki waktu luang.


Sayangnya, sampai dengan saat ini Zalfa belum memiliki waktu untuk menemui Elia yang sedang ngambek sejak kejadian pagi itu. Elia tidak pernah keluar kamar, gadis kecil itu mengurung diri di kamar. dan hanya akan keluar saat pergi sekolah, les sekolah atau kegiatan sekolah lainnya. dia juga selalu menghentak-hentakkan kakinya setiap kali berpapasan dengan Zalfa dan Arkhan dengan ekspresi masam. Tak hanya itu saja, bocah itu juga kerap membanting pintu dan membanting semua peralatan yang ada di sekelilingnya untuk menunjukkan kemarahannya pada kakak kandung dan kakak iparnya itu.


Setelah itu, Elia akan mendapat omelan singkat dari Maria akibat ulahnya yang membuat keributan.


BERSAMBUNG


Jangan lupa klik vote di setiap chapter. Aku tu ngeliat kok vote nya paling banyak Cuma di akhir bab update-an ya? apa aku update cukup satu bab aja atau gimana ni? 🤤😁

__ADS_1


__ADS_2