SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
68.


__ADS_3

Percayalah, sebesar apapun keinginan kita untuk membuat negara maju, membuat rumah tangga sakinah, tapi jika akhlaknya buruk, maka keinginan tetap hanya keinginan. Jadi, semuanya berawal dari akhlak. Maka… perbaiki akhlak dulu kalau mau istri Anda salihah, kalau mau suami Anda salih, kalau mau rumah tangga diberkahi Allah, kalau mau negara tidak sakit, itu kunci dunia dan akhirat yang baik.”


Rosul memiliki cerita panjang tentang Hijrahnya yang bertujuan untuk keluar dari belenggu masyarakat jahiliyah menuju negara Islam di Madinah, dan bagi kaum Muslim, hijrah disini dimaknai dengan hijrah dari yang buruk kepada kebaikan, hijrah dari kekufuran kepada keislaman yang murni.”


Kemudian Ustad Dahlan membacakan ayat Albaqarah ayat 218 dan membacakan artinya yang sudah hafal di luar kepala.


“Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”


Dan satu ayat berikutnya, Ali Imran ayat 195.


“Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.


Subhanallah…

__ADS_1


Ingat, banyak keutamaan pada bulan-bulan Haram ini, akan digandakan bagi siapa saja yang melakukan kebaikan. Jangan sia-siakan waktu yang baik ini. Di dunia hanyalah sekedipan mata saja, tapi di akhirat abadi.”


Zalfa menyimak ceramah dengan penuh kekhidmatan. Kalimat demi kalimat yang didengarnya terasa menyiram rohani, menyejukkan kalbu.


Waktu terus berjalan dan Ustad Dahlan pun sudah menunjukkan tanda-tanda berada di penghujung ceramah. Kemudian beliau mengucapkan salam yang dijawab serentak oleh para jamaah. Ustad Dahlan meninggalkan mimbar setelah membacakan salawat, disusul doa untuk kaum muslimin dan muslimat, untuk sahabat dan keluarga yang telah meninggalkan dunia, juga untuk negeri tercinta.


Acara selesai.


Semuanya saling berjabatan tangan. Bapak Wali kota, ustad Bukhori yang juga hadir di sana, dan Ustad Dahlan terlihat saling bersalaman. Ustad Dahlan berpamitan dan buru-buru pergi karena ada hal yang harus segera ia selesaikan.


“Mohon waktunya sebentar.”


Suara melalui mikrophone membuat sejurus pandangan mengarah ke sumber suara. Ustad Bukhori kini sudah berada di depan tiang mikrophone. Ia melihat arloji di tangan, lalu berkata, “Ini sudah memasuki waktu shalat Ashar, silahkan bagi yang dari luar kota untuk berwudhu di sebelah kanan masjid jika ingin shalat berjamaah.”

__ADS_1


Ustad Bukhori menarik lengan Arkhan ketika ria itu akan meninggalkan masjid.


“Kamu mau kemana?” tanya Ustad Bukhori.


“Pulang.”


“Kamu sudah menjadi muslim sekarang. Baru saja Ustad Dahlan berpesan agar kamu menjalankan kewajiban muslim, yaitu shalat. Kamu ingat?”


Arkhan terdiam.


“Pergilah berwudhu terlebih dahulu,” ujar ustad Bukhori dengan seulas senyum.


Arkhan melipat ujung lengan kemejanya, llau berjalan menuju ke arah tempat pengambilan wudhu. Selesai dengan kegiatannya berwudhu, Arkhan kembali memasuki masjid.

__ADS_1


Ustad Bukhori terlihat mendekati Arkhan dan berbicara sebentar. Arkhan menganggukkan kepala saat Ustad Bukhori memerintahkannya sesuatu. Arkhan menuju ke tiang mikrophone dan membaca doa. Kemudian ia mengumandangkan adzan.


TBC


__ADS_2