
Disisi lain
Venus terus berusaha untuk memberontak saat Bastian terus menyeret dirinya menuju ke arah dalam bangunan yang ada di hadapan mereka.
namun tidak peduli sekuat apapun Venus memberontak, pada akhirnya Perempuan tersebut tetap kalah tenaga dari Bastian.
laki-laki tersebut berhasil menyeret Venus dan membuat perempuan tersebut masuk ke dalam bangunan yang ada di depan sana.
Venus pikir dia setengah tidak mengenali Bastian saat ini, laki-laki itu berubah menjadi begitu mengerikan, kasar dan sangat tidak berperasaan.
Begitu masuk ke dalam bangunan tersebut Bastian langsung membawa Venus menuju ke arah salah satu ruangan yang rupanya adalah sebuah kamar kosong di mana di sisi kanannya terdapat sebuah kasur mendominasi berwarna putih.
Laki-laki tersebut dengan cara yang begitu kasar langsung menghempaskan tubuh Venus ke arah kasur.
Bugggg.
"Awwww"
Seketika Venus meringis.
__ADS_1
"Kau sudah gila, Bastian lepaskan aku sekarang juga, jika kau terus memaksaku aku berani bertaruh Daddy Gerald akan marah besar dan dia pasti akan memukul mu"
perempuan itu bicara cepat sambil melotot kearah Bastian.
Alih-alih takut laki-laki tersebut malah terkekeh kemudian menjawab.
"Memukul diri ku?"
dia bertanya sambil terus mengeluarkan tawa yang begitu mengerikan, membuat Venus seketika merinding.
Bastian tidak melanjutkan ucapannya dia tiba-tiba menggenggam erat wajah Venus, bisa Venus lihat bagaimana merahnya bola matamu laki-laki tersebut.
begitu tangan Bastian menggenggam erat kedua belah pipi Venus, jelas saja perempuan itu meringis sambil memejamkan sedikit bola matanya.
"kau tahu kuat mana ikatan antara anak dan ayah atau laki-laki kesepian dan perempuan yang baru ditemuinya beberapa waktu?"
bisa dia lihat bagaimana Bastian bicara sambil sedikit mengejek, laki-laki tersebut seolah-olah memandang rendah dan jijik kearah dirinya.
"Kau bermimpi terlalu tinggi Venus, tidakkah kau bayangkan dia bahkan bisa meninggalkan Linda, Mommy ku. jadi apakah kau pikir Daddy ku tidak akan meninggalkan dirimu?"
__ADS_1
bisa-bisanya Bastian bicara pada Venus dengan cara terus menekan nya, laki-laki itu jelas sengaja ingin membuat perempuan tersebut tersudutkan dan merasa tidak berharga di mata Daddy nya.
"Seorang Gerald bisa meninggalkan istri dan anaknya begitu saja padahal jelas-jelas mommy ku menemani laki-laki itu berpuluh-puluh tahun lama nya, jadi apa kau pikir Daddy ku tidak mungkin meninggalkanmu?"
"Dia tentu saja tidak benar-benar jatuh cinta padamu Venus, laki-laki itu hanya ingin menikmati tubuh kamu, bangun dan buka bola matamu, jangan bermimpi terlalu jauh"
bayangkan bagaimana rasanya mendengarkan ucapan laki-laki tersebut, tidak ada yang lebih pedas dan menyakitkan selain daripada ucapan Bastian saat ini.
seolah-olah dia menganggap Venus tidak ada harganya di mata jadinya.
"Apalagi usia seperti kita hanya usia anak bau kencur, Kau Fikir Daddy ku benar-benar mau mengambil resiko untuk menikah denganmu? dia melakukannya bisa jadi karena merasa berdosa telah berbuat kesalahan bersamamu dengan satu malam"
Venus jelas menatap bola mata Bastian dengan jutaan kesedihan.
"Jadi berhentilah bermimpi terlalu jauh, sebab sesungguhnya selera Daddy bukan kamu, dia menyukai wanita berkelas, ber uang yang bahkan bisa memuaskan dirinya"
Setelah berkata begitu Bastian melepaskan cengkraman tangannya dari pipi Venus.
Gadis itu jelas menatap Bastian dengan bola mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
ada jutaan rasa sakit yang ada di hatinya begitu dia mendengar ucapan Bastian.