Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Menuju Pertarungan akhir


__ADS_3

Linda langsung memundurkan langkahnya ketika dia melihat dengan jelas sosok yang ada dihadapan nya tersebut, dia berusaha mencari pegangan untuk beberapa waktu tapi Gibran dengan cepat menggenggam erat telapak tangan Linda.


Sosok dihadapan nya terlihat terbaring tidak berdaya dan bisa perempuan tersebut rasakan tidak terdapat pergerakan sama sekali sejak tadi, seolah-olah tubuh itu telah mati sejak lama, berbagai macam selang melekat di dalam tubuh yang ada di hadapannya tersebut, suara layar monitor terdengar bergerak teratur di mana di dalamnya terlihat garis seimbang yang terus mengatur kehidupan sosok tersebut.


sebenarnya dia tidak tahu sejak kapan tubuh laki-laki itu berada di atas kasur tersebut, tapi jika dilihat dari keadaannya Linda menyimpulkan tubuh itu pasti sudah sangat lama terbaring di sana dan benar-benar tidak berdaya.


Entah bagaimana perasaan hati Linda melihat seseorang laki-laki yang ada di atas kasur itu saat ini, tapi yang jelas tidak ada rasa iba sama sekali terdapat di dalam hatinya.


seolah-olah ketika dia melihat sosok laki-laki itu terbaring membuat dia mendapatkan satu kepuasan dan kesenangan tersendiri, dimana bahkan dia malah berharap sosok tersebut hilang dari muka bumi ini.


"Bagaimana mungkin?"


Dia bertanya dengan raut wajah yang sulit di ungkapkan sembari Mencoba berpegangan pada Gibran, perempuan itu seketika menoleh kearah laki-laki yang kini menggenggam erat telapak tangan nya sembari Gibran mencoba menahan tubuh Linda agar tidak terjatuh ke lantai karena terkejut.


"Bukankah aku pernah berkata aku akan menyelesaikan semua orang-orang yang pernah menyakiti mu?"


Gibran bicara sembari bertanya ke arah Linda, dia menatap bola mata perempuan yang ada di hadapan nya itu secara dalam, seolah-olah di berkata jika dia telah menepati janjinya kepada perempuan tersebut sejak dulu hingga saat ini.


meskipun masih banyak hal-hal yang mungkin belum sepenuhnya dia tepati, tapi setidaknya Linda bisa melihat bagaimana cara dia menepati satu persatu janjinya kepada perempuan tersebut di masa lalu.


Dia bener-bener menjemput perempuan tersebut, meskipun tenggang waktu yang dia dapatkan dan dia miliki sudah sangat lama dan jauh dari apa yang diharapkan oleh Linda, tapi Gibran percaya dia telah memenuhi janjinya kepada perempuan itu saat ini.


dalam beberapa tahun belakangan dia memenuhi keinginan Linda di mana di masa lalu perempuan tersebut mengharapkan sebuah rumah impian untuk pernikahan mereka.


Gibran bener-benar mengabulkan keinginan perempuan itu meskipun tidak secara instan dan cepat.


Mansion impian Linda telah dia ciptakan sesuai dengan konsep yang mereka buat di masa lalu.


dan berikutnya dia benar-benar akan memusnahkan orang yang sudah berani menyakiti Linda dan keluarga nya tanpa terkecuali


"Dia sudah cukup lama menderita ditangan ku, sisa nya aku serahkan pada mu"


Bisik laki-laki tersebut dibalik telinga linda, dia mengelus lembut wajah Linda untuk beberapa waktu.


Linda jelas kehilangan kata-kata nya.


"Bagaimana kamu...?"

__ADS_1


Linda bertanya pada laki-laki disampingnya tersebut, menelisik wajah Gibran dengan perasaan berdebar-debar.


Alih-alih menjawab, Gibran mengembangkan senyumannya, dia kemudian bergerak menoleh kearah belakang, laki-laki tersebut seolah-olah memberi kode pada seseorang di dekat pintu.


Linda Tampak diam, memperbaiki posisi berdiri nya, menatap seseorang yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan tersebut dimana sosok yang masuk adalah seorang perempuan berpakaian mendominasi berwarna putih yang bisa Linda tebak Perempuan itu pasti adalah seorang perawat.


Dia mengerutkan keningnya saat dia melihat perempuan tersebut dan Linda jelas kenal baik dengan perempuan itu.


Dibelakang perempuan tersebut kembali muncul sosok perempuan lainnya, sehingga membuat tubuh Linda seketika membeku saat menyadari dengan baik siapa sosok tersebut.


"Halo bibi"


Sebaris kata sapa tersebut meluncur dari bibir Perempuan tersebut sembari dia mengembangkan senyuman nya.


Linda jelas kehilangan kata-kata nya.


Bagaimana mungkin?!.


*****


Disisi lain


Conte company


Bola mata tuan Paulo terlihat menelisik ruangan yang telah dipenuhi oleh lautan manusia tersebut, dia baru saja tiba di sana berdiri di ambang pintu sembari tatapannya menembus berbagai macam arah secara bergantian untuk mencari sosok yang telah pergi berjanji dengan dirinya.


dia cukup dalam keadaan terburu-buru, menyerahkan semua urusan kepada orang-orang bawahannya untuk mengurus pesta ulang tahun perusahaan miliknya.


Tuan Paulo hanya berencana untuk singgah sejenak kemudian memberikan sedikit kata sambutan setelah itu dia akan langsung melesat pergi bersama Mr. G di mana mereka telah membuat sebuah perjanjian untuk pergi dan membahas soal siapa yang akan kembali duduk di Conte company untuk menjadi Direktur utama nya.


Laki-laki itu telah merencanakan sesuatu untuk meraih kemenangan nya, mengendalikan laki-laki yang memberikan saham kepada perusahaan nya.


Sedikit rencana apik untuk memuluskan jalan tuan Conte agar terus berdiri dan berkuasa di Conte company.


"Bukankah kelemahan utama seorang laki-laki adalah seorang perempuan?"


Itu yang tuan Paulo ucapkan pada sekretaris nya tadi di perusahaan.

__ADS_1


"Ya tuan"


Laki-laki dihadapan nya menjawab sembari menganggukkan kepalanya.


"Carikan aku seorang perempuan yang bisa di andalkan, buat rencana sematang mungkin untuk bisa menjebak Mr. G dengan keadaan"


Ucap tuan Paulo Sembari menaikkan ujung bibirnya dengan penuh kelicikan.


"Baik tuan"


Sang sekretaris nya kembali menjawab dan menganggukkan kepalanya.


Yah bukankah kelemahan seorang laki-laki adalah perempuan? karena itu saat dia memanfaatkan William Conte untuk masuk menjadi suami sambung adik ipar nya, dia menggunakan perempuan untuk memanfaatkan laki-laki tersebut.


Bahkan dia membisikkan kata-kata mujarab soal Kekasih dari keponakan nya, Gibran.


Dia sengaja membuat William Conte tergila-gila dengan Linda dan merencanakan malam tragedi pemerkosaan di pesta ulang tahun Eliza.


Paulo seketika tertawa kecil, menatap senang Kearah depan nya, dia pikir bukankah untuk bertahan seseorang harus selalu bermain licik untuk mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang di inginkan?!


Dan dia selalu punya cara untuk menyingkir kan siapapun yang menjadi batu penghalang untuk dirinya memiliki Conte company.


Sebab sejak awal dia seharusnya memang memiliki hak di dalam keluarga Conte, tapi Saudara nya yang lebih beruntung karena mendapat kan apapun yang di inginkan nya tanpa harus bekerja keras.


Seketika tuan Paulo tersadar dari keadaan, bola mata nya kembali menelusuri gedung utama Conte company yang digunakan untuk perayaan pesta ulang tahun perusahaan tersebut, dia kembali mencari sosok yang akan dia temui dalam beberapa waktu ke depan.


di sebuah ujung tangga tanpa dia sadari seorang laki-laki terlihat menatap dengan tatapan bak seekor elang ke arah tuan Paulo, tidak ada pergerakan signifikan yang terjadi pada sosok laki-laki tersebut, bola matanya terus menatap tajam menukik ke arah bawah, sejenak laki-laki tersebut mengerat kan rahangnya.


sepersekian detik kemudian laki-laki itu langsung membuang pandangannya kemudian dia berkata pada perempuan yang ada di sampingnya.


"Kumpulkan semua wartawan menjadi satu"


setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut membalikkan tubuhnya kemudian dia bergerak menjauhi perempuan tersebut secara perlahan.


"Kau bisa mengandalkan aku, Paman"


jawab perempuan itu sembari melebarkan senyumannya.

__ADS_1


Ini akan menjadi pertarungan akhir di antara semua orang.


__ADS_2