Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Sedikit kisah sedih


__ADS_3

Sedikit penggalan kisah masa lalu


Ketika kejujuran tidak lagi memiliki nilai harga dan kebohongan lama-lama akan menjadi sebuah musibah.


Kata kiasan.


"Kau benar-benar menutup mulut mu soal kenyataan Gerald?"


"Aku tidak bisa kehilangan kehidupan di La Oberoy"


"Apa kehidupan nyaman Begitu penting untuk orang-orang kaya sekelas kalian?"


"Shut up"


"Kau menutupi soal kebohongan ayah mu, dia membunuh seorang laki-laki tua, bahkan dia menutup orang-orang jujur dengan uang nya untuk menutup mulut para saksi dari keluarga miskin bersama kakak mu, kau tahu itu bahkan kau menjadi salah satu saksi kejadian malam itu"


"Aku tidak benar-benar melihat nya, semua terjadi begitu cepat, dari kejahuan"


"Tapi kau juga melihat kejadian nya, dimana letak hati nurani mu?"


"Persetan dengan semua nya, tutup mulut mu, anggap aku tidak mendengar dan melihat apapun"


*****


"Tuan muda La Oberoy, apakah sopir dirumah mu melakukan aksi bunuh diri di depan mata mu?"


"Yes Miss"


"Kau yakin dia tidak di dorong oleh seseorang?"


"Yes, aku melihat nya sendiri dengan mata kepala ku"


*******


"Elizabeth Conte, apakah Anda melihat teman mu di perkosa?"


"No"


Bola mata Elizabeth terlihat menatap perempuan dihadapan nya dengan pandangan nanar, kegelisahan terlihat menguap di dalam ekspresi wajahnya.


"Apa anda sedang berusaha membohongi semua orang?"


"tidak"


"Ini soal hidup dan mati juga harga diri seseorang"

__ADS_1


Ketika perempuan di hadapannya berkata begitu, tangan Eliza terlihat bergetar, gadis itu berusaha untuk menggenggam tangan nya dengan keras.


Ini juga soal harga diri dan hidup mati seseorang, bukan kah tiap orang punya alasan untuk bungkam? Maafkan aku Linda, maafkan aku.


******


Di sebuah rumah sakit mendominasi berwarna putih, ketika derap langkah kaki semua orang terdengar memekakkan telinga, ketika semua tubuh terlihat berlarian mengejar keadaan dan waktu.


Ibu Linda menatap putri kesayangannya yang tergeletak di atas ranjang rumah sakit melewati kaca pembatas yang ada dihadapan nya.


Entah sudah berapa lama waktu berjalan, Linda tidak kunjung bangun dari tidur panjang nya.


Air mata wanita tua itu tumpah sejak tadi, dia bahkan tidak lagi mampu mengeluarkan suara tangisannya sejak berminggu-minggu yang lalu.


Dia kehilangan cahaya di rumah nya, tidak menyangka melepas kan putri nya ke keluarga Conte akan berakhir seperti ini.


"Tidak kah kau ingin bangun nak? malam ini hari ulang tahun mu hmmm, ibu dan ayah telah menyiapkan kue ulang tahun nya"


Wanita tua itu bicara dalam keheningan, berusaha menahan isakan tangisan nya.


"Kau tahu sayang? Winda bahkan tidak mau bicara dan keluar dari kamar nya"


Lagi wanita itu terisak.


"Gibran bahkan menghilang entah kemana, Eliza menarik kesaksian nya atas kejahatan ayah nya, semua orang mengkhianati kamu, Linda"


"Bahkan ayah mu.....Oh ... bagaimana ini... ayah mu..."


Wanita tua itu tidak melanjutkan kata-katanya, dia berusaha untuk menutup mulutnya.


Dia ingat bagaimana Tuan Conte dan tuan La Oberoy mengancam nya


"Kau bisa memilih bungkam untuk menutup soal kenyataan, bawa putri mu menjauh dari Manhattan dan jangan pernah kembali lagi ke sini hingga akhir"


"Aku tidak segan-segan menghabisi sisa keluarga mu, jadi fikirkan semua nya dengan baik"


"Bangunlah nak, ayo pergi menjauh dari para monster itu Hmmmm, mari buka lembaran baru bersama ibu, ayah mu tidak bisa ikut pergi, dia sudah tenang bersama angin"


Wanita itu kembali berguman, bola matanya terus menatap para dokter yang mencoba untuk memberikan alat kejut jantung kepada dirinya.


Bisa dia lihat betapa sakit nya jantung itu, ketika jantung hatinya yang dia besarkan segenap tenaga kini tengah berjuang seorang diri di antara hidup dan mati nya di balik kaca besar dimana kini dia berdiri.


Satu putri nya berjuang antara hidup dan mati, yang satu kehilangan keceriaan nya dan tidak bisa memperjuangkan harga diri nya.


******

__ADS_1


Dia Hamil.


Ohhhh...!?.


Wanita itu menutup mulutnya.


"Kau tahu? satu-satunya cara adalah...."


"Itu kecurangan"


Ucap ibu Linda pelan.


"Lebih curang mana ketika ke dua putri mu diperlakukan dengan tidak adil? saat hati nurani telah menghilang di antara orang kaya? anggaplah semua keluarga hancur karena perbuatan mereka sendiri, buang pandangan mu soal hati nurani"


*****


Hahhhhhh


Linda membuka bola matanya dengan cepat, warna lampu seketika menyilaukan bola matanya, rasa sakit menghantam puncak kepalanya.


Sejenak Linda meraba-raba perutnya, dia mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.


"Dimana bayi ku, Bu?"


Alih-alih menjawab wanita tua itu malah menangis menatap wajah Putri nya.


"Dimana ayah, Bu?"


Wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Apakah Gibran datang menemui ku?"


Wanita tua itu menggelengkan kepalanya.


"Dimana sahabat baik ku, Elizabeth?'


Lagi wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Ibu, dimana Winda?'


Linda masih mencoba melebarkan senyuman polos nya, menatap ibu nya dengan jutaan tanda tanya.


"Dia tidak baik-baik saja, dia berada di masa kritisnya, berjuang dalam kelahiran putra nya"


"Ya?"

__ADS_1


__ADS_2