
Gea langsung tersadar dari tidur panjangnya, bola mata Gea seketika membulat dengan sempurna, dia menatap kearah depan nya untuk beberapa waktu, sejenak gadis itu mengerutkan keningnya.
Gadis tersebut Seketika mencoba untuk menetralisir perasaan nya ketika dalam ingatan nya dimana sesuatu tadi terasa menyeruak masuk ke dalam inti nya disaat dia tidak sadarkan diri karena terlelap.
"Sudah bangun hmmm?"
Seketika Gea terkejut saat dia melihat daddy nya duduk sedikit membaringkan tubuhnya tepat di samping kanan nya, laki-laki tersebut menatap dalam bola mata Lea, seolah-olah siap untuk melahap Gea saat ini juga.
Gea yang masih bingung mencoba untuk mengedipkan bola mata nya beberapa kali, detik berikutnya dia mencoba untuk mengintip ke arah tubuh bawah nya.
Pakaian nya lengkap!.
seperti nya tidak ada yang salah dan aneh, Gea pikir apakah tadi dia bermimpi?!.
"Dad..?"
Gea bertanya bingung.
"Kita ada dimana?"
Gadis itu seketika menatap kearah sekeliling nya, dia pikir dimana mereka sekarang? mereka berada di ruangan besar yang terlihat begitu mewah luar biasa dimana disisi kiri nya dilengkapi oleh kursi sofa mewah yang mendominasi berwarna cream muda dan pink muda, di sisi kanan nya terdapat kursi sofa berbeda lainnya dimana terdapat pintu penghubung menuju ke ruangan lainnya.
Didepan nya terlihat sebuah televisi layar datar berukuran raksasa yang dinyalakan dan entah lah Gea tidak paham acara apa yang di setel saat ini disana.
Lalu jendela besar didepan nya menerobos tepat menghadap kearah laut di mana di sisi pinggir kanan nya terdapat sebuah pintu keluar masuk untuk penghuni nya guna mempermudah akses untuk keluar masuk dari tempat tersebut menuju ke teras yang langsung menghadap kearah laut.
Mewah, yah dia pikir tempat tersebut benar-benar terlihat mewah untuk ukuran anak sekolah seperti dirinya.
"Royal Penthouse Suite di President Wilson Hotel, Jenewa, swiss baby"
Bisik Darrel kemudian.
Awalnya Gea terlihat diam mendengarkan jawaban daddy nya, gadis itu terlihat mencoba mengangguk kan kepala nya, namun di detik berikutnya tiba-tiba Gea menyadari soal sesuatu.
"Ya....? Swiss...?"
__ADS_1
Seketika gadis itu terkejut setengah mati, dia langsung membukakan bola matanya karena terkejut.
"Daddy..... pasti bercanda?"
Tanya nya sedikit membeku.
"No baby, I'm not kidding with you, kita ada di Swiss saat ini"
Darrel buru-buru menjawab, dia menyentuh lembut rambut Lea , mengelusnya dengan Begitu Lembut.
Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Darrel seketika membuat Gea sedikit menegang, jantung nya seolah-olah akan melompat keluar saat ini juga.
Dia jelas terkejut dengan berita keberadaan mereka dimana saat ini, tapi cara Darrel memperlakukan dirinya jelas jauh lebih mengejutkan.
Jangan ditanya bagaimana rasa nya saat ini, bahkan dia merasa tidak bisa bernafas dengan baik saat daddy nya menatap begitu intens bola matanya.
"A..ku... bagaimana...maksud ku...dad kenapa kita berada di Swiss?"
Pada akhirnya Gea meluncurkan juga pertanyaan berat nya pada laki-laki dihadapan nya itu, bagaimana posisi Darrel kini terlihat sedikit berbaring, membiarkan tangan kirinya menopang kepalanya dengan posisi miring, sedangkan Gea sendiri benar-benar dalam posisi berbaring, tenggelam di bawah laki-laki tersebut sembari dia terus menatap dalam bola mata daddy nya.
"Bukankah aku sudah bilang sebelumnya? akan membawa mu ke surga dan neraka daddy"
"Itu terdengar menakutkan dad"
Ucap Gea sembari menelan salivanya.
Melihat ekspresi Gea rasanya Darrel menjadi begitu gemas, dia sangat suka melihat putri nya tersebut menampilkan ekspresi takut namun malu-malu, itu terlihat begitu imut dan membuat dia semakin tergila-gila pada putrinya sendiri.
Terkutuklah dirinya karena membawa Gea ke dalam surga dan neraka milik nya, tapi Darrel sudah tidak bisa menahan perasaan nya terhadap Gea.
"Takutlah jika kamu ingin merasa takut, tapi ini akan membuat kamu berpetualang pada hal indah yang membuat kamu candu selama kita bersama"
Kalimat ab.surt tersebut di lontarkan Darrel pada Gea, membuat gadis tersebut seketika mengerutkan kembali keningnya.
Bisa dia lihat Gea sejujurnya sama sekali tidak paham dengan apa yang dibicarakan oleh nya.
"Aku... tidak paham"
Ketika putrinya menjawab dengan semakin gugup, hal tersebut membuat Darrel semakin gemas melihat nya.
__ADS_1
apalagi saat bibir gadis tersebut terus bergerak berbicara semakin membuat Darrel ingin melahap bibir ranum dengan warna alami tersebut.
"Kau akan paham, nanti"
Ucap Darrel kemudian.
Gea terlihat diam untuk beberapa waktu, dia tidak bergeming, mencoba untuk mencerna apa yang diucapkan oleh daddy nya, demi apapun dia tidak paham apa yang terjadi saat ini dan kenapa daddy nya membawanya ke Swiss.
tapi dia sekaligus bahagia karena pada akhirnya dia bisa bersama laki-laki tersebut saat ini.
"lalu apakah mommy juga akan ikut bersama kita dan menyusul?"
seketika Gea seolah-olah menyadari sesuatu, gadis tersebut langsung bertanya sembari dia menelisik bola mata daddy.
Darrel Belum menjawab, laki-laki tersebut tanpa diam untuk beberapa waktu, hingga akhirnya dia berkata.
"aku sudah menghubungi mommy mu dan berkata aku akan mengambil liburan bersama kamu"
ucap nya dengan nada yang ringan.
Saat dia menjawab pertanyaan dari Putri nya tersebut seketika membuat Gea kehilangan kata-katanya.
"jangan pikirkan apapun dan Mari menikmati liburan kita kali ini hmmm"
Darrel bicara,dia mengelus kembali lembut wajah Gea, setelah itu dia merapikan anak-anak rambut yang menutupi bagian kening putrinya tersebut.
"sekarang mari bersihkan diri kemudian kita akan pergi untuk menikmati makan malam"
kata-kata yang diberikan oleh Darrel persis seperti sebuah perintah mutlak yang tidak boleh ditolak.
"setelah itu Mari kita berpetualang untuk menikmati liburan kita berdua tanpa gangguan siapa-siapa"
lanjut Darrel lagi kemudian secara perlahan laki-laki itu mencium kening putrinya tersebut dengan begitu lembut.
hal tersebut seketika membuat gadis itu memejamkan bola matanya, ciuman yang diberikan oleh daddy nya menciptakan satu sensasi aneh yang semakin membuat jantung Gea berdetak dengan sangat kencang dan sama sekali tidak bisa dia kendalikan.
setelah mencium kening Gea, laki-laki tersebut beranjak dari posisinya, dia bergerak berdiri kemudian langsung pergi secara perlahan menjauhi putrinya tersebut.
"Aku menunggu mu dalam 10 menit baby, jika dalam 10 menit kamu tidak kembali, aku akan kembali ke kamar dan menyelesaikan semuanya seperti tanpa yang kamu duga"
__ADS_1
tiba-tiba Darrel berkata cepat sembari melangkah ke depan tanpa melihat ke arah Gea, kata-kata terakhir yang diucapkan oleh laki-laki tersebut seketika membuat Gea mengedipkan bola matanya berkali-kali karena tidak mengerti.