Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 6


__ADS_3

Gea jalas saja terkejut bukan kepalang saat dia sadar daddy nya berjalan dengan tergesa-gesa sembari menampilkan ekspresi wajah penuh kemarahan menatap ke arah dirinya dan,


gadis itu langsung menoleh ke arah teman laki-laki disampingnya.


Oh my god.


Gea menelan salivanya.


Seperti nya Deddy nya itu tidak suka dengan sosok David yang terlihat duduk di sampingnya dan mencoba bersikap begitu mesra kepadanya.


begitu suara dari Darrel Oxtone terdengar menggelegar memecah keadaan di kantin tersebut jelas saja membuat seluruh siswa dan siswi yang ada di sekolah itu langsung menoleh secara serentak.


semua orang jelas mengenal siapa laki-laki yang berjalan dengan penuh kemarahan itu, dalam beberapa kegiatan penting atau bahkan jika ada acara-acara besar Darrel Oxtone jelas selalu hadir di sekolah tersebut.


jadi sangat mustahil sekali jika tidak ada yang mengenal laki-laki itu saat ini.


sang pemilik saham dan juga sekolahan tersebut.


namun yang jadi pertanyaan besar saat ini adalah orang-orang jelas menoleh ke arah Gea dan menatap bingung ke arah gadis tersebut.


pertanyaan orang-orang adalah kenapa suara Darrel Oxtone terlihat begitu marah dan mendatangi Gea secara langsung ke sekolahan tersebut.


karena sejauh ini tidak ada satu orang pun yang mengenal status Gea dengan baik, tidak ada yang pernah tahu hubungan ayah dan anak yang terjadi di antara Darrel dan juga Gea.


mereka jelas berpikir apakah mungkin dia telah melakukan kesalahan besar kepada laki-laki tersebut hingga membuat seorang CEO dan juga pemilik sekolah tersebut menjadi sangat menyerang dan marah kepada salah satu siswi di sekolah itu.


"Ada apa tuan Darrel Oxtone mencari dan meneriaki nama mu?"


ketika salah satu teman dia yang bertanya kenapa seorang Darrel Oxtone mencari diri nya, apakah mungkin dia harus menjawab jika laki-laki itu  adalah daddy kandungnya.


No...!.


demi apapun Gea tidak pernah mau menyebut status antara dirinya dan Darrel.


baginya saat ketika dia masih SMP mommy nya membawa dia pulang ke kediaman laki-laki tersebut, dia sama sekali tidak memiliki ikatan batin layaknya anak dan ayah saat pertama kali melihat Darrel Oxtone, baginya laki-laki tersebut seperti laki-laki asing yang membuatnya cukup terpesona dan tidak ingin dia anggap sebagai daddy nya sama sekali.


karena itu saat Mommy dan daddy nya memilih memasukkannya ke sekolahan tersebut, Gea memaksa mati-matian agar dirinya tidak menggunakan nama Oxtone di belakangnya.


selain karena dia tidak akan bisa bergerak dengan bebas karena nama Oxtone, dia takut semua siswa-siswi dan guru di sana akan membedakan dirinya ditambah lagi dia tidak mau orang-orang tahu jika dirinya adalah Putri Darrel karena dia tidak mau menjadi putri laki-laki tersebut.


dia benar-benar tidak mau nama Oxtone melekat di dirinya saat ini.


jadi dia tidak akan pernah mengungkapkan status mereka kepada siapapun tanpa terkecuali.

__ADS_1


"A..ku... tidak tahu"


Dia jelas langsung menjawab sedikit gugup pertanyaan dari temannya itu, bola mata Gea kini terus menatap Darrel yang bergerak cepat menuju ke arah dirinya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba ketika laki-laki tersebut telah berada di hadapannya, Darrel langsung dengan gerakan kasar menarik tangannya dan memaksa dirinya untuk membawanya pergi dari sana.


"Da...."


dia ingin berkata Daddy, tapi gadis tersebut langsung mengurungkan ucapannya, dia tidak mau orang-orang mendengar dia menyebut laki-laki itu dengan sebutan daddy.


di tengah kebingungan dan kepanikan Gea, Darrel secepat kilat langsung menggenggam telapak tangan kiri Gea, dia mengabaikan semua orang dan langsung menyeret langkah dan membawa putrinya tersebut menjauh dari sana.


tidak dia pedulikan bagaimana ekspresi semua orang juga termasuk guru-guru yang ada di sana, bahkan saat sang kepala sekolah terlihat memohon agar dia tidak membawa Gea dan meminta penjelasan darinya atas apa yang sebenarnya terjadi, laki-laki keras kepala dan berwajah dingin itu tetap melangkahkan kakinya menyeret langkah dia seperti laki-laki yang tidak memiliki perasaan sama sekali.


apa dia harus mengatakannya saat ini?!.


dia marah dan cemburu karena seorang laki-laki berani-beraninya mencoba mendekati putrinya, jika saja dia tidak ingat bagaimana dan juga siapa statusnya, bisa dipastikan dia sudah menghajar bocah laki-laki tadi dan membuatnya babak belur.


namun karena Darrel ingat statusnya dengan baik, dia mencoba mengontrol dan menetralisir emosinya, laki-laki itu fikir tidak mungkin dia mempermalukan dirinya sendiri di hadapan khalayak ramai.


meskipun dia membuat dia tidak waras karena perasaannya yang menggebu-gebu sejak bertahun-tahun lamanya ini bahkan semakin menggembung setelah kejadian pagi tadi, tapi dia masih menggunakan akal warasnya di dalam sekolahan miliknya tersebut.


karena jika dia keluar dari batas kontrol emosinya, dia takut selain hal itu akan merusak karirnya, hal tersebut juga bisa membuat malu Gea untuk masa depannya.


dan keinginan Gea dulu menyembunyikan nama Oxtone di belakang nama nya, rupanya cukup memberikan keuntungan besar untuk dirinya termasuk hari ini.


"Tuan.... apakah ada yang telah diperbuat Gea yang membuat anda marah? tolong berikan penjelasan kepada kami"


sang kepala sekolah yang sejak tadi masih mencoba mengikuti langkah laki-laki tersebut langsung memohon kepada Darrel agar memberikan penjelasan, dia mencoba menghentikan langkah laki-laki tersebut yang mencoba menyeret Gea kini agar masuk ke mobilnya.


laki-laki tua tersebut mencoba untuk menahan pintu mobil Darrel.


"aku akan dibunuh oleh orang tua gadis ini tuan jika anda membawanya tanpa memberikan keterangan kepada kami"


dia kembali memohon sembari menyatukan kedua telapak tangannya.


orang tua?! cihhh.


Darrel langsung berdecih kemudian menatap tajam laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.


"aku mengenal kedua orang tuanya dengan baik, aku akan membawanya pergi dari sini dan kau harus mengisi absennya dengan baik selama beberapa hari ini"


ucap laki-laki itu dengan cepat sembari mencoba menyingkirkan tubuh si tua yang ada di hadapannya tersebut.

__ADS_1


Sang kepala sekolah jelas bingung dan seperti orang tolol dia mencoba untuk menyingkirkan tubuhnya saat ini juga dari arah pintu mobil.


Gea yang mendengar ucapan Darrel seketika langsung menoleh ke arah daddy nya dengan perasaan bingung.


Mengisi absen? membawanya pergi? kemana?!.


gadis itu jelas membeku dan tampak sedikit gelagapan.


"Tapi tuan..."


Laki-laki tua itu terlihat ragu-ragu, setelah menatap Darrel dia mencoba melirik ke arah Gea.


"kau ingin membantahku? bukankah sudah aku bilang aku mengenal orang tuanya dan aku telah diizinkan untuk membawanya hari ini, berhenti bertanya ada apa cukup isi absennya selama beberapa hari ini, aku yang bertanggung jawab atas Gea" selama dia tidak hadir di sekolah


Darrel kembali bicara, dia mendorong tubuh kepala sekolah itu dengan cepat, kemudian laki-laki tersebut langsung membuka pintu mobil dan memasukkan tubuh Gea ke dalam mobilnya dengan cepat lantas menutup pintu mobilnya dengan gerakan yang kencang.


detik berikutnya dia kembali bergerak memutar melewati sang kepala sekolah yang masih tempat bingung lantas naik ke arah kursi kemudi dengan cepat.


kemudian di detik berikutnya laki-laki itu melajukan mobilnya tanpa berpikir dua kali.


Gea jelas seketika menjadi panik dia langsung mencoba menatap daddy nya dengan jantung yang berdetak begitu kencang.


"Daddy... kita mau kemana?"


Gadis itu bertanya dengan wajah sedikit memucat, dia mencoba menggigit bibir bawahnya dengan panik.


Alih-alih menjawab Darrel malah langsung menoleh ke arah Gea sembari menyetir mobilnya dengan kekuatan penuh tanpa menoleh ke arah depan.


seolah-olah laki-laki itu siap mati bersama putri nya saat ini di jalanan, tatapan bola mata laki-laki itu jelas membuat dia langsung bergidik ngeri.


"Membawa mu ke surga dan neraka baru milik daddy"


saat laki-laki itu mengucapkan kalimat tersebut seketika membuat Gea langsung menelan salivanya.


"Ini akan menjadi hukumanmu karena berani menatap laki-laki lain selain daddy"


Lanjut nya lagi.


"Dad..."


Gea jelas langsung tercekat mendengar ucapan dari daddy nya.


******

__ADS_1


Catatan \= salah tulis sedikit aja langsung review makk, ga boleh ada kata Fulugarrrr sedikit pun, review ketat makkk, bahasa mesti diperhalus saat ini. ga ada adegan aneh-aneh langsung dikasih bonus stempel dua dan satu pulus🤭.


__ADS_2