Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Penantian bertahun-tahun lamanya


__ADS_3

Masih disisi lain


mansion xxxxxxx


Pusat kota Paris


Beberapa hari sebelum Gibran memindah semua saham ketempat seharusnya.


Setelah dia mengatakan,


"Semoga panjang umur dan sehat selalu, Nek"


Yolanda langsung mengembangkan senyuman nya, menatap kearah Gibran sembari menaikkan ujung alisnya kemudian langsung duduk di samping wanita yang usia nya sudah mulai menua tersebut dimana kini wanita itu tengah duduk tepat di hadapannya itu.


"Kau memang benar-benar bocah pintar"


Puji wanita itu pada Yolanda dengan bangga.


Rencana yang mereka atur selama bertahun-tahun pada akhirnya tiba hingga ke titik akhir seperti hari ini, pada akhirnya sejenak lagi mereka akan merebut kembali perusahaan Conte, Saham dan seluruh aset yang seharusnya sejak awal di miliki oleh penerus Conte dan Elizabeth akan kembali ketempat asal nya.


"Noman cukup gelagapan saat ini mengatur keadaan, setelah kekacauan yang terjadi, pada akhirnya saham perusahaan mereka terjun bebas ke pasaran, beberapa pemegang saham mulai mundur untuk ikut berpartisipasi dalam proyek terbaru yang dia buat belakangan, nek"


Ucap Yolanda cepat.

__ADS_1


Mendengar ucapan perempuan tersebut jelas membuat wanita tua itu merasa begitu senang.


"Ini berkat kamu yang mengendalikan Andrew agar ikut serta untuk menghancurkan saham mereka"


Ucap nya kemudian sambil terus mengembangkan senyuman nya.


Setelah berkata begitu dia langsung menatap ke arah Gibran yang sejak tadi pandangan nya menatap kearah jendela kaca besar yang ada di sisi kiri depan mereka.


"Sudah sejauh ini, apa masih membuat kamu merasa terbebani?"


Wanita itu bertanya kemudian mencoba mulai bangun dari posisi duduknya, dia meraih tongkat yang ada di sisi kanan nya, berusaha berdiri di bantu oleh Yolanda.


"Kematian Eliza pada akhirnya akan terbalas kan juga, seharusnya kamu bahagia?"


"Tapi aku tidak bisa membuat ibu kembali, Tante"


Ucap Gibran lirih, kemudian dia kembali membuang muka nya.


Wanita itu diam, dia adalah kakak kandung ayah nya dan Noman.


Dulu di keluarga Conte anak perempuan tidak berhak atas harta peninggalan orang tua nya, tapi wanita itu tahu Noman bukanlah laki-laki yang baik, bukan juga saudara yang baik.


dia telah memperingati ayahnya jika Noman sosok serakah yang bergerak secara diam-diam Dibelakang semua orang, tapi ayah nya berkata mana ada saudara yang akan mengkhianati saudaranya sendiri.

__ADS_1


Nyatanya di dunia ini ada banyak saudara saling membunuh hanya karena harta warisan.


Dimana itu Noman menyingkir dirinya secara perlahan, bahkan siapa sangka laki-laki itu Menjebak nya dengan skandal luar biasa yang membuat diri dibenci oleh ayah nya sendiri.


Saat dia kembali siapa sangka Noman juga menyingkir kakak laki-laki pertama nya dengan cara yang begitu mengerikan, menghancurkan kakak ipar nya bahkan semua keponakan nya.


Dia ingat bagaimana dia bertemu dengan Eliza dengan jutaan kekacauan.


"Apa yang terjadi pada kakak ku?"


Alih-alih menjawab, Eliza mengeluarkan air mata nya, perempuan tersebut bahkan berusaha menahan Isak tangis nya.


"Kakak, Gibran...."


Seketika dia membulat kan bola matanya saat ipar nya bercerita soal apa yang terjadi selama dia menghilang beberapa tahun ini.


"Dimana dia?"


sebaris pertanyaan tersebut diluncurkan oleh nya, kemudian jangan tanya bagaimana kemarahan nya kala itu.


"Tapi setidaknya dia pasti bahagia ketika tahu bagaimana mencapaian mu, kau berhasil mendapatkan kembali semua nya"


Ucap wanita itu sembari menepuk lembut punggung Gibran, dia menoleh kearah Yolanda kemudian membiarkan tangan kanan nya menyentuh pipi Yolanda dengan gerakan lembut.

__ADS_1


Yolanda terlihat menyandarkan kepalanya di bahu wanita tua itu, Perempuan tersebut memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.


__ADS_2