SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
267.


__ADS_3

Arkhan tersenyum melihat Zalfa memakai celana kedodoran dan kaos yang juga kedodoran. Terpaksa Zalfa memakai baju milik Arkhan yang dia temukan di lantai kamar setelah adegan panas yang mereka lalui.


Arkhan berbaring dengan posisi miring di atas ranjang, satu tangannya membentuk siku segitiga dengan telapak tangan menopang kepala. Dia tersenyum menatap penampilan Zalfa, celana panjang kebesaran, kemeja yang juga kedodoran. Tubuh mungil Zalfa terlihat seperti di dalam karung. Arkhan hanya mengenakan celana selutut serta kaos singlet yang dia pakai untuk pakaian dalam.


“Kenapa kamu senyam-senyum begitu ngeliatin aku, Mas Arkhan? Udah dong jangan diketawain? Aku kelihatan lucu ya pakai baju kegedean begini?” Zalfa salah tingkah diperhatikan oleh Arkhan.


Arkhan tidak menjawab, pria itu malah memperlebar senyumnya.


“Idiiih… Jangan diketawain!” pekik Zalfa dengan muka memerah. Entah kenapa rasanya dia malu sekali ditatap Arkhan sambil disenyumin begitu. “Aku pergi aja, deh.” Zalfa berlagak sok ngambek.


“Aku tidak menertawakanmu,” ucap Arkhan membuat langkah kaki Zalfa yang sudah berada di pintu terhenti.


Zalfa balik badan, menoleh menatap Arkhan.


“Kemarilah!” Arkhan menganggukkan kepalanya.


“Aku disuruh ngapain?” Tanya Zalfa.


“Ayo, kemari!” titah Arkhan.

__ADS_1


Zalfa pun melangkah mendekat menuju ke ranjang. Tangan Arkhan menjangkau lengan Zalfa dan menariknya hingga tubuh mungil Zalfa terduduk di atas pahanya.


Arkhan membaringkan kepala ke bantal. “Kamu jangan keluar dalam keadaan begini.” Satu tangan Arkhan melingkar di pinggang Zalfa, tangan lainnya meraba dada Zalfa dan mengelusnya.


Zalfa sontak menarik tangan Arkhan dengan gerakan cepat dan menjauhkannya dari dadanya. “Jangan mulai lagi, ya. Kita baru aja selesai loh masak udah mau mulai lagi?” Zalfa merengut.


“Aku hanya ingin bilang kemejaku yang kau pakai itu agak tipis, ini kelihatan.” Lagi-lagi Arkhan menyentuh dada Zalfa.


Zalfa menampik tangan Arkhan. Dia kemudian menarik jilbabnya yang panjang supaya menutup dadanya. Jilbab itu tadi tersingkap sehingga area dada tidak tertutup.


“Udah. Begini akan aman,” kata Zalfa.


“Kamu nggak minum apa-apa tadi, kan? Kenapa bawaannya mengarah ke situ terus, hm?” Tanya Zalfa sambil geleng-geleng kepala.


Arkhan hanya menarik sedikit sudut bibirnya, lalu menggulingkan tubuh hingga menelungkup dan memeluk bantal guling.


Zalfa melenggang ke luar kamar. Dia mendengar suara klakson mobil di depan rumah. Dia menuju ke luar. Ternyata Elia dan Maria yang datang naik taksi, mereka membawa serta barang-barang yang harus segera disusun.


“Loh, Kak Zalfa kenapa pakai baju kebesaran begitu?” tanya Elia saat Zalfa menyambut kedatangannya.

__ADS_1


“Ini baju milik Mas Arkhan,” jawab Zalfa.


“Ya ampun, jelek banget kakak pakai baju kayak gitu,” celetuk Elia kemudian berlari masuk ke rumah. Maria menyusul masuk. Mereka melihat-lihat kondisi dalam rumah dengan gembira.


Seorang supir taksi menurunkan barang-barang ke teras.


Waduh, barang-barangnya lumayan banyak. Zalfa pasti akan kelelahan jika menyusunnya sendiri. Dan Elia? Gadis itu pasti tidak akan mau membantunya. Zalfa juga tidak mungkin mengajak Maria untuk membereskan barang-barang itu.


Oh… Arkhan. Sepertinya Zalfa membutuhkn Arkhan untuk membantu menyusun barang-barang yang sebarek itu. Zalfa menghambur ke kamar dan memanggil Arkhan. Tapi pria itu sudah tertidur pulas dengan posisi menelungkup, persis seperti bayi. Baru saja Zalfa meninggalkan Arkhan beberapa menit dan pria itu sudah tertidur pulas.


Zalfa tidak tega membangunkan suaminya. Mungkin arkhan kelelahan. Lalu, siapa yang harus membantunya? Zalfa benar-benar membutuhkan tenaga untuk mengatasi masalahnya kali ini. haruskah Zalfa menyewa tenaga hanya untuk menyusun barang-barang di rumahnya?


BERSAMBUNG


😘😘😘


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2