
Pssstttt
ada yang tanya Yash dan Alessia Di mana sih sebenarnya sekarang?!.
Sempat di bawa di beberapa PF Mak tapi masih kontak tidak Eks sebab masih cari rumah ternyaman buat mereka.
Nah yang penasaran baca Cari dengan judul yang sama, ada di apk K.B.M si hijau manis di sebelah yah makkkk.
Judul? kayak di cover awal "RAHASIA HATI".
biar bikin penasaran Mak author kasih penggalan sedikit kisah mereka nieee.
****
Rumah sakit xxxxxxx
Alessia menatap notifikasi yang masuk kedalam handphone nya untuk beberapa waktu dengan tangan bergetar, begitu melihat jumlah uang yang dia terima didalam rekening nya, seketika air mata nya tumpah.
Dia menangis lirih tanpa mengeluarkan suaranya, dada dan tubuh nya bergetar diiringi air mata nya yang turun tanpa ingin berhenti.
Begitu uang masuk, dia tahu masa depan nya telah terikat dan terbelenggu, dia mau tidak mau dan siap tidak siap harus menerima semua keadaan dan keputusan yang telah dia sepakati Kemarin bersama nyonya Khalid.
Seberat apapun beban hidup, dia pikir bukankah dia harus menerimanya dengan lapang hati?!.
tidak peduli suka atau tidak, yang jelas dia harus tetap tersenyum demi Agnes yang memang membutuhkan uang untuk biaya operasi nya malam ini dan dia juga membutuhkan uang tersebut saat ini.
"Nona, anda bisa membayar tagihan nya"
Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan Alessia, gadis itu seketika tersentak dari pemikiran nya.
Alessia buru-buru membalikkan tubuhnya, mencoba menghapus air mata nya cepat dengan punggung tangannya.
"Iya, berikan total nya"
Ucap Alessia masih dengan bola mata yang memerah dan suara nya yang serak.
Perempuan dihadapan Alessia hanya melirik gadis itu sejenak, dia menghela pelan nafas nya kemudian mencoba melebarkan senyumannya sambil menyerahkan sebuah kertas kearah Alessia.
"Aku akan mengambil uangnya"
Ucap Alessia pelan.
Mendengar jawaban Alessia, perempuan tersebut hanya mengangguk kan kepalanya perlahan.
Di rumah sakit melihat para pengunjung dengan mata memerah karena menangis atau wajah yang menampilkan ekspresi cemas sudah bukan menjadi rahasia umum lagi.
Karena hal seperti itu telah menjadi makanan sehari-hari para perawat dan dokter yang ada disana, tapi melihat gadis yang kini berbalik dan melangkah kan kakinya dengan terburu-buru menuju ke arah ATM depan sana membuat perempuan berpakaian serba putih tersebut terlihat menatap punggung gadis cantik tersebut sembari menarik pelan nafasnya.
Dia menatap iba gadis cantik itu untuk beberapa waktu.
"Nona Alessia sudah datang?"
Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya, itu adalah dokter Rick.
"Ya? ah iya dia akan kembali dalam beberapa menit lagi"
Perempuan itu menjawab dengan cepat.
__ADS_1
Mendengar Jawaban Perempuan dihadapan nya, membuat dokter laki-laki tersebut mengembangkan senyuman, dia mengangguk dan berniat melangkah pergi menjauhi Perempuan tersebut namun tiba-tiba Perempuan itu berkata.
"Apa itu baik-baik saja?"
Tanya Perempuan itu kemudian.
"Ya?"
Dokter Rick langsung berbalik sambil mengerutkan keningnya.
"Aku cukup mengkhawatirkan Alessia, apakah semua akan baik-baik saja? aku pikir nyonya Khalid sudah bertindak melampaui batasan nya, memanfaatkan anak polos yang..."
Perempuan itu bicara cepat namun didetik berikut nya dia menghentikan kalimat nya.
"Tidak, dia tidak berlebihan dan tidak memanfaatkan Alessia, dia tahu mana yang terbaik untuk gadis tersebut"
Jawab laki-laki itu cepat.
"Tapi tetap saja..."
"Sejak awal sudah ada benang merah yang mengikat Yash dan gadis itu, Hana tahu betul soal itu"
Potong Dokter Rick cepat.
"Tapi tetap saja dia..."
"Saat kebenaran terbuka, Yash dan Alessia pasti tidak akan pernah menyesali pernikahan mereka, cukup diam dan jangan keluarkan suara kita, sebab kita tidak punya hak untuk buka suara"
Setelah berkata begitu, laki-laki tersebut buru-buru langsung bergerak pergi meninggalkan perempuan tersebut secara perlahan.
Yah seharusnya dia cukup diam dan tidak banyak bicara, meskipun tahu tentang kenyataan dimasa lalu, bicara saat ini hanya akan menambah kesulitan.
****
Rumah sakit xxxxxxx
Pemeriksaan kepada Alessia
Dokter Rick dan beberapa perawat lainnya terlihat begitu fokus dalam melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan dan tubuh Alessia.
Berbagai macam rangkaian pemeriksaan dijalan kan gadis tersebut entah sejak pukul berapa.
Alessia hanya berada seorang diri di sana tanpa di temani siapa-siapa, dia pikir dirinya memang tidak diharuskan ditemani oleh siapapun, mengingat dia memang tidak lagi memiliki siapa-siapa dan tidak punya satupun keluarga yang tahu akan mereka.
setelah melewati serangkaian panjang pemeriksaan pengecekan kondisi tubuh nya yang tiada henti sejak pagi, pada akhirnya pemeriksaan tersebut selesai juga.
Gadis itu kini duduk tepat menghadap ke arah Dokter Rick, dengan perasaan khawatir dia menatap laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.
"Kita akan melakukan prosedur operasi nya dalam beberapa hari kedepan, ini akan cukup memakan waktu lama dan aku pikir kamu butuh seseorang untuk merawat mu setelah proses operasi nya"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
Alessia Terlihat berpikir, dia sejenak diam kemudian menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Aku tidak memiliki seorang keluarga pun kecuali Agnes dan bibi ku"
Ucap nya pelan sambil menundukkan kepalanya, Alessia terlihat begitu cemas dan Mencoba menggenggam erat telapak tangan nya.
Bukan rahasia umum lagi jika dirinya dan saudaranya tidak memiliki orang tua atau keluarga lainnya.
__ADS_1
Di Indonesia dulu mereka tinggal di komplek kumuh bersama ayah dan ibu mereka, saat kecil ibu mereka meninggal dunia, kemudian Alessia dan Agnes dipaksa hidup mandir dan harus bisa berjuang untuk hidup layak nya seperti anak-anak kebanyakan.
Ayah nya yang sakit-sakitan akan sulit keluar untuk bekerja, karena itu saat sekolah mereka harus secara bergantian menggunakan pakaian sekolah.
Bibi muda bekerja di rumah salah satu keluarga kaya raya, hingga akhirnya Agnes di ambil menjadi anak angkat disana, tapi satu peristiwa membuat saudara kembar nya kehilangan masa depan, hamil dan terpaksa kembali ke Manhattan saat ini.
Dia sama sekali tidak tahu dimana keluarga lain mereka hingga hari ini, tidak pernah tercetus oleh ayah mereka soal Keluarga mereka yang lainnya tinggal dimana dan siapa.
Sebenarnya Alessia sering bertanya kepada ayah nya dimasa anak-anak nya dulu, dia bertanya kenapa mereka tidak memiliki bola mata yang sama dan warna kulit yang sama, bahkan kenapa.....
"Ayah kenapa golongan darah kita tidak ada yang sama?"
Saat itu dia pernah bertanya soal hal itu pada ayah nya.
tapi saat itu ayah nya menjawab dengan jawaban paling tepat.
"Bukan hanya antar individu, golongan darah ayah dan anak kandungnya pun bisa saja berbeda. Perlu diingat bahwa meski gen, DNA, dan berbagai bagian dari diri anak bersumber dari orangtua, belum tentu golongan darah anak akan sama dengan ayah atau ibunya."
dan itu jelas masuk akal.
Alessia tidak lagi menanyakan soal itu pada ayah nya tapi....
Saat ayah nya kritis dirumah sakit ada satu hal yang cukup mengejutkan yang dia dengar dari seorang dokter.
"Putri kandung? aku pikir ada kesalahan didalam pemeriksaan nya"
Kala itu seorang dokter bicara dengan begitu gelisah, bahkan dia memperhatikan dirinya dan ayah nya.
"Kalian tidak memiliki sedikit pun kemiripan bahkan pemeriksaan nya tidak menyatakan kalian...."
Dokter itu menggantung kalimat nya, menatap bola mata Alessia dengan ragu-ragu.
Alessia tidak pernah menyimpan kecurigaan nya lagi saat ayah nya menangis menghadap dirinya, hingga sebelum dia berkata akan pergi ke luar negeri untuk mengumpulkan biaya pengobatan laki-laki itu, ayah nya memberikan dia sebuah kalung Sembari berkata.
"Pergilah ke Manhattan, satu hari kau akan menemukan sebuah kebahagiaan disana"
Saat itu dia ingin pergi ke Singapura atau Hongkong, tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi cukup membuat dia tergiur, tapi tiba-tiba agensi tempat dia mendaftar mengubah jalur pekerjaan nya.
"Manhattan? kafe?"
Alessia mengerutkan keningnya.
Tapi dibandingkan menjadi pekerjaan rumah tangga, menjadi pelayan di kafe jelas terdengar jauh lebih baik kala itu bagi nya.
Hingga akhirnya dia menerima pekerjaan dari agensi Tersebut dan bekerja di kafe dimana rupanya kafe tersebut merupakan kafe milik orang tua teman kallan.
"Jangan khawatir soal apapun, aku akan menyiapkan seseorang untuk merawat Alessia hingga masa pemulihan nya"
Tiba-tiba suara seseorang terdengar memecah keadaan.
Alessia dan dokter Rick langsung menoleh ke asal suara tersebut.
...To be continued...
****
Penasaran ga yah? penasaran ga sih?!,😁🤭.
pasti penasaran lahhhh makkkk sama kelanjutan nya!!!.🤪🤪🤪💋💋💋💋.
__ADS_1
Cuz baca di ono yux makkkk sementara.