
Rumah sakit xxxxxxx
Paris
tengah malam
Langkah kaki berlarian seorang perempuan terdengar memenuhi lorong rumah sakit, wajah khawatir terlihat jelas di balik wajah nya sejak tadi.
Dia masih terlelap tidur di atas kasur nya ketika tiba-tiba pihak rumah sakit menghubungi diri nya dan berkata jika kondisi darurat menimpa saudara nya.
Jangan ditanya bagaimana khawatir dirinya mendengar hal tersebut, berulang kali dia mencoba menyeka air mata nya dan berkata jika semua baik-baik saja, bahkan dia menyakinkan diri hal ini sudah biasa terjadi.
Malam ini pasti berlalu seperti biasa nya.
Yah dia selalu mencoba menghibur diri seperti itu selama lebih dari 17 tahun ini.
Linda langsung masuk ke sebuah ruangan kaca mendominasi berwarna putih, bisa dilihat beberapa dokter bekerja dan berusaha seperti biasanya untuk membantu seorang perempuan yang tergeletak di atas kasur di dalam salah satu kamar rumah sakit tersebut.
Seorang wanita berusia sekitar Lebih dari 50 tahunan langsung memeluk erat tubuh Linda, mencoba menahan perempuan itu agar tidak tumbang saat itu juga, dia tahu Perempuan itu selalu terhenyak dan shok tiap kali Saudara nya melewati masa kritis nya.
"Semua pasti baik-baik saja"
Bisik wanita itu pada Linda.
Linda terlihat mencoba menahan tangisan nya, bisa dilihat bola mata nya berkaca-kaca, dia menatap wanita itu sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Berapa kali lagi aku harus melihat dia tersiksa?"
Dia bertanya sambil mengangkat kedua tangan nya kearah depan, dia menggerakkan Jemari nya dengan gemetaran, bibir nya juga ikut bergetar dan kekhawatiran menerjang diri nya sejak tadi.
"Ini sudah ke sekian kali nya, dia sama sekali enggan bangun, mencoba membatasi diri agar tidak pernah bangun dari tidur panjangnya"
Ucap Linda sambil berusaha menutupi mulutnya dengan kedua tangannya tersebut, dia mencoba menahan tangisan nya yang akan pecah.
"Dia hanya belum siap untuk bangun sayang, dia hanya belum siap untuk bangun"
Itu adalah satu-satunya Kalimat penghibur yang bisa dia berikan untuk Linda selama lebih dari 17 tahun ini.
Meskipun terkadang dia tahu mungkin harapan itu tidak akan pernah terjadi, mereka mungkin sedang menunggu waktu kapan perempuan itu benar-benar terlelap dari tidur panjangnya.
"Dia pasti baik-baik saja"
Ucap nya lagi kemudian.
Bisa dia dengar tangisan Linda yang mulai pecah, Perempuan itu menangis sambil menahan suaranya, isakan lirih terus terdengar dibalik telinga nya seiring dengan suara layar monitor pengatur Detak jantung yang ada di ruangan tersebut terus mengeluarkan suara berisik nya diiringi para dokter yang terus berusaha untuk memberikan bantuan di dengan alat kejut jantung dan lain sebagainya.
Malam ini waktu berlalu begitu lama, membuat keadaan menjadi begitu mencekam,dimana didalam sana para tim dokter tengah bertarung antara hidup dan mati sedang kan wanita itu dan Linda bertarung dengan perasaan mereka.
*******
Beberapa waktu kemudian
__ADS_1
Menjelang pagi.
Linda Terlihat duduk di kursi tepat di samping tubuh ringkih yang terbaring di atas kasur rumah sakit mendominasi berwarna putih tersebut.
Dia menyentuh lembut telapak tangan perempuan dihadapan nya itu secara perlahan.
"Apakah di alam mimpi Begitu indah?!"
Tanya Linda pelan, dia meletakkan telapak tangan perempuan itu ke pipi kanan nya secara perlahan.
"Tidak rindu dengan ku kah?"
Tanya nya lagi pelan.
Dia memejamkan bola matanya secara perlahan.
"Sudah lebih 17 tahun bertahan seperti ini, kau tahu? aku rindu bicara dengan mu, mengobrol bersama, tertawa bahkan berbagi cerita"
"Bastian sudah dewasa, kau tahu? terkadang aku takut dia bertingkah berlebihan dan memperlakukan gadis dengan tidak baik, kadang saat dia dekat dengan banyak gadis dan bergonta-ganti pasangan, aku takut dia memimpin watak laki-laki tersebut dan tidak bisa menghargai Perempuan seperti ayah Eliza"
Setelah berkata begitu, Linda berusaha untuk menarik pelan nafas nya.
"Bangunlah, aku benar-benar merindukan mu, Winda"
Bisik nya lagi kemudian.
__ADS_1