
Apartemen Bram
Laki-laki tersebut terlihat bergerak cepat sembari menyambar kunci mobil nya, dia langsung keluar dari apartemen nya sembari mencoba bicara dengan seseorang dari balik handphone nya.
"Tunggu aku disana, aku akan sampai tidak lama lagi"
Bram bicara cepat kemudian bergegas masuk ke pintu elevator yang mengarah menuju kearah parkiran.
Laki-laki tersebut pikir dia harus cepat, sebab seseorang tengah menunggu nya sejak tadi.
Sebentar-sebentar dia melirik kearah jam tangan nya, kemudian dengan cepat pula Jemari laki-laki tersebut langsung menekan tombol elevator tersebut.
Sejenak bola mata nya membulat saat dia melihat dua perempuan cantik ada di hadapannya, Bram menyunggingkan senyuman nya melihat perempuan cantik dihadapan nya.
"Hello girl"
Laki-laki itu langsung mensejajarkan diri, menatap dalam bola mata salah satu perempuan yang ada di samping kirinya, tatapan penuh hasrat terlihat dari balik bola mata Bram saat ini.
__ADS_1
"Hey"
Kedua perempuan itu balas menyapa sembari mengulum senyuman, mereka berbisik-bisik karena melihat laki-laki yang ada di samping mereka, tidak dipungkiri sosok Bram adalah sosok laki-laki yang cukup sempurna, dengan tubuh besar tinggi dan juga wajah seorang player yang menggoda.
"Katakan padaku, apa kalian adalah bidadari baru yang tinggal di tempat ini?"
Laki-laki itu bertanya sembari menatap kedua perempuan tersebut secara bergantian, dia berharap salah satu di antara mereka tinggal di sini menjadi sang penghuni baru apartemen tersebut.
Mendengar pertanyaan dari laki-laki tampan di hadapan mereka, seketika kedua perempuan tersebut langsung menjawab secara bersamaan.
"Kami tinggal di lantai 14"
"Wow... Satu tingkat di atasku, aku pikir aku akan berkunjung sesekali ke atas untuk bermain dan menikmati kopi sambil bercerita soal banyak hal"
Bayangkan bagaimana mulut manis laki-laki tersebut dibicara dan mencoba merayu kedua perempuan tersebut yang terlihat cukup tergoda dengan tata cara Bram.
Pesona dan godaan dari tatapan mata menggoda dan hangat dari Bram seketika membuat kedua perempuan tersebut bergejolak, laki-laki itu menatap mereka dengan tatapan penuh hasrat yang membara, memancing keinginan perempuan manapun hingga membuat di bawah ini mereka berkedut-kedut nakal tidak karuan.
__ADS_1
"Tentu saja kau bisa melakukan kunjungan jika kamu menginginkannya"
Salah satu dari mereka menjawab dengan penuh semangat.
"Kalau begitu kalian bisa memberikan nomor handphone kalian padaku"
Ucap Bram sembari mengedipkan sebelah bola matanya, dia mengeluarkan handphonenya udah menunggu para perempuan itu memberikan nomor mereka kepada Bram.
Dan pada akhirnya sesi tukar menukar nomor telepon terjadi tanpa bisa dihentikan, sembari sesekali ketiga orang itu mengobrol dan tertawa bersama hingga akhirnya Bram tiba di lantai yang dia inginkan, begitu juga rupanya dengan kedua perempuan tersebut.
Mereka sama-sama masuk ke area Parkiran, mereka saling melambaikan tangan untuk salam perpisahan, bahkan Bram tidak lupa menggerakkan tangannya untuk berkata dia akan menghubungi mereka saat pekerjaan nya selesai.
Laki-laki tersebut pada akhirnya melesat masuk ke dalam mobil nya dengan cepat, dia nyaris lupa jika dia memiliki janji dengan seseorang karena godaan dua perempuan cantik tadi.
Dia secepat kilat melesat membawa mobil nya keluar dari apartemen tersebut dengan terburu-buru.
Di ujung sana Alisa masih memarkirkan mobilnya di parkiran tersebut, dia Tampak mengerutkan keningnya sejak Bram keluar dari pintu elevator bersama dua perempuan yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Bisa dilihat bagaimana gerakan Bram terlihat begitu menggoda dan nakal terhadap perempuan lain, belum lagi laki-laki tersebut menggoyang-goyangkan tangannya seolah menandakan jika dia akan menghubungi mereka.
Perempuan itu jelas menggeram sembari menatap kesal ke arah Bram.