Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Kemungkinan besar yang dia fikirkan


__ADS_3

Laki-laki tersebut sejenak menghela nafas pelan, dia memejamkan perlahan bola matanya untuk beberapa waktu.


Pemikiran nya kini berkecamuk menjadi satu.


Seseorang mencelakai Eliza di masa lalu?!.


Siapa? Daddy mereka sendiri?!.


Oke seorang ayah bisa melakukan apapun dalam keadaan terjepit, menghalalkan segala cara untuk menyelamatkan karir dan keluarga nya tapi bukankah sangat aneh jika seorang ayah melakukan kejahatan untuk anak-anak mereka sendiri?.


Ada istilah yang selalu melekat di hati banyak orang, sejahat-jahat nya harimau mereka jelas tidak akan memakan anak-anak mereka sendiri.


Hewan masih punya hati nurani, masih bisa membedakan mana lawan mana kekuarga, bahkan sejahat-jahat nya mereka, setidaknya mereka masih memiliki sedikit pemikiran untuk membedakan antara kawan dan lawan.


Jadi sangat aneh jika seorang ayah akan menjebak, menjerumuskan, menghancurkan bahkan membunuh putra putri nya sendiri, menghancurkan kebahagiaan putra putri nya sendiri kecuali....


Gerald sejenak mengerutkan keningnya.


Laki-laki tersebut membulatkan bola matanya, seolah-olah dia memikirkan sebuah jawaban paling masuk akal didalam pemikiran nya.


Apa mungkin?!.


Batin nya pelan.


Mengingat bagaimana Eliza selalu menyembunyikan identitas nya, mengingat bagaimana buruk nya hubungan Gibran dan tuan Conte yang cukup buruk dan mengingat bagaimana watak Eliza dan Gibran yang sangat berbeda dengan tuan Conte, seketika membuat Gerald berusaha untuk menyimpulkan Sesuatu.


Oh shi..t tidak mungkin.


Laki-laki tersebut seketika mencoba menggenggam erat telapak tangan nya.


"Daddy, Kenapa diam?"


Seketika suara Venus mengejutkan dirinya.


laki-laki tersebut langsung membuang pemikiran nya.

__ADS_1


"Bukan apa-apa hanya sedikit memikirkan soal pekerjaan"


Jawab Gerald cepat.


"Apakah ada hal yang sulit terjadi di perusahaan?"


Sang istri kembali bertanya.


"Tidak, hanya sedikit persoalan, semua baik-baik saja"


Jawab laki-laki itu lagi.


Gerald kemudian berusaha melupakan hal tersebut sejenak, dia fikir isi kepalanya beberapa hari ini jelas tidak baik-baik saja, dia mencoba untuk tidak menggunakan isi kepalanya merangkai konflik yang begitu berat malam ini.


Ada hal yang lebih berat lagi dari pada persoalan kasus di masa lalu, dia menundanya sejak beberapa hari kemarin sebelum pernikahan nya dengan Venus.


Dia melebarkan senyuman nya, menatap bola mata Venus yang menatap nya dengan pendangan yang begitu syahdu.


"Baby.."


Bisik Gerald kemudian sembari menyentuh lembut wajah istri nya itu.


Venus hanya menjawab ber hmm ria, tangan kirinya menyentuh lembut dada Gerald, dia beberapa kali mengusap dada laki-laki tersebut sembari kini menenggelamkan Kepala nya dengan manja ke dada bidang laki-laki tersebut.


"Masih mengantuk kah?"


Tanya Gerald kemudian.


Venus menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Yakin?"


Tanya Gerald lagi untuk menyakinkan Venus.


Mendengar pertanyaan Gerald yang tidak biasa membuat perempuan itu langsung menggeser tubuhnya, dia menatap wajah suaminya sembari mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"


Tanya nya kemudian.


"Jawab dulu hmmm, apakah kamu ingin melanjutkan tidur sekarang? masih mengantuk?"


Tanya Laki-laki itu sekali lagi.


Seolah-olah sedang berfikir, Venus pada akhirnya menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku pikir aku kehilangan mood untuk kembali tidur"


Jawab nya pelan.


Mendengar jawaban seperti itu seketika membuat Gerald mengembangkan senyuman nya.


"Boleh?"


Saat Gerald bertanya boleh, jemari laki-laki tersebut secara perlahan menyentuh lembut bibir nya.


"Ya?"


Laki-laki itu menggesekkan pelan Jemari nya ke bibir Venus, kemudian secara perlahan tangan laki-laki itu mengusap lembut wajah Venus.


"Malam ini bolehkah?"


Tanya Gerald lagi sembari terus menatap wajah Venus.


Gadis itu jelas tidak paham dengan kode-kode dan maksud yang diberikan Suaminya.


"Aku tidak paham maksud Daddy"


Jawab nya dengan wajah polos.


"Maksudnya ba..."

__ADS_1


Dia baru ingin melanjutkan pertanyaan nya namun sepersekian detik kemudian tiba-tiba Gerald langsung melesatkan bibirnya ke bibir Venus, membungkam dirinya begitu saja dengan ciuman yang begitu lembut dan panas.


Perempuan itu jelas membulatkan bola matanya, Venus langsung mengencangkan pegangan nya di lengan Gerald, menikmati manisnya ciuman yang diberikan sang suaminya untuk beberapa waktu.


__ADS_2