
Kembali ke kediaman Gerald
Beberapa jam sebelum Pesta ulang tahun perusahaan
Conte company
Venus sejak tadi sibuk berbenah, seorang penata rias di datangkan khusus oleh Gerald untuk dirinya, dimana sang suami berkata mereka akan menghadiri pesta ulang tahun keluarga Conte.
Sedikit terkejut karena perusahaan Conte ingat untuk mengundang perusahaan La Oberoy.
Gerald bilang mereka pernah membuat kerjasama dimasa lalu untuk sebuah proyek, itu terjadi begitu lama, kemudian menjalin hubungan cukup baik dan kembali mencoba menjalin kerjasama kembali dalam beberapa bulan kemarin, namun Gerald menghentikan rencana kerjasama karena perusahaan Conte dikabarkan sedang diterjang masalah serius soal saham yang merosot turun secara drastis.
Berita itu cukup membuat Venus hanya bisa diam.
Saham Conte merosot tajam?!.
Itu terdengar biasa saja di balik telinga nya.
Meskipun daddy Venus tidak pernah ikut campur dengan urusan keluarga Mommy nya, Conte company soal saham dan lain sebagainya, tapi mereka menyimpan cara menghargai untuk hadir di dalam tiap acara penting perusahaan.
Sejujurnya hubungan Antara Andrew dan kakek Julio nya tidak dibilang baik-baik saja, tidak tahu sebenarnya ada persoalan apa di masa lalu tapi mereka tidak pernah...Ah tidak... tidak.... tidak....Venus pikir mereka jarang saling bertegur sapa jika bertemu, bahkan seingat Venus mereka sama sekali tidak berniat untuk saling menguntungkan perusahaan antara satu dengan yang lainnya.
seolah-olah sejak awal ada hubungan buruk yang terjadi di antara mereka semua, namun tidak pernah Venus ketahui apa yang terjadi di masa lalu.
Dan dia pun tidak pernah benar-benar dekat dengan kakek julionya, setiap kali dia kembali ke kediaman keluarga mommy nya dia merasa cukup asing terhadap laki-laki tersebut.
orang-orang bilang kakek dan nenek akan jauh lebih dekat dengan cucu mereka, bahkan mereka akan mencurahkan kasih sayang terhadap para cucu di keluarga mereka, namun realitanya Julio sama sekali tidak pernah melakukan hal tersebut.
meskipun yang dia tahu laki-laki tersebut adalah saudara dari kakek laki-lakinya, tapi mereka selalu sejak awal terlihat tidak memiliki hubungan apa-apa.
yang lebih aneh lagi adalah daddy nya selalu mewanti-wanti dirinya agar jangan terlalu dekat dengan laki-laki tua tersebut, kata daddy nya kakek Julio menyimpan banyak rahasia di masa lalu yang tidak pernah diketahui oleh orang-orang.
kemudian yang lebih mencengangkan lagi adalah ketika dia mengetahui soal paman muda nya pada kejadian beberapa tahun silam.
"Baby"
Tiba-tiba Gerald bicara mengejutkan Dirinya, Venus menoleh dengan cepat melalui kaca besar dihadapan nya.
Dia baru sadar, sang penata rias telah pergi dari ruangan tersebut sejak beberapa waktu yang lalu.
"Hmmm ada apa?"
Venus bertanya sembari sedikit memejamkan bola matanya ketika tiba-tiba Gerald memeluk hangat tubuh nya dari belakang, laki-laki tersebut kemudian mencium lembut tengkuk lehernya.
Detik kemudian laki-laki itu tiba-tiba mencoba menggoda dirinya, tangan nya dengan nakal naik ke bagian dadanya.
"Dad"
Venus merengek lembut, mencoba untuk menahan gerakan tangan laki-laki tersebut.
__ADS_1
Alih-alih mendengarkan kan rengekan Venus, laki-laki tersebut langsung membalikkan tubuh Venus agar menghadap kearah dirinya, laki-laki itu kini kembali memeluk pinggang perempuan tersebut.
"Daddy kita akan pergi ke pesta ulang tahun perusahaan, jangan memancing"
Venus merengek manja, mencoba untuk melepas kan pelukan Gerald dari tubuh nya dengan kedua tangannya.
"Tidak bisakah kita melakukan nya sekali saja?"
Goda Gerald kearah dirinya, laki-laki tersebut semakin mengeratkan pelukannya.
"Dad..."
Venus baru akan kembali protes, tiba-tiba laki-laki tersebut langsung menyambar bibirnya dengan lembut, seketika laki-laki tersebut langsung menyesap dan memainkan bibir nya dengan penuh semangat, membuat Venus yang awal nya menolak seketika langsung memejamkan bola matanya, ikut menikmati pangutan lembut dan panas yang diberikan oleh suaminya tersebut.
Lama laki-laki tersebut memangut bibirnya, sembari Jemari nakal dari tangan kanan Gerald mulai bergerak menggesek pinggir telinga nya.
Gerakan tersebut membuat Venus seketika meremang, hal itu membuat adrenalin dirinya Seketika langsung membuncah.
Jangan katakan mereka harus melewati sesi bercinta saat ini.
Batin Venus.
Gerald terus bergerak mencium bibir Venus sembari dengan nakal nya lidah laki-laki itu mencoba menyeruak masuk ke rongga mulutnya dan mengajak dia untuk berbelit lidah.
Sedangkan jemari Gerald Kini beralih dari telinga Venus bergerak menuju kearah bawah, mencoba masuk ke bawah gaun Venus, dan dengan gerakan lembut berusaha naik menuju ke belahan gaun nya yang mengarah menuju ke paha mulus kiri Venus.
Sejenak jemari tangan laki-laki tersebut bergerak mengelus lembut pahanya menuju ke area inti milik nya dibawah sana, membuat Venus seketika membuka bola matanya saat dia merasa jari itu dengan nakal mulai mencoba menyeruak masuk ke dalam sana, menyadari hal tersebut perempuan itu seketika membulatkan bola matanya.
"Oh god, dad..."
Venus langsung memundurkan tubuhnya dengan cepat, melepaskan ciuman mereka begitu saja.
Sejujurnya dia hampir basah karena godaan laki-laki tersebut, bisa jadi dia terbuai terlalu jauh saat ini jika saja Venus lupa kemana mereka harus pergi saat ini.
"Kita harus pergi ke pesta ulang tahun perusahaan"
Protes Venus kemudian.
"Sekali saja"
Goda Gerald lagi.
"Ishhh Daddy bayangkan bagaimana dandanan ku akan kacau balau dan hancur"
keluh Venus kemudian.
Mendengar keluhan sang istri seketika membuat Gerald terkekeh geli.
"No... Waktu nya sudah terjepit daddy"
__ADS_1
"Tapi milik ku lebih terjepit"
Laki-laki itu bicara sambil berusaha mengulum senyuman nya.
"Kenapa daddy jadi se mesum ini"
Venus memunyungkan bibirnya.
"Dengan istri sendiri itu bukan masalah'
"Daddy..."
Dia kembali merengek sembari mencubit kesal dada Gerald.
"Baby kamu kembali memancing ku"
"Dad -_- "
Dan seketika tawa Gerald pecah, dia suka melihat wajah marah dan memerah dari kedua pipi cantik milik istri nya tesebut.
Rasanya begitu bahagia dan membuat dia berpikir pernikahan dia dan Venus benar-benar merupakan pernikahan tanpa drama.
Ini kali pertama dia merasa bahagia didalam pernikahan nya.
dia tidak mendapatkan pernikahan yang dia harapkan di masa lalu bersama Linda, tapi tidak dia pungkiri dan dia tidak ingin menyalahkan Linda soal pernikahan mereka.
Semua sedikit banyak ada kesalahan nya dimasa lalu dan orang tua serta kakak nya juga yang menghancurkan kebahagiaan Linda dan keluarga perempuan tersebut.
"Oh baby"
Gerald pada akhirnya langsung menyambar tubuh Venus, dia memeluk erat tubuh istri nya sambil mencium hangat puncak kepala perempuan tersebut.
Dia memejamkan perlahan bola matanya untuk beberapa waktu, menikmati keindahan di dalam pernikahan mereka yang terkadang membuat Gerald selalu berdebar-debar dibuat nya.
Cukup lama hingga akhirnya pelukan mereka terlepas, Gerald kembali menatap dalam wajah istrinya.
"Baby tidak kah kita mencoba nya sekali saja?"
Lagi laki-laki itu mencoba menggodanya.
"Daddy...."
Venus langsung memukul lengan Gerald sambil memunyungkan bibirnya.
Lagi laki-laki itu tertawa terbahak-bahak.
"Baiklah, bagaimana jika setelah kembali dari pesta nya?"
"Ishhh Daddy..."
__ADS_1