
Mansion utama Linda
Jelang jam makan siang
Linda mengerutkan keningnya saat dia melihat kehadiran Perempuan yang mirip sekali dengan seseorang Di masa lalu nya tersebut.
Tidak tahu kenapa tiap kali melihat wajah Venus rasa sakit dan sedih mendominasi didalam hatinya, perempuan tersebut secepat kilat berusaha untuk menutup pintu depan mansion nya tapi sebaris kalimat Venus membuat perempuan itu seketika menghentikan gerakan tangannya.
"Apakah Tante begitu membenci ku saat melihat wajah ku yang mirip dengan Eliza?"
Tanya Venus pelan sambil berusaha menahan pintu mansion tersebut, bola mata nya berkaca-kaca, berharap Linda tidak menutup pintu tersebut untuk dirinya.
"Maafkan aku"
Ucap Venus lagi kemudian sambil menundukkan kepalanya.
Linda seketika membeku mendengar ucapan perempuan muda seusia Bastian tersebut.
"Apa?"
Tanya Linda kemudian dengan suara tercekat.
"Kau bicara apa?"
Alih-alih menjawab pertanyaan Linda, Venus langsung berkata.
"Aku berterima kasih karena Tante membuat jarak pasti antara aku dan Bastian, kalau aku tahu kami paman dan keponakan, mungkin sejak awal aku tidak akan mau masuk kedalam kehidupan nya"
Ucap Venus kembali Pelan.
Seketika Linda kehilangan kata-kata nya, perempuan itu seolah-olah kehilangan daya untuk menopang tubuh nya sendiri.
__ADS_1
"Aku tidak lama, hanya mengantarkan sesuatu pada Tante, aku fikir Tante pasti merindukan nya"
Lanjut perempuan itu lagi sembari menyerah kan sebuah paper bag 🛍️ besar kearah Linda.
Perempuan itu tidak menjawab, hanya menatap paper bag yang diberikan oleh Venus, secara perlahan tangan kanan nya meraih paper bag tersebut sembari bola matanya terus menatap Kantong kertas mendominasi berwarna gold tersebut yang sama sekali tidak dia ketahui isi nya tersebut.
Bahkan tanpa dia sadari Venus telah pergi berlalu secara perlahan menjauhi dirinya, Perempuan muda itu terlihat diam, berusaha menatap ekspresi Linda untuk beberapa waktu.
Dia kemudian langsung naik ke atas mobil dimana sang sopir sudah menunggu nya sejak tadi.
"Anda tidak apa-apa Miss?"
Sang sopir bertanya pada Venus Ketika melihat Nona Muda terlihat mencoba menarik panjang nafas nya sembari berusaha mendongakkan kepalanya untuk beberapa waktu, bisa dia lihat air mata menggenangi pelupuk mata istri majikan nya tersebut.
Dia takut mantan istri tuan nya itu menyakiti nona muda nya.
"Apa nyonya Linda menyakiti anda?"
Ucap Venus kemudian.
Dengan perasaan bingung laki-laki tersebut mulai melajukan mobilnya, cukup tidak paham dengan apa yang di maksud oleh perempuan tersebut.
Venus memejamkan bola matanya sejenak, sekelabat ingatan soal sesuatu menghantam dirinya.
"Kenapa kita tidak pernah di izinkan menyebut nama Conte di dalam keluarga kita, grand ma?"
Tanya Venus kecil sembari menatap dalam wajah pucat wanita tua dihadapan nya itu.
"Kenapa bahkan kita tidak boleh menyebut kan nama keluarga kita pada keluarga Daddy?"
Tanya nya lagi dengan jutaan tanda tanya.
__ADS_1
"Ada hal yang tidak bisa orang tua jelaskan pada anak-anak seusia mu, Vee. tapi satu hari kau akan tahu kenapa hal itu harus berlaku"
*****
"Kenapa Mommy dan Om tidak pernah mau membuka jati diri kalian sebagai putri dan putra keluarga Conte sejak dulu?"
Venus kembali bertanya pada Om Lim nya yang tengah meringkuk di balik ruangan kelam dan gelap yang di lapisi jeruji besi dan beberapa laki-laki kekar dengan pakaian dinas lengkap yang menatap tajam kearah mereka.
Wajah laki-laki tampan itu terlihat begitu lusuh dan pucat, entah sudah berapa tahun berlalu laki-laki tersebut meringkuk di ruangan yang sama tanpa cahaya.
Nenek nya bilang mungkin ini tahun ke 12 atau 13 laki-laki tersebut mendekam di sana.
"Kau tahu Vee? terkadang anak-anak tidak perlu mengakui siapa kekuarga mereka jika itu mampu membuat mereka malu dan terluka"
Venus terlihat diam mendengarkan jawaban laki-laki dihadapan nya itu.
"Ini ulang tahun nya yang ke 32, maukah kamu kembali membelikan barang yang sama untuk nya?"
Tanya laki-laki itu lagi kemudian.
Venus tidak menjawab, gadis kecil itu hanya mengangguk kan kepala nya secara perlahan, menatap bola mata laki-laki tersebut yang terlihat berkaca-kaca.
Sejenak Venus membuka bola matanya, dia menatap ke arah jalanan untuk beberapa waktu.
Apakah dia perempuan itu, Om?!.
Batin nya pelan sambil mengukir sebuah lukisan di kaca mobil yang dia duduki tersebut dengan jari telunjuk nya.
Hari ini ulang tahun nya yang ke 39 tahun bukan? dia cantik, bahkan lebih cantik dari Mommy Eliza.
Lirih Venus pelan.
__ADS_1