
Gerbang SMA xxxxxxx
milik Darrel company
Sekolah VVIP xxxxxxx
Swasta
Darrel terlihat duduk dengan gelisah sejak tadi sembari dia mencoba terus menggenggam erat stir mobil nya untuk beberapa waktu.
laki-laki itu mencoba bersikap tenang didalam mobil nya untuk beberapa waktu, sebentar sebentar dia mencoba melirik kearah jam tangannya, sebentar sebentar bola matanya kembali melirik ke arah gerbang sekolah Gea.
Entahlah sudah berapa lama dia duduk didalam mobil nya sejak tadi menatap kearah pintu gerbang sekolah Gea dimana sebenarnya sekolahan itu adalah milik keluarga besar nya sendiri.
Jam masih menunjukkan pukul 3.25 Sore dimana itu artinya Gea jelas masih dalam jam sekolah, bisa jadi ini memasuki waktu istirahat terakhir sebelum pulang kerumah.
Laki-laki tersebut terlihat menunggu Dengan tidak sabaran sejak tadi, sesekali darrel menarik dasi nya kesal, laki-laki itu kini mendengus dangan kesal.
Pada akhirnya laki-laki tersebut dengan cepat langsung membelokkan mobilnya, dia menekan klakson nya dengan kasar dan menunggu sang penjaga gerbang membuka pintu gerbang sekolah tersebut.
bayangkan betapa terbelalaknya sang penjaga gerbangnya kini saat tahu kehadiran Darrel.
Laki-laki muda itu buru-buru membuka pintu gerbang tersebut dan membiarkan mobil yang dikendarai Darrel melesat masuk kedalam.
Begitu tiba didalam laki-laki tersebut mengehentikan mobil nya di area parkiran kosong, kini laki-laki itu bergerak membuka kasar pintu mobil lantas membantingnya kasar pintu mobil tersebut dengan perasaan yang berkacamuk menjadi satu.
****!.
Umpat laki-laki tersebut kesal, dan demi apapun ketika dia melangkah masuk ke dalam sekolah tersebut tidak dia pedulikan bagaimana tatapan-tatapan pata siswa-siswi di sekolah itu dan para guru yang jelas terkejut melihat kedatangan nya.
"Tuan Darrel?"
"Tuan?"
"Pak?"
beberapa guru jelas tercekat, mereka pikir apa ini sidak dadakan dari sang pemilik saham terbesar dan pemilik sekolahan tersebut?!.
Alih-alih peduli dengan sapaan para guru, Darrel hanya menatap mereka sejenak dengan pandangan yang sangat tidak bersahabat serta dingin, laki-laki itu membuang pandangannya kemudian terus melangkah maju ke depan tanpa peduli dengan keadaan.
Yang dia pedulikan dan dia inginkan saat ini adalah segera menemukan dan mendapatkan Gea serta membawa Gea pergi secepat nya dari sana.
Persetan dengan sopan santun dan orang-orang disekitar nya
Oh ****.
__ADS_1
Darrel kembali mengumpat.
Dimana kelas putri nya?!.
Dia bahkan tak tau dimana Kelas gadis cantik itu.
Darrel menghentikanlangkahnya, dia membenahi Jas milik nya yang masih melekat rapi ditubuhnya.
Sang Kepala sekolah yang sejak tadi mengikuti nya seketika langsung ikut menghentikan langkah kakinya, dia menunggu laki-laki tersebut menjelaskan maksud kedatangannya ke sana.
"Ya tuan?"
Tanya laki-laki berkepala botak itu cepat.
Darrel melihat mengerat kan rahang nya, ekspresi laki-laki tersebut menimbulkan ketakutan tersendiri untuk laki-laki yang berkepala botol tersebut.
jutaan kekhawatiran menghantam sang kepala sekolah saat ini.
Darrel sejenak berdehem.
"Katakan pada ku dimana kelas Gea Vanka?"
tanpa basa-basi Darrel langsung bertanya kepada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut
"Ya?"
gadis itu tidak ingin masuk ke tempat sekolah ini tersembunyi dan dipandang bukan karena kemampuannya melainkan karena dia adalah Putri seorang Darrel Oxtone.
karena itu sang kepala sekolah jelas terkejut saat mendengar Darrel menanyakan nama Gea.
Laki-laki itu pikir ada hubungan apa antara darah dan Gea, gadis pintar dengan sejuta prestasi nya itu.
"Apakah ada sesuatu yang salah pada...?"
laki-laki tersebut ingin bertanya apakah ada sesuatu yang salah kepada Gea, tapi Darrel langsung buru-buru menjawab ucapannya.
"Jawab dimana dia sekarang, aku harus membawa nya pergi sekarang"
Darrel mendengus kasar, dia kembali bertanya dengan tidak sabaran.
sang kepala sekolah tampak gemetaran, dia mencoba untuk menjawab dengan cepat.
"Dia..itu...saya pikir ini jam istirahat, anak-anak pasti ada di Kantin"
Ucap laki-laki tua itu gugup.
__ADS_1
mendengar jawaban laki-laki tersebut udara yang langsung buru-buru melangkah kembali maju menuju ke arah kantin yang dimaksud.
kepala sekolah tersebut tampak terlihat bingung dia berusaha kembali untuk mengejar langkah.
Darrel sama sekali tidak peduli, laki-laki itu mengejar langkahnya, dia terus berjalan menuju ke arah depan dan mencari kantin siswa dan siswi yang ada di sisi kiri sekolahan tersebut.
Bayangkan bagaimana keadaan sebenarnya saat ini, bahkan tatapan para guru perempuan yang terpesona dengan kehadiran dirinya tidak mau melepaskan pandangan mereka dari Darrel.
Darrel tetap tidak peduli dia terus berjalan ke depan hingga akhirnya dia menemukan kantin yang dimaksud oleh sang kepala sekolah tadi.
Kini laki-laki itu berhenti di depan kantin siswa dan siswi, bola mata laki-laki itu menatap tajam ke sekitaran, bola matanya menatap liar kesemua penjuru arah, mencari sosok gadisnya.
Gadisnya?.
Oh ****.
Salah putri nya lebih tepatnya!.
Tatapan Darrel seketika berhenti pada disatu titik dimana ia melihat Gea yang sedang....
putri nya sedang mengobrol manis dengan teman-teman nya, ekspresi putrinya terlihat begitu menggemaskan bagi darrel dari kejauhan.
entahlah rasanya ekspresi Gea membuat darrel ingin sekali bergerak mendekati nya, meraih tubuh gadis itu dan memeluk nya bahkan dia membayangkan melakukan hal yang dia lakukan kembali pagi tadi.
dia ingin sekali ******* kembali bibir gadis itu, memasukkan nya kedalam pelukan nya, membawa nya ke atas kasur nya bahkan entahlah apa yang bisa dia lakukan pada gadis cantik itu berikut nya.
Oh Darrel terkutuk sungguh kau.
"Gea."
Dia mencoba memanggil lirih.
dia pikir suara nya pasti belum terdengar, Laki-laki itu kembali melangkah, berusaha terus mendekati Gea dan memberikan kejutan pada gadis itu soal kehadiran nya tapi...
Darrel seketika langsung membulatkan bola matanya saat dia sadar apa yang telah terjadi berikutnya.
beberapa laki-laki mendekati Gea, seseorang duduk tepat disamping putri nya.
Yah kini gadis cantik dan imut tersebut telah duduk bersama teman-temannya dan satu pemandangan yang membuat dia mengeram dan begitu marah, Laki-laki itu duduk semakin merapat tepat di samping Gea, sosok seorang laki-laki yang sama sekali dia tidak kenal.
mereka terlihat bicara dengan serius, dimana suatu pemandangan yang membuat dia begitu tidak senang dimana laki-laki tersebut mencoba untuk memeluk putri nya.
Bayangkan bagaimana kecemburuan menghantam laki-laki tersebut saat ini.
Tampa berpikir panjang darrel langsung melangkah menuju kearah depan sambil mengeratkan rahangnya dimana telapak tangan Darrel menggenggam erat dengan sempurna.
__ADS_1
"Gea..."
seketika laki-laki itu berteriak melengking dengan penuh kemarahan, menatap tajam kearah Gea seolah-olah berkata kau berani-beraninya macam-macam dibelakang ku.