Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Sejak awal memang dalam rencana


__ADS_3

Entah berapa lama waktu berlalu hingga akhirnya suasana penuh tangis berubah menjadi kebahagiaan, semua orang terlihat saling memeluk antara satu dengan yang lainnya, bahkan tidak lepas ucapan selamat terus disematkan.


Bastian jelas terkejut karena mommy nya di pilih menjadi the next owner of Conte company, dan dia akan menjalankan perusahaan tersebut setelah dia menyelesaikan masa kuliahnya.


Meskipun sebenarnya itu jelas terasa sangat berlebihan tapi Venus berkata jika Bastian memang pantas untuk mendapatkan semuanya.


Laki-laki itu menurut Venus terlalu lama menderita dan mendapat kan hukuman atas kesalahan yang tidak pernah dilakukan nya, bahkan Linda atau Winda yang tidak memiliki kesalahan apapun harus menderita karena perbuatan dari laki-laki keluarga Conte.


"Ini kejutan nya?"


Gerald bertanya sambil melirik kearah Venus sembari laki-laki tersebut menelisik bola mata istri nya.


Dia cukup terkejut, bahkan bisa dikatakan sangat terkejut dengan apa yang terjadi malam ini.


Penangkapan Julio, kejahatan yang dilakukan nya, ulang tahun Bastian, bangun nya Winda dan siapa yang menjadi the next owner Conte company, bayangkan bagaimana ekspresi terkejut nya Gerald saat melihat semua kejutan demi kejutan yang terjadi dihadapan.


Ini benar-benar berada di luar ekspektasi nya.


Namun yang menjadi pertanyaan besar Gerald adalah, siapa yang mengatur seluruh rencana hingga menjadi seperti ini?.

__ADS_1


Menjatuhkan julio jelas merupakan satu keberhasilan yang sangat luar biasa menurutnya sebab laki-laki tersebut benar-benar hebat dalam mengendalikan orang lain untuk ambisi nya sendiri.


Perfect.


Itu yang ada didalam pikiran Gerald.


Alih-alih menjawab pertanyaan suami nya, Venus pada akhirnya lebih memilih mengulumkan senyuman nya,dia menelisik bola mata suaminya secara bergantian.


"Ini membuat ku cukup terkejut, baby"


Gerald lagi kemudian.


Lanjut laki-laki tersebut kembali, dia membuang pandangannya kemudahan menatap kembali kearah depan nya dimana bisa dia lihat Linda tengah menundukkan tubuhnya dan memilih memeluk Winda.


Entah kapan perempuan tersebut bangun dan sadar dari tidur panjangnya dia tidak tahu.


"Yah dia memang pantas mendapatkan nya, bahkan mommy Bastian jauh lebih pantas mendapatkan nya"


Akhirnya Venus membuka suaranya.

__ADS_1


"Saat tahu apa yang terjadi pada Bastian dan Linda, rasanya aku tidak memiliki muka untuk berhadapan dengan Bastian, bahkan untuk bicara dengan nya saja aku sudah kehilangan keberanian, seolah-olah karena keluarga Conte dia menjadi seperti itu, menjadi anak yang di abaikan dan hidup dalam ketidak pastian"


Perempuan tersebut bicara sembari Bola mata nya terus menatap Bastian yang kini di rangkul oleh paman Gibran nya.


"Paman menyusun rencana yang begitu matang selama bertahun-tahun, menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan kakek tiri mommy ku dan Julio sendiri"


Mendengar ucapan Venus, sejenak Gerald menoleh kembali kearah istri nya tersebut, entah kenapa saat mendengar kata jika Gibran telah merencanakan semuanya sejak lama bahkan bertahun-tahun yang lalu, tiba-tiba saja membuat Gerald memiliki satu pertanyaan mendasar dari dalam hati nya.


Dia ingin ingin sekali menanyakan hal tersebut dan cukup penasaran akan semua nya, tapi Gerald mencoba untuk tidak memikirkan nya kemarin, namun hari ini tiba-tiba di memikirkan nya kembali dan mencoba untuk melontarkan tanya pada istri nya tesebut.


"Katakan pada ku, apakah kebersamaan kita sejak awal juga telah di atur oleh Gibran?"


Tanya Gerald dengan penuh rasa penasaran.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh sang suami seketika membuat Venus langsung menoleh ke arah laki-laki tersebut.


"aku menanyakannya karena aku merasa seolah-olah pertemuan kita sejak awal memang telah diatur dengan sempurna"


lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian sembari menatap dalam bola mata sang istrinya.

__ADS_1


__ADS_2