
Setelah perbincangan di kafe, Zalfa mengajak Arumi pulang bersama. Tempat tinggal mereka bersebelahan, tidak salah jika mereka pulang bersama-sama. Sepanjang perjalanan keduanya berbincang-bincang, dan ternyata keduanya memiliki banyak kesamaan. mulai dari hobi, makanan kesukaan, warna kesukaan, merk pakaian dan style.
“Apa nggak akan menjadi masalah jika Arkhan melihat kita jalan berdua?” Pertanyaan itu diajukan Arumi dengan dahi bertaut saat ia keluar dari mobil Zalfa yang telah terparkir di depan rumah.
Belum sempat Zalfa menjawab, terdengar suara deheman dari arah belakang. serentak Zalfa dan Arumi menoleh.
Arkhan yang entah sudah sejak kapan berdiri di sana, membuat Arumi seperti hampir mati berdiri. Dan tentu saja Arkhan mendengar pertanyaan terakhir yang diajukan Arumi kepada Zalfa. Mobil Arkhan tampak terparkir di belakang mobil Zalfa. Suara mesin mobil Arkhan yang sangat halus membuat Zalfa dan Arumi tidak mendengar kedatangan Arkhan.
“Arkhan?” Zalfa menatap Arkhan kemudian beralih menatap Arumi yang memucat.
Bagaimana mungkin Arumi tidak ketakutan melihat Arkhan? Tatapan mata serta ekspresi wajah pria itu membuat Arumi merasa seperti diteror. Arumi mengerti dimana letak kecemasan Arkhan, pria itu pasti tidak ingin Zalfa mengetahui masalah yangs ebenarnya.
“Hm, ya. Kau pulang bersama teman baru?” Arkhan melirik Arumi dengan menekan kata ‘teman baru’.
“Iya, tetangga kita, Arumi,” jelas Zalfa.
“Arumi, bagaimana berada satu mobil dengan istriku? Menyenangkan bukan?” Tanya Arkhan masih dnegan sorot mata yang sama tajamnya.
Arumi hanya mengangguk pelan.
“Bagaimana denganmu, apa Arumi menceritakan hal-hal yang baik tentangku? Tentu sjaa, dia tetangga yang baik bukan?” Arkhan meraih pinggang Zalfa dengan lengannya. “Ayo, amsuk!” ajaknya meninggalkan Arumi.
Arumi pun bergegas menuju ke area pekarangan rumahnya dan masuk rumah.
Zalfa melirik lengan Arkhan yang melingkar di pinggangnya. Apa maksud Arkhan melakukan hal itu? apakah dia ingin menunjukkan kepada Arumi bahwa dia bukanlah pria semenakutkan di mata Arumi dan bisa bersikap penyayang terhadap istrinya.
__ADS_1
“Hmm… Ternyata enak ya dirangkul suami begini.” Zalfa melirik Arkhan, keduanya masih terus berjalan.
Arkhan juga melirik lengannya yang masih berada di pinggang Zalfa. Ia tersenyum tipis. Kemudian berhenti dan sedikit menjauh dari Zalfa, memberi jarak pada pandangan keduanya.
“Kenapa?” Tanya Zalfa menatap Arkhan yang sudah membuka mulut ingin mengatakan sesuatu dengan raut serius. Zalfa memegang kedua tangan Arkhan, pelan membawa tangan itu mendekat ke mulutnya. Lalu bibirnya mendarat di punggung telapak tangan Arkhan.
Seperti disengat listrik, Arkhan terdiam merasakan sebuah getaran hangat yang menyentuh sampai ke hatinya. Sungguh Zalfa adalah wanita luar biasa, yang memiliki kekuatan dahsyat hingga hanya dengan sentuhan bibir wanita itu, ia sudah merasa seperti dibuai ke langit angkasa. Semakin ke sini, Arkhan semakin menyadari kelemahannya yang hanya takluk kepada Zalfa. Dia sungguh menyadari menjadi pria lemah. Ya, lemah oleh seorang wanita.
“Apa kamu akan menanyakan tentang Arumi? Nama Arumi adalah nama yang diebutkan dalam chat di ponselmu. Kenapa aku bisa bersamanya? Apa saja yang kami bicarakan?” Zalfa tersenyum.
“Aku tidak akan menanyakan apa yang kalian bicarakan. Apa yang dikatakan oleh Arumi, gadis yang namanya disebut-sebut di dalam hapeku.”
“Lalu?”
“Kamu udah janji padaku untuk meninggalkan pekerjaan itu.”
“Ya, aku memang meninggalkan pekerjaanku. Jangan cemas. Percayalah padaku. Dalam kasus ini, aku hanya ingin melindungi Reza, supaya Reza tidak terciduk. Apa pun yang terjadi, Reza harus tetap aman. Maaf, jika aku membuatmu jadi tahu masalah ini. Tapi aku udah janji untuk meninggalkan pekerjaanku. Hidup bahagia denganmu tanpa pekerjaan yang penuh dosa ini.” Arkhan berbisik lalu mengecup kening Zalfa cukup lama.
Zalfa memejamkan mata menikmati sentuhan bibir Arkhan di dahinya.
BERSAMBUNG
Kasih poin yaaa…
Kalian tahu nggak kenapa aku sempet berhenti nulis di Salah Nikah ini?
__ADS_1
Jadi gini, kalian boleh flashback baca ke part 4. Silahkan kupas lagi isi cerita disana, ada nggak cerita yang ditulis secara vulgar? Bedakan cerita dewasa dengan vulgar alias por*o. dan ceritaku ini dalah cerita romance dewasa.
Aku paham banget kok penulisan yang seperti apa yang dewasa dan tulisan seperti apa yang por*o. aku hindari tulisan berbau por*o karena memang aku nggak suka ke ranah sana. Tapi ada aja yang jahad bikin pelaporan ceritaku ini ke pihak NT dengan isi pelaporan seperti ini :
Ini novel apaan sih ada adegan 18+ tapi gak ada warning nya
Nah trus salahnya dimana kenapa mesti bikin pelaporan segala hanya gegara warning? Kalau nggak mau baca, silahkan baca yang lain. Silahkan cek cerita lain di Noveltool/mangatoon, ada ribuan karya yang isinya mengandung konten dewasa dan bahkan vulgar abis, tapi nggak ada tanda 21+ sebagai pemberitahuan kalau novel tersebut adalah novel yang berisi konten dewasa. Sedangkan novelku ini nggak vulgar kok.
Ingat : kalau nggak mau baca cerita dewasa, jangan baca novel, tapi baca buku matematika, buku pelajaran, Ilmu pengetahuan Sosial dll. Apa lagi platform online, tentu semua mengandung cerita di luar ekspektasi.
Ini nih yang bikin aku heran dan eneg untuk ngelanjutin, ada yang sok nggak kepingin baca cerita dewasa tapi kok buka platform online. Aneh nggak? Nggak semua cerita dewasa ada warning 21+ , jadi sekali lagi kuingatkan, buat kamu yang sok ketakutan sama cerita dewasa, jangan baca cerita di platform. Buka aja dongeng si kancil yang jelas ada banyak hikmah dan jelas tanpa adegan plus. Di Noveltoon/mangatoon, ada puluhan ribu cerita berkonten dewasa tanpa warning 18+, bukan Cuma punyaku doang loh. Silahkan cek!
Ya udah deh itu aja.
Siapa diantara kalian yang masih mau cerita ini dilanjutin? Atau aku mentok di sini aja gara-gara bocah yang satu itu?
.
.
.
.
.
__ADS_1