SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
165.


__ADS_3

“Ada banyak pria yang menyukainya, melamarnya, dan mendambakannya. Tapi kaulah pemenangnya.” Soleh menepuk ringan lengan Arkhan.


“Menurutmu begitu?” Arkhan terlihat datar.


“Tentu. Seindah-indahnya perhiasan di dunia adalah wanita yang salihah. Dan kau mendapatkan perhiasan itu. Apa lagi?”


Arkhan tidak membalas ucapan Soleh.


“Kau terlihat mapan. Aku menyukai gayamu. Dimana kau bekerja sekarang?” Soleh menatap penampilan Arkhan. Penampilan yang sempurna sebagai seorang lelaki.


“Aku yang seharusnya bertanya begitu padamu. dimana sekarang kau bekerja?” Arkhan mengalihkan pembicaraan. Mustahil ia mengatakan kalau sekarang ia adalah seorang mafia. Hidup Soleh jauh dari pekerjaan kotor, dan tentu saja Arkhan tidak akan mungkin jujur mengenai hal itu.


“Aku pegawai swasta di sebuah perusahaan multinasional. Erlanta Groups,” terang Soleh dengan muka berbinar.


Arkhan mengernyit dan tersenyum tipis. “Kau bekerja di perusahaan yang tepat.”


“Hm ya? Dimana letak tepatnya?”


“Aku memiliki sedikit saham di perusahaan itu. Kita akan sering bertemu.”


“Luar biasa. Aku tidak salah memiliki shaabat. Arkhan yang dulu nakal dan bandel, kini adalah pemilik saham tempatku bekerja. Amazing.” Soleh geleng-geleng bangga. “Kau yang dulu sering menjadi imam saat shalat berjamaah di sekolah, kini menjadi pimpinan juga di perusahaan tempatku bekerja. Selalu kau yang terdepan. Tuhan memberikan banyak kebaikan kepadamu. Bahkan untuk urusan jodoh pun, kau yang lebih dulu diberikan.”

__ADS_1


“Untuk mata yang memandang, kehidupan orang lain akan selalu terlihat sempurna. Tapi bagi yang menjalani, tidak sesempurna yang terlihat.”


“Ya, kau benar. Tapi tetap harus disyukuri. Anggap saja hidup kita baik, maka akan baik pula saat menjalaninya. O ya, bagaimana rumah tanggamu dengan Zalfa? Smeua baik-baik aja, kan?”


“Menurutmu?”


Soleh tersenyum. “Dimataku, semuanya baik.”


“Itulah yang terjadi.”


“Jangan sekali-kali kau sakiti dia. Dia wanita terbaik yang pernah aku kenal. Kau akan menyesal jika sampai kau membuatnya terluka.”


Arkhan mengangkat alis saja.


Zalfa tersenyum kemudian melangkah keluar hingga ke teras dan berdiri di sisi Arkhan. “Ya, aku mendengar semuanya.”


“Lihatlah, kalian sangat serasi. Aku benar-benar bahagia melihat sahabatku mendapatkan wanita yang tepat. Ini artinya kau sudah menjadi muslim bukan?” Soleh menatap Arkhan dengan alis bertaut.


“Ya,” jawab Arkhan singkat.


Soleh mengangguk. Ia kini benar-benar sanggup untuk melepaskan Zalfa. Karena ternyata wanita yang dia cintai menikah dengan sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Arkhan menoleh ke arah Zalfa sambil berkata, “Aku kemari untuk menjemputmu. Apa urusanmu di sini sudah selesai?”


“Sudah,” jawab Zalfa cepat.


“Aran, aku pulang sekarang.” Arkhan berpamitan pada Soleh, ia masih saja memanggil Soleh dengan nama panggilan yang sama saat mereka masih duduk di bangku sekolah. “Lain kali aku akan kemari menemuimu.”


“Tentu saja,” jawab Soleh.


“Aku akan berpamitan dulu pada Mas Ismail,” ujar Zalfa.


“Pergilah. Sampaikan juga kalau aku pulang,” sahut Arkhan.


Zalfa mengangguk. Namun saat ia balik badan hendak masuk ke rumah, Ismail menyembul keluar.


“Kalian mau pulang?” Tanya Ismail dengan pandangan ke arah Zalfa dan Arkhan.


“Ya,” jawab Arkhan.


“Baiklah.” Ismail mengangguk.


Zalfa dan Arkhan pun memasuki mobil. soleh mengamati putaran ban hingga hilang dari pandangan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA POINNYA DIBERIKAN UNTUK ARKHAN. 😘😘😘😘


__ADS_2