
"Vee...?"
Andrew berusaha tersadar dari terkejutannya, seketika dia sadar saat putrinya berdiri tepat di hadapan mereka.
Yolanda jelas menampilkan ekspresi terkejut nya juga, wajahnya sedikit memucat Dan dia sedikit gemetaran.
rasa takut jelas menghantam dirinya apalagi dia yakin sahabatnya itu melihat apa yang telah dia dan Daddy sahabatnya itu lakukan barusan.
Sedangkan Andrew, laki-laki tersebut langsung melangkah mendekati putrinya.
Venus yang sejak tadi mengerutkan keningnya seketika terus menatap Daddy nya dan sahabat baik nya itu.
bisa dia lihat bola mata Yolanda tidak berani menatap ke arah dirinya seperti biasa.
"Ada apa? kenapa Daddy disini? sejak kapan Daddy pulang? kenapa tidak memberitahukan aku soal kepulangan Daddy ke Prancis?"
perempuan tersebut menambah daftar pertanyaan kepada Daddy nya saat ini, berusaha membuang pandangannya dari wajah sahabat nya.
Venus fikir seharusnya laki-laki itu ada di Indonesia, Dimana daddy nya seharusnya tengah menyelesaikan pekerjaan nya disana untuk beberapa bulan lamanya, kemudian daddy nya baru akan kembali ke Prancis dalam beberapa Minggu kedepan.
Lalu kenapa saat ini Daddy nya sudah berada di Prancis tanpa memberikan nya kabar terlebih dahulu seperti sebelum-sebelumnya.
Bahkan aneh nya selain tidak memberikan dia kabar, yang di datangi Daddy nya bukan apartemen nya melainkan yang Daddy nya datangi pertama kali adalah apartemen sahabat baik nya, Yolanda.
Belum lagi adegan tadi yang.....?!.
__ADS_1
Wait Adegan apa tadi?!.
Berciuman?!.
Venus semakin mengerut kan keningnya.
mendapatkan pertanyaan dari Venus membuat Andrew bingung harus memulai dari mana jawaban nya.
Dia ingin jujur soal apa yang terjadi semalam, tapi dia takut Yolanda Masih belum siap untuk membicarakan nya.
"Daddy baru kembali semalam,kau tahu? sangat sulit sekali menghubungi kamu sejak semalam sayang"
Andrew bicara sambil memeluk erat tubuh putri nya tersebut, dia mencium puncak kepala Venus kemudian melepaskan pelukan penuh kerinduan nya pada putrinya secara perlahan.
"Kamu bahkan belum mengaktifkan handphone mu hingga sekarang"
Oke Venus ingin bertanya dan sedikit marah tapi malah Daddy nya yang sekarang balik bertanya dan sedikit mengerutkan keningnya.
"Semalam kamu tidur dimana? teman yang mana? Daddy pergi ke apartemen kamu, tidak ada orang, pergi ke apartemen Yolanda kamu juga tidak terlihat sama sekali di apartemen nya, lalu kemana kamu semalam?"
Andrew bertanya sambil menatap bola mata putri nya tersebut.
Seketika pertanyaan Daddy nya membuat Venus membeku.
Kemana dia semalam? tentu saja bersama Om Gerald, melewati malam panas berdua, dia kehilangan mahkota 👑 berharga nya hingga akhirnya mereka sepakat untuk menikah.
__ADS_1
Dan mereka jelas butuh izin Dari Daddy nya.
Namun Venus belum siap untuk membicarakan persoalan rumit yang mereka lewati.
"Berikan Daddy alasan yang tepat dan teman lainnya yang rumah atau apartemen nya kamu jadikan tempat menginap semalam!"
Mendapat pertanyaan seperti itu seketika membuat Venus menelan salivanya.
Kemana alasan terbaik yang bisa dia berikan?!.
Tapi tunggu dulu, Venus fikir apa Daddy nya berusaha mengalihkan pembicaraan?!.
"Tunggu dulu, Daddy tidak ingin menjawab pertanyaan ku yang tadi? kapan Daddy pulang? kenapa tidak menghubungi aku? lalu kenapa daddy ada di apartemen Yolanda? apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?"
Lagi Venus bertanya sambil menoleh kearah Yolanda.
"Kalian bahkan saling mencium di bibir? apakah kalian berpacaran?"
Tanya Venus dengan cepat.
mendapatkan pertanyaan terakhir yang terlontar dari bibir perempuan tersebut seketika membuat Andrew dan Yolanda saling menelan Saliva.
"Ada sesuatu yang ingin daddy Bicarakan"
Andrew bicara Sambil menatap dalam wajah Venus saat ini.
__ADS_1
"Sebenarnya daddy...."