
“Apa yang terjadi?” tanya Doni dan dijawab dengan pandangan bingung oleh Faisal.
“Apakah ini pertanda buruk?” tanya Doni lagi.
Belum sempat Faisal menjawab, kapal kembali terasa bergoyang-goyang dan lambat laun semakin menurun. Pagar yang dipegangi Faisal terlihat semakin dekat dengan air.
“Ya Tuhan, kapalnya akan tenggelam,” seru Faisal membuat Doni langsung terbelalak.
__ADS_1
Faisal berlari menuju ke dalam kapal dan diikuti Doni. Seluruh penghuni kapal berhamburan dengan kepanikan yang luar biasa. Bapak-bapak memegangi istrinya, anak-anak menangis, para ibu berzikir memeluk anaknya. Dan banyak pemandangan lain yang mengharukan.
“Allahu Akbar!”
“Allahu Akbar!”
Faisal sibuk membantu petugas membagikan pelampung pada penumpang ketika air sudah memasuki lantai dimana ia tengah berdiri. Terasa dingin air menyentuh telapak kakinya dan kini sudah mencapai mata kaki. Kapal terasa miring hingga tubuh Faisal dan penumpang lainnya seperti tertarik menuju ke satu tempat dan bertumpuk di sana. Sepertinya kapal berat sebelah. Jeritan, tangisan dan seruan zikir memenuhi kapal.
__ADS_1
Air mulai membasahi sampai ke perut. Semua orang semakin histeris. Pelan namun pasti, kapal benar-benar terlihat miring, lalu berangsur tenggelam dan hanya beberapa meter saja yang terlihat di atas air. Beberapa orang tergelincir dan masuk ke air. Bayi dan ibunya terlepas dari pegangan suaminya lalu meluncur ke dalam air. Tangan mereka sempat melambai dan hilang ditelan air. Hati Faisal teriris melihat pemandangan itu. Sesaat kepalanya berputar mencari Doni, tapi tidak menemukannya. Ia kehilangan Doni ditengah kepanikan yang luar biasa.
Semua orang sibuk menyelamatkan diri masing-masing, berlarian menuju ke bagian kapal yang belum terjangkau air. Satu per satu orang berjatuhan ke air dan berenang-renang.
Faisal sudah menyentuh pagar yang posisinya paling atas dan ia menggantung di sana. Ia tidak tahu berapa lama akan bertahan di sana, karena lambat laun kapal pasti akan tenggelam. Hanya tinggal menunggu menit saja. Faisal melihat seorang anak laki-laki berpegangan dekat pagar yang dipegangnya menangis dan menjerit ketakutan. Faisal meraih tangan anak itu dan menariknya hingga badan anak itu berada di pelukannya. Faisal bergeser dan memberikan tempatnya untuk anak itu. Memberikan posisi yang lebih aman pada si anak. Disaat posisinya belum betul, pegangannya terlepas karena licin, ia pun tergelincir dan tubuhnya menggelinding membentur sesuatu yang amat keras, kini tubuhnya tepat berada di dinding kapal yang posisinya sudah sangat miring sehingga dinding tersebut persis menjadi alas dan sudah tergenang air, tubuh Faisal setengah tergenang air. Lalu sebuah benda dari atasnya terguling dan sialnya menimpa kakinya.
“Aaakh....” Faisal berteriak menahan sakit di paha. Ia berusaha mendorong benda itu agar menjauh darinya, namun tenaganya tak cukup kuat karena satu tangannya harus bertahan pada sebuah pegangan. Disaat ia berusaha mendorong benda berat yang menimpa pahanya, air yang sudah mencapai dadanya semakin naik hingga kini sudah sampai ke leher. Posisi kapal semakin miring dan membuat benda berat di atas paha Faisal bergerak lalu terjatuh dan tenggelam sebelum Faisal berhasil mendorongnya dengan sempurna. Namun pergerakan benda itu membuat paha Faisal semakin nyeri, sangat sakit. Tangan Faisal gemetar menahan sakit yang luar biasa di pahanya.
__ADS_1
TBC