Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Pertemuan pertama


__ADS_3

kembali ke masa sekarang


Ruang rawat Winda


Di depan sebuah kamar rumah sakit yang mendominasi berwarna putih, Gerlad terlihat mengusap lembut kepala Bastian sembari berkata.


"Masuklah"


Ucap laki-laki itu sembari menganggukkan kepalanya.


Bastian terlihat diam, dia menatap nanar kearah Gerald untuk beberapa waktu, masih cukup takut dan ragu untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Bagaimana jika dia tidak suka pada ku?"


Sebaris pertanyaan itu di luncurkan oleh Bastian.


Yah bagaimana jika perempuan itu tidak suka pada kehadirannya, meskipun dia masih muda dan masih begitu labil, tapi ucapan yang disampaikan oleh Gerald kemarin cukup membuatnya paham soal jati dirinya.

__ADS_1


dia jelas bukan anak yang sejak awal diharapkan oleh semua orang, karena itu dia tidak benar-benar punya nyali untuk hadir dan memperlihatkan dirinya pada sosok ibu kandung nya, Winda.


"Tidak Bas, kamu hanya mengalami rasa takut jika tidak diterima oleh nya, Realita nya saat dalam masa kehamilan, dia Begitu memperhatikan keadaan kandungan nya, meskipun tidak banyak bicara, Winda selalu mengecek kehamilan nya secara berkala bersama Nenek mu hmmm"


Gerald mencoba untuk menyakinkan Bastian jika kehadiran nya jelas tidak pernah di anggap tidak ada oleh Winda.


Yah dia ingat bagaimana Winda selalu memperhatikan hal detail soal masa kehamilan nya bersama Mommy nya.


Meskipun kala itu Gerald tidak pernah tahu itu Winda, bahkan beranggapan Winda adalah Linda karena dia tidak pernah menyangka Linda memiliki kembaran sebelum nya tapi melihat perubahan sikap Winda membuat dia berfikir Linda kecewa pada nya karena skandal malam kelam mereka.


Dia benar-benar tidak menyangka mereka adalah dua orang yang berbeda.


Mendengar ucapan Gerlad pada akhirnya Bastian kembali terdiam, lalu akhirnya dengan ragu-ragu Bastian bergerak masuk ke dalam kamar tersebut, dia berjalan perlahan mendekati tubuh lemah tak berdaya yang terbaring tepat di atas kasur mendominasi berwarna putih dihadapan nya itu.


Seorang dokter terlihat mengembangkan senyuman kearah dirinya, menunggu Bastian untuk melangkah mendekati sosok yang ada di samping nya.


"Linda sering menceritakan soal kamu pada Winda setiap kali dia Kemari"

__ADS_1


Ucap laki-laki itu pelan, masih menunggu Bastian melangkah kan kaki nya secara perlahan kearah depan.


mendengar ucapan laki-laki yang ada di hadapannya itu, berbuat Bastian menatap sosok dokter itu untuk beberapa waktu.


hingga akhirnya Bastian memilih untuk duduk di atas kursi yang ada di sisi kanan perempuan yang terbaring lemah tersebut.


Bisa dia lihat wajah cantik yang begitu mirip dengan Linda tengah tertidur lelap dengan berbagai macam selang yang ada di tubuhnya.


Perempuan tersebut sama sekali belum ingin bangun dari tidur panjangnya.


"Buat dirimu senyaman mungkin"


Ucap Henry kemudian sembari mendekati Bastian, setelah berada tepat dibelakang Bastian, laki-laki itu menepuk-nepuk pelan pundak Bastian kemudian berkata.


"Bicaralah dari hati ke hati"


setelah berkata begitu Henry meremas lembut bahu Bastian kemudian langsung berbalik dan meninggalkan remaja laki-laki itu dengan cepat.

__ADS_1


Pada akhirnya Bastian menatap tubuh tidak berdaya tersebut untuk beberapa waktu kemudian secara perlahan Bastian meraih tangan Winda Secara perlahan.


"Mom.."


__ADS_2