SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
166.


__ADS_3

Zalfa melirik Arkhan yang seperti es balok. Pria itu diam saja, sikapnya dingin dan kelewat dingin. Konsentrasi full menyetir mobil seakan mengabaikan istrinya di sisinya. Zalfa ingin menanyakan kemana saja seharian ini Arkhan pergi, apa kegiatannya? Tapi ia takut justru kesannya terlalu over protektif. Lalu ia harus membuka pembicaraan mulai dari mana? Entah bagaimana situasinya masih saja terasa kaku meski mereka sudah bukan lagi pengantin baru.


Arkhan menyalakan monitor di mobil dan mulai memencet-mencet layarnya untuk memutar musik. Ia mencari-cari lagu namun sepertinya tidak ada satu pun lagu yang dia sukai. Dia kemudian mengambil flahdisk dari dalam kotak dashboard yang berada tepat di depan tempat duduk Zalfa. Namun sial, saat tangannya yang terjulur ke kotak mengeluarkan flashdisk, bertepatan saat itu pula tangan Zalfa maju hendak mengambil ponsel dari kotak yang sama. Kedua tangan itu bertabrakan hingga flashdisk di tangan Arkhan terjatuh akibat senggolan tangan Zalfa. Flashdisk terjatuh di lantai mobil.


“Eh, maaf.” Zalfa menyesal.


Arkhan diam saja. Ia menunduk hendak mengambil flashdisk yang terjatuh.


Dug!


Lagi-lagi kejadian tak terduga menimpa keduanya saat hidung Arkhan beradu dengan pipi Zalfa yang bersamaan menunduk hendak mengambil benda yang sama. Zalfa menatap kikuk pada Arkhan dengan muka merah merona. Bagaimana tidak, pipinya baru saja disentuh oleh hidung mancung Arkhan? Artinya baru saja terjadi ciuman singkat secara tidak sengaja. Ya, adegan romantis yang terjadi secara kecelakaan. Meski proses romantisan tersebut terjadi dengan sangat dramatis dan membuat Arkhan meringis menahan sakit, namun cukup membuat Zalfa jadi senang. Arkhan mengelus singkat hidung mancungnya dengan ibu jari. Rasanya nyeri karena tulang hidungnya bertabrakan dengan tulang pipi Zalfa. Lihatlah, Zalfa malah senyam-senyum kesenengan setelah proses tabrakan itu. sementara Arkhan harus menahan nyeri di hidungnya.


“Maaf.” Zalfa menatap iba pada Arkhan yang meringis.

__ADS_1


Arkhan menggeleng. “Tidak apa-apa.”


“Aku hanya mau membantumu mengambilkan flashdisk.”


“Ya sudah, ambilkan saja!”


Zalfa kembali membungkukkan tubuh dan memungut flashdisk lalu menyerahkannya kepada Arkhan.


Di luaran sana, kendaraan lalu-lalang dan tentunya ramai sekali. Namun situasi di dalam mobil benar-benar hening. Irama musik slow pun menggaung memecah keheningan. Arkhan memang pintar memilih lagu. Di situasi yang begini, Arkhan memutar lagu romantis. Pikiran Zalfa jadi melayang seperti sedang berada di restoran bernuansa romantis. Ah, sayangnya Arkhan bukanlah tipe pria yang demikian. Dia bukan tipe pria yang selalu nge-chat nanyain kabar, bukan tipe pria yang suka ngajakin jalan-jalan atau sekedar makan romantis bersama di restoran, atau hal-hal berbau komunikasi romantis antara suami istri seperti pasangan yang lain. Zalfa hanya perlu membayangkan saja situasi yang ia inginkan, dan itu cukup membuatnya merasa senang tanpa harus menuntut Arkhan untuk menjadi seperti yang dia harapkan.


“Arkhan, seharian tadi kamu ada kegiatan apa?” Zalfa memulai pembicaraan.


“Aku mengurus Reza. Dia di luar negeri sekarang. Dan aku perlu menghubungkannya dengan temanku di sana supaya dia bisa hidup tenang bersama temanku itu.”

__ADS_1


“Kamu masih mengurusi Reza?”


Arkhan menoleh, menatap Zalfa dengan tatapan yang sulit dimengerti oleh Zalfa. “Walau bagaimana pun dia adalah orang dekatku. Aku bertanggung jawab atas kondisinya setelah mengirimnya ke luar negeri.”


“Dia melakukan aktifitas atas perintahmu. Kamu seperti pemegang remot, dan dia adalah objek yang dikendalikan remot. Jangan lagi menyuruhnya melakukan tindak kejahatan.”


“Tentu,” jawab Arkhan datar. “Aku hanya sebatas membantunya saja, supaya hidupnya tenang di negeri orang. Dia sama sekali belum pernah menginjak negeri orang. Jika situasi sudah aman, Reza akan kembali lagi.”


Zalfa tidak bisa berkomentar lagi. Ia hanya berharap, semoga Tuhan membuka pintu hati Reza untuk bertaubat dan meninggalkan pekerjaanya itu.


TBC


KLIK VOTE DI SETIAP PART DWONGS

__ADS_1


__ADS_2