Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Masih bernyawa


__ADS_3

Baca sampai bawah ya Mak, in cuma bab pengumuman bukan bab update Gerald dan Venus.


Makkk ada yang ingat kisah Luck dan Lea di putri perawan milik Daddy? season 3? ada yang masih ingat Aries?.


Banyak yang minta season baru mereka


****


Mak kasih bocoran episode baru nya yaaa Mak, novel terbit di F..I..ZZ..O. gratis kok disana dan juga bisa kumpul duit receh disana sembari baca.


...👇👇👇👇...


...*****...


begitu mendengar Luck menyebutkan nama Aries yang tidak lain adalah kakak laki-lakinya seketika membuat Lea refleks terkejut, jantung perempuan itu langsung berdetak dengan kencang.


nama itu menjadi satu nama yang pernah membuat dia benar-benar menyayangi seorang kakak laki-laki, namun nama itu juga yang pernah membuat dia begitu kecewa bahkan merasa sangat malu dengan keadaan juga dunia ini.


jangan ditanya bagaimana perasaan Lia ketika suaminya menyebutkan nama kakak laki-laki nya tersebut, perempuan itu refleks langsung memalingkan wajahnya lantas berkata.


"Bisa kita tidak membicarakan soal masa lalu? aku tidak ingin mendengar apapun tentang daddy atau kakak"


setelah berkata begitu Lea berusaha untuk beranjak dari posisi tidurnya, rasanya mood booster-nya pagi-pagi ini langsung menurun dengan sempurna, perempuan tersebut memilih untuk menyambar handuk yang ada di tangan kursi di sisi ranjang mereka.


"Baby... aku pikir kamu harus mendengarkannya lebih dulu"


Luck bicara dengan cepat sembari ikut melangkah dan mencoba mengejar langkah Lea.


"No... begitu aku pergi dari Indonesia menuju ke Manhattan, lari dari Paris juga memilih menetap di Indonesia, aku telah bersumpah untuk tidak lagi mendengar soal daddy ataupun kak Aries"


Lea bicara dengan cepat lantas berusaha untuk beranjak menuju ke arah kamar mandi, dia pikir selama pernikahannya kali ini dia mencoba sedikit berdebat dan tidak ingin mendengarkan Luck.


mungkin terkesan seperti istri yang tidak sopan, tapi dia benar-benar tidak ingin mendengar soal kak Aries nya.


"dia sudah tenang di alamnya, bahkan aku tidak rela untuk menghadiri pemakamannya, mereka bilang mommy yang datang ke sana menangis terisak-isak, meskipun aku tidak bisa memungkiri dan menghalangi Mommy karena ka aries adalah putranya sendiri"


dia bicara dengan cepat kemudian mencoba untuk membuka pintu kamar mandi dengan gerakan yang sedikit tergesa-gesa.


namun Luck dengan cepat mencoba untuk menahan pintu kamar mandi tersebut, dia menggenggam lengannya secara perlahan kemudian memasukkan Lea ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"dengarkan aku sebentar saja"


ucap Luck kemudian dengan cepat.


"Dia masih hidup, Lea dia masih hidup dan bersembunyi di satu tempat"


Laki-laki tersebut bicara dengan cepat.


mendengar ucapan Luck seketika membuat Lea langsung membulatkan bola matanya.


"Apa?"


Lea jelas terkejut setengah mati mendengar apa yang barusan di sampaikan oleh Luck kepada dirinya.


"Pihak kepolisian mencari nya, dan satu-satunya orang yang akan menjadi jembatan penghubung dengan aries adalah kamu, Lea"


Bayangkan bagaimana perasaan Lea saat mendengar ucapan suami nya tersebut saat ini.


Tidak mungkin!.


*******


Swiss


di sebuah jalanan sempit, gelap dan pengap tanpa terlihat orang yang berlalu lalang, tubuh seorang laki-laki terlihat berjalan dengan kepayahan, nafas nya terdengar tidak baik-baik saja dimana beberapa sisa luka masih mengeluarkan darah nya.


Laki-laki tersebut menahan luka di balik perut nya, dia mencoba mengintip dan membuka luka tersebut Secara perlahan sembari bibir nya mengeluarkan ringisannya sejenak.


sisa luka di tubuhnya ada beberapa bulan kemarin masih menyisakan rasa ngilu yang luar biasa, namun kini di bagian perencanaannya dia masih harus menahan bekal baru di mana dia menerima 1 tembakan dari seseorang dengan cara yang luar biasa.


dia pikir apakah kematian akan mendekatinya sekali lagi setelah dia berjuang dengan kematian nya kemarin?!.


entah berapa tahun dia berjuang dengan keadaannya sendiri, bolak-balik di bius dan di kurung oleh seseorang, di mana dia dipaksa untuk melupakan jati diri nya sendiri, bahkan dia harus berjuang di antara hidup dan mati.


tidak tahu sebenarnya ada apa dengan kehidupannya, dimana dia harus mencoba untuk melawan orang-orang yang berulang kali ingin membinasakan dirinya.


Laki-laki tersebut terus melangkah, sembari bola matanya menatap lurus ke arah depan mencari tempat persembunyian terakhir di mana dia tahu di ujung gang sana orang-orang tengah berlarian mencari dirinya.


dia pikir apakah malam ini akan menjadi malam terakhir kematiannya? dia pikir dia belum bisa mati saat ini karena dia belum membuka satu rahasia besar di antara dirinya dan semua orang yang ada di dalam keluarganya.

__ADS_1


laki-laki itu terus melangkah di mana bola matanya kini menatap satu anak tangga yang menghubungkan sebuah pintu yang dia tidak tahu apakah itu sebuah gudang atau tempat tinggal yang juga dia tidak tahu terhubung ke arah mana.


dengan berjalan terseok-seok dan bersusah payah, laki-laki tersebut terus membiarkan tangan kanannya memegang perut kanannya yang kini terus mengeluarkan darah tanpa henti akibat luka tembak yang diterimanya tadi di mana tangan kirinya mencoba untuk terus berpegangan pada anak tangga.


dia tahu dia tidak bisa menghentikan darah yang mulai mengalir secara perlahan dari perutnya tersebut, keringat dingin dan juga tubuhnya yang terasa mulai kaku membuat dia jelas sulit bernafas.


bahkan langkah kakinya jelas sudah terasa sangat berat, nafasnya terdengar keras malah sengal sejak tadi bahkan dia merasa tidak lama lagi mungkin kematian akan mendekatinya.


tapi di dalam harapannya jika kematian memang mendekati dirinya saat ini, dia berharap orang-orang yang tengah berlarian belajarnya di ujung lorong sana tidak mendapati dirinya sama sekali.


jika itu terjadi dia tahu jika dia tidak mati menghadap Tuhan saat ini juga, maka bisa dipastikan dia akan kembali masuk ke dalam penjara yang paling mengerikan di muka bumi ini, bukan dibalik jeruji besi penjara melainkan dibalik sebuah pintu gelap di mana orang-orang akan kembali mendoktrin isi kepalanya.


bisa didengar suara telapak sepatu dari berbagai orang di ujung sana dan teriakan nyaring yang memekakkan telinga.


"Cari hingga dapat dalam keadaan hidup-hidup"


suara itu memecah kehamilan malam hingga membuat laki-laki tersebut mencoba mempercepat langkahnya menaiki anak tangga yang ada di hadapannya.


dia tengah berjuang dalam hidup dan mati untuk mempertahankan dirinya dan juga harga dirinya, kalau ini dia berpikir jika memang kematian mendekatinya maka dia meminta kepada Tuhan agar dia dipertemukan kepada seseorang yang sangat dirindukan.


laki-laki itu dengan bersusah payah mencapai ke arah tangga atas dan berusaha untuk memegang kena pintu dan membukanya dengan gerakan yang sangat kesulitan.


mungkin saat knop pintu terbuka dia tidak bisa membuka pintu tersebut, tapi siapa sangka Tuhan masih menyayanginya, seketika pintu tersebut terbuka dan dia melangkah dengan tergesa-gesa masuk ke dalam sana, dia tahu ini mungkin bukan menjadi pelarian yang terbaiknya tapi jika dia masih diberikan waktu untuk hidup sekali lagi, dia bersumpah akan membalas semua orang yang telah menyakiti dirinya bahkan keluarganya.


laki-laki tersebut terus bergerak menuju ke arah ujung yang dia tidak tahu sebenarnya ruangan itu terhubung ke mana, dia menyeret langkahnya hingga akhir, memastikan jika dia bisa pergi menjauh dari orang-orang tersebut.


Namun pada akhirnya dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk menyeret langkahnya dan secara perlahan dia jatuh tumbang di tempat tersebut dengan nafas yang mulai memburu habis.


Brakkkkkkk.


begitu tubuhnya jatuh ke lantai laki-laki itu mencoba menatap satu sisa pintu yang ada di depan sana, namun meskipun dia berusaha untuk bergerak maju dia sudah tidak memiliki sedikitpun tenaga untuk sampai ke pintu yang ada di depan sana.


"Lea..."


Satu nama keluar dari balik bibir pucat nya.


*****


__ADS_1


__ADS_2