
Gerbang SMA xxxxxxx
milik Darrel company
Sekolah VVIP xxxxxxx
Swasta.
Begitu Darrel menghentikan mobilnya didepan gerbang SMA Gea, dia dengan cepat membantu membuka safety belt putri nya.
"Grandpa mu akan menjemput mu nanti"
Ucap Darrel cepat.
Mendengar ucapan Darrel seketika membuat Gea mengerutkan perlahan keningnya, dia juga terkejut mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Ada apa?"
Tanya Gea perlahan.
"Dia hanya ingin membawa mu ke satu tempat"
Ucap Darrel lagi kemudian.
"Apa kah hal yang serius atau buruk terjadi?"
Dia Bertanya khawatir.
"Tidak sayang, dia hanya ingin membawa mu ke satu tempat"
Darren bicara pelan, kemudian laki-laki itu langsung memenuhi posisinya setelah melepaskan safety belt Gea, kemudian laki-laki tersebut langsung ingin turun dari mobilnya namun dia langsung menghentikan gerakan Darrel, dia menarik pelan tangan daddy nya.
"Aku tidak apa-apa dad, biar aku turun sendiri karena aku takut teman-teman akan berpikir yang tidak-tidak"
Gea bicara cepat.
Sebenarnya hubungan mereka sangat rumit, dia tidak mungkin berkata kepada teman-temannya jika Darrel adalah daddy nya.
Di satu sisi itu dia lakukan karena hubungan mereka berdua tidak lagi masuk ke dalam kategori hubungan yang normal, dia tidak ingin orang-orang mengetahui Darrel adalah daddy nya, karena itu akan semakin menyulitkan hubungan mereka berdua.
Dia pikir biarlah tetap seperti ini, cukup orang-orang tahu seseorang dirahasiakan mengantar jemput dirinya, biarkan teman-temannya tidak tahu bagaimana sosok Daddy nya, biarkan semua orang bahkan kepala sekolah dan guru-gurunya tidak tahu jika dari Oxtone adalah daddy nya.
Karena dia berharap hubungan ini satu hari akan menjadi lebih, dia berharap laki-laki itu akan menikahinya dan mengenalkannya kepada dunia jika dia bukan putrinya melainkan kekasihnya.
"Tidak Masalah?"
Darrel bertanya sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Gea menganggukkan kepalanya mantap.
"Yah, tidak masalah"
Ucap nya cepat.
Perempuan itu buru-buru langsung turun dari dalam mobil tersebut sembari dia melambaikan tangannya pada sang daddy, setelah keluar dan menutup pintu mobil perempuan itu dengan cepat langsung berlarian menuju ke gerbang sekolah.
Gea langsung masak tanpa ingin melihat ke kiri dan ke kanannya, di ujung sana temannya langsung meneriaki namanya.
"Gea..."
"Hey gea..."
Perempuan itu menoleh dengan cepat.
Dua sahabat nya dengan cepat mendekati dirinya dan langsung merangkulnya.
"Berapa hari kamu tidak ke sekolah? mereka bilang kamu pergi karena ada urusan keluarga?"
"Apa keluargamu mengenal keluarga Oxtone? Mengingat pemilik sekolah ini menjemputmu tempo hari"
"Apakah jadimu mengenal laki-laki tampan itu? Yang menjemputmu begitu tampan dan karismatik, dia type Sugar daddy"
"Kau tahu? Aku mau jadi sugar baby nya"
Gea terlihat diam, sedikit cemburu karena para sahabatnya mulai menggosip Darrel, laki-laki itu memang benar-benar type sugar daddy, mereka saja suka, apalagi Gea.
Perempuan tersebut menghela kasar nafasnya.
"Yah aku harus kembali menemui keluarga ku....."
Dan pada akhirnya dia harus dengan bersusah payah menjelaskan kepada para sahabatnya soal kepergiannya kemarin, tidak bisa dia bayangkan seandainya orang-orang tahu siapa sebenarnya Darrel Oxtone dan dirinya, entah apa kata semua orang bahkan kata dunia yang mengetahui hubungan gelap di antara mereka.
Hubungan tidak normal yang terjadi dan terjalin antara ayah dan anaknya.
Ini benar-benar rumit dan sulit.
Batin Gea gusar.
*****
Disisi lain
Di dalam mobil Alisa.
Perempuan tersebut terlihat begitu bingung, sembari menyetir mobil nya Alisa mencoba untuk menetralisir perasaannya, dia pikir apakah dia saat ini telah menjadi gila? apakah mungkin mata nya bermasalah atau sebenarnya kepalanya yang bermasalah karena banyaknya pemikiran yang menghantam dirinya saat ini.
__ADS_1
Demi apapun dia benar-benar melihat Bram tadi, dimulai dari apartemen mereka hingga dia mengikuti langkah laki-laki tersebut menuju ke apartemen mewah yang sama sekali tidak pernah dia kunjungi sebelumnya.
Namun bagaimana bisa saat ini laki-laki itu ada di mansion nya? Jika laki-laki itu hanya meneleponnya secara biasa mungkin laki-laki itu bisa menipu dirinya, tapi bra menggunakan panggilan video kepada dirinya dan itu jelas sangat mengejutkannya.
Seseorang tidak mungkin menipu orang lain dengan video yang real dan nyata gimana Bram benar-benar berada di dalam mention-nya bahkan masuk ke kamarnya dan berkata akan menunggunya di kamar.
Lalu juga bra ada di mansionnya dan berada di kamarnya maka siapa yang dia lihat dari apartemen brand hingga ke apartemen homeo yang dia ikuti tersebut?!.
Dia pikir belum ada masalah dengan bola matanya bahkan dia melihat dengan jelas jika laki-laki tersebut terlihat bicara cukup serius dengan sang security apartemen tersebut.
Tapi anehnya security itu pun berkata jika dia sama sekali tidak pernah bicara dengan laki-laki manapun dan tidak ada seorangpun yang masuk ke dalam apartemen itu.
Bayangkan bagaimana perasaan Alisa? Dia tiba-tiba merasa dirinya menjadi tidak normal dan sakit.
Sejenak perempuan itu meraup wajahnya dengan kasar, kemudian Alisa membiarkan satu tangannya memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu sembari satu tangannya lagi fokus memegang setir mobilnya.
Dia menghela kasar nafasnya sejenak lantas bola matanya kini kembali menatap ke arah jalanan, di tengah pemikiran rumitnya tiba-tiba saja handphone perempuan tersebut berdering memekakkan telinga.
Dia buru-buru langsung meraih handphonenya yang dia letakkan di atas dashboard mobil, sejenak perempuan itu melihat di layar handphonenya dan ingin tahu siapa yang menghubunginya saat ini.
Perempuan itu langsung mengerutkan keningnya saat dia tahu siapa yang menghubunginya, secara perlahan dia mulai mengangkat panggilan tersebut melalui headset bluetooth-nya dan meletakkan kembali handphonenya ke atas dashboard mobil.
"Halo, ada apa?"
Alisa bertanya dengan cepat sembari dia tetap fokus pada jalanan.
Dia mencoba mendengarkan jawaban dari seberang sana untuk beberapa waktu, awalnya tidak ada yang berubah dari ekspresi wajahnya, namun di beberapa detik berikutnya seketika wajah Alisa langsung berubah dan bola matanya langsung membulat dengan sempurna.
"Apa?"
Dia seketika langsung meninggikan suaranya dan dalam hitungan detik Alisa dengan cepat langsung mengerem mobilnya.
Citttttttt.
Citttttttt.
Tinnnnn.
Seseorang hampir menabraknya dari belakang, ikut mengerem mendadak dan mengumpat.
"Brengsek..."
"Oh sh.it"
Suara deru klakson dan decitan rem terdengar di beberapa tempat, bayangkan bagaimana kekacauan di jalanan terjadi begitu saja untuk beberapa waktu saat ini.
"Kau bilang apa?"
__ADS_1
Alisa bertanya dengan gemetaran, suaranya terdengar saling berpacu keras dengan detak jantung milik nya.