Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 14


__ADS_3

Pada akhirnya Darrel melepaskan ciuman nya, dia menatap Gea dalam untuk beberapa waktu sembari membawa tubuh Gea menuju ke arah kasur mereka.


Jangan ditanya bagaimana suasana saat ini, yang jelas Darrel benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaannya sama sekali.


"Mari kita memulai nya secara perlahan baby"


Lirih laki-laki tersebut.


setelah berkata begitu laki-laki tersebut menghempas kan tubuh Gea ke atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut, dia membiarkan tubuh gadis itu tenggelam kedalam kasur tersebut dan Darrel begitu menikmati nya.


Sembari mata tajam Darrel masih setia menatap tubuh tanpa apapun milik Gea dari atas hingga bawah, kini laki-laki tersebut bergerak mengungkung tubuh Gea sembari berbisik.


"Kamu membuat ku tergila-gila pada mu,baby"


Setelah berkata begitu, Darrel langsung membungkam bibir Gea dengan bibir nya, menyesap nya dengan lembut dan mereka saling berbagi saliva.


Sesekali Darrel memberikan kecupan manis dan gigitan kecil ke arah bibir, leher bahkan hingga ke dada Gea membuat gadis tersebut seketika kehilangan kendali atas dirinya, Gea bahkan memejamkan bola matanya, menikmati perlakuan laki-laki tersebut untuk waktu yang cukup lama.


Gea terlena, terperangkap dalam pesona daddy nya, bahkan dia tidak memiliki daya ucapaya untuk menolak setiap sentuhan yang diberikan oleh laki-laki tersebut.


Bahkan Gea seolah-olah memberikan akses lebih agar Darrel bisa membawa nya kemana saja yang laki-laki tersebut mau.


Realita nya mereka tau ini dosa dan apa yang mereka perbuat jelas adalah salah, tapi bukankah hati mereka tertutup oleh bisika setan? keinginan lebih kuat daripada ketidakmauan,yah bisikan setan lebih indah daripada bujuk rayu para malaikat yang mencoba untuk menghentikan mereka.


Pikiran mereka telah buta dengan keadaan, seolah-olah lupa pada dunia soal status mereka, meskipun mereka tau ini dosa dan Ini salah tapi mereka tetap bergerak untuk melanjutkan aksi mereka yang tertutup oleh kabut gairah.


Katanya hal yang dilarang jelas menjadi hal terindah yang sering lakukan oleh manusia.


Mereka terus bergerak lincah saling berciu..man mesra layaknya pasangan pengantin baru yang tengah melewati bulan madu pertama, mereka terus Memadu kasih dan mulai membuka diri dan terbiasa dengan situasi tanpa penutup apapun.


Setelah puas menjelajahi tubuh Gea, Darrel sejenak melepas pungutan nya, demi apapun laki-laki tersebut tersenyum senang dan bangga ketika dia melihat Gea yang terlihat begitu pasrah dihadapan nya, seolah-olah gadis itu sudah siap sedia di apakan saja oleh daddy nya.


Kini tangan Darrel bergerak liar turun kearah dua benda indah Gea yang menggantung sempurna, dimana sejak awal seolah-olah Gea telah menanti agar Daddy nya menyentuh utuh dirinya.


"Akkk Dad.."


gadis tersebut mengeluarkan suara manja nya ketika Darrel menyentuh Sedikit penuh hasrat pada dua benda Indah nya.


Rasa nikmat yang belum pernah Gea rasakan menghantam diri nya, bahkan saat Ciuman Darrel turun keleher jenjang nya, seketika membuat Gea semakin tenggelam dalam pusara khayalan nya , dan Darrel memainkan lidahnya disana,


sesekali laki-laki tersebut menyesap kuat kulit leher Gea hingga membuat tanda merah di pinggir leher kirinya.

__ADS_1


"Daddd please..aku.. ."


rasanya Gea berpikir ingin sekali menghentikan aksi Darrel yang sedang membuat beberapa tanda merah di da.da nya, bahkan laki-laki tersebut kini perlahan mulai turun ke bawah sana.


entah apa yang laki-laki tersebut lakukan di detik berikutnya, yang dia tahu tiba-tiba saja kedua tangan Darrel membiarkan kedua kakinya terbuka, dan dalam hitungan detik berikutnya tahu-tahu sesuatu Menghantam dibawah sana.


"Akhhh dad"


Gea menjerit kecil karena terkejut, namun detik berikutnya tiba-tiba Gea merasa kepalanya berdenyut-denyut tidak menentu, bukan karena sakit namun karena pening atas tindakan Darrel yang tiba-tiba memainkan lidah nya di bawah sana.


jangan di tanyabagaimana rasanya, yang jelas hal itu nyaris membuat Gea gila atas satu sensasi baru yang tidak pernah dia alami sebelumnya.


laki-laki itu bergerak di bawah sana tanpa memikirkan bagaimana ekspresi Gea, dia tidak tahu Gea mencoba untuk menanam rasa dan juga suaranya yang sebenarnya saat ini dia mulai menggila atas perlakuan-perlakuan yang diberikan Darrel kepada dirinya.


hingga akhirnya dia merasa sesuatu menjadi begitu basah dan dia ingin menumpahkan sesuatu yang tidak dia mengerti apa di bawah sana.


"Dad..aku."


Gea berteriak kecil sembari memberi kode bahwa dia ingin pipis ini juga, dia benar-benar butuh ke toilet karena dia merasa sesuatu akan tumpah saat ini juga.


seolah-olah Darrel tahu jika gadis itu telah sampai pada pelepasannya, membuat laki-laki itu membiarkan lidahnya bergerak dengan akal di bawah sana dengan gerakan semakin intens.


hingga akhirnya satu pelepasan diberikan Gea kepada dirinya dan nyaris menyembur wajahnya.


hingga akhirnya setelah dia memastikan Gea telah menumpahkan dirinya, kini gantian laki-laki tersebut yang ingin agar miliknya masuk ke dalam milik gadis yang ada di bawahnya tersebut.


dia secepat kilat menarik pinggul Gea hingga membuat gadis itu terpekik pelan karena terkejut.


dan detik berikutnya laki-laki itu berdiri teman di depan Gea, dan satu pemandangan mengejutkan membuat Gea membulatkan bola matanya.


dia melihat milik Darrel yang tegak berdiri dengan sempurna, seketika gadis itu menelan salivanya.


"No..dad?"


Gea seketika gelisah namun tak rela seolah-olah tidak menggubris kegelisahannya, laki-laki tersebut secara perlahan mengarahkan miliknya ke milik Gea.


jangan ditanya bagaimana Darrel memulainya, hingga akhirnya miliknya secara perlahan memaksa untuk menyeruak masuk ke dalam inti milik putrinya.


Sulit? Tentu saja, gea masih orisinil belum terjamah, Alisa benar-benar menjaga kehormatan gadis itu sejak kecil hingga sekarang.


Dan pada akhirnya apa yang telah di jaga istri nya itu akan terenggut begitu saja di tangan nya saat ini.

__ADS_1


Darrel Mencoba mendorong perlahan Darrel kecil kearah milik gea, Satu kali, Gagal.


"Ohhh Dad..."


Gea panik, mencoba bergerak tapi Darrel menahan gerakan nya.


Dua kali, Gagal.


Seketika Gea menggigit bibir bawahnya, ekspresi gadis itu semakin membuat darah bersemangat dan semakin menggebu.


Hingga ketiga kali.


laki-laki itu mencoba untuk menyentakkan miliknya ke milik Gea, belum laki-laki tersebut benar-benar memasuki milik Gea, tiba-tiba sejak satu suara mengejutkan dirinya dari arah luar sana.


"Darrel...open the door, now..m"


sebuah suara melengking terdengar dari luar samar-samar, dan Darrel jelas sangat mengenal suara itu.


Gea seketika mengeratkan genggamannya pada lengan daddy-nya.


"Dad?"


gadis itu seolah-olah juga tahu siapa sang pemilik suara.


Damn!.


Darrel menggerutu.


****.


kembali laki-laki tersebut mengumpat, dia ingin meneruskan artinya namun dia tahu betul siapa orang yang ada di depan sana, Darrel kecil jelas sangat menegang dan dia membutuhkan pelepasan, namun dia tidak bisa mengambil resiko saat ini.


Sial.


laki-laki itu mengutuk kesal.


pada akhirnya dengan cepat Darrel melepas tangannya dari pinggang Gea, dan dia mengurungkan aksinya.


"Kita akan melanjutkannya lagi nanti Baby"


Ucap laki-laki tersebut lantas mengecup lembut bibir putri nya tersebut.

__ADS_1


laki-laki itu langsung menyambar selimut dan menutup tubuh Gea dengan cepat, laki-laki itu langsung beringsut dan membalikkan tubuhnya diiringi bola mata nya yang menatap tajam ke arah depan.


__ADS_2