
Darrel jelas langsung menyunggingkan senyuman mautnya ketika pada akhirnya daddy nya mau mengalah juga dan membiarkan Gea berada bersama dengan dirinya dan melewati liburan Sesuai keinginan nya.
Meskipun hanya 2 hari lagi Waktu yang tersisa, Darrel jelas bahagia, dia jelas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menghabiskan waktu sampai bersama Gea dari pagi hingga pagi di keesokan harinya selama 2 hari penuh sebelum mereka kembali ke Paris.
"Grandpa akan pulang hari ini ke Paris, perjalanan pesawat lebih singkat cepat, pastikan kamu tidak kelelahan selama diperjalanan bersama laki-laki ini, aku khawatir dia tidak memberikan kamu jaket, selimut atau bahkan makan selama di perjalanan"
Ucap tuan Oxtone cepat, dia menatap Gea sejenak kemudian melirik kearah Darrel, laki-laki tua tersebut sengaja berkata seperti itu agar Darrel tidak mengabaikan kebutuhan Gea nanti selama di perjalanan pulang.
"Grandpa jangan khawatir, selama di perjalanan pergi Daddy begitu memperhatikanku, jadi aku pikir tidak mungkin daddy tidak memperhatikanku saat kami di perjalanan pulang nanti"
Gea menjawab dengan penuh kebahagiaan, dia melepaskan pelukannya di mana Darrel sejak tadi memeluk dirinya di hadapan Grandpa nya, jangan ditanya bagaimana perasaan Gea saat ini, dia jelas bahagia saat tahu grandpanya mengizinkan dirinya menghabiskan waktu liburan bersama daddy nya.
Senyuman cantik dari balik bibir dan wajahnya tampak mengembang dengan sempurna, tidak ada kebahagiaan lain yang bisa dirasakan oleh Gea kecuali dia bisa bersama daddy nya.
"Yeah laki-laki tua ini cukup terkejut dia memperhatikanmu, nak. Mengingat betapa cueknya dia selama ini dengan dirimu, berikan pelukan kepada Grandpa"
Laki-laki itu bicara dengan cepat kemudian membentangkan tangannya, menunggu cucunya untuk masuk ke dalam pelukannya..
Gea jelas langsung masuk ke dalam pelukan laki-laki tua tersebut tanpa berpikir dua tiga kali, kemudian tidak lama dia melepaskan pelukannya secara perlahan.
__ADS_1
Tapi Grandpa nya kemudian mencoba untuk memeriksa tangan, wajah dan juga betis serta kaki Gea, memastikan tidak ada luka di tubuh cucu kesayangannya.
"Baiklah berikan pelukan sekali lagi sebelum Grandpa pulang, Grandpa pikir laki-laki sialan ini sudah menunggu grandpa Dan ingin mengusir Grandpa sejak tadi"
Laki-laki tua tersebut mulai mengoceh, menatap tidak suka ke arah Darrel.
Sekali lagi Gea melakukannya sembari bola mata laki-laki tua itu mencoba kembali menelisik tubuh Gea.
Entahlah tuan Oxtone merasa sedikit gelisah
"Oh god, please dad jika daddy ingin pergi sekarang daddy bisa melakukannya, berhenti memeluk Gea seolah-olah dia adalah benda berharga milik Dedi, aku cukup terganggu melihatnya, daddy seperti laki-laki pedofilia yang memperlakukan anak dibawah umur secara tidak normal"
Darrel bicara dengan cepat ke arah laki-laki tua tersebut, selain sifat overprotektifnya tiba-tiba keluar karena dia tidak suka seseorang menyentuh miliknya, Darrel takut jika daddy-nya akan melihat sisa-sisa bercak merah yang disematkan oleh laki-laki tersebut di beberapa anggota tubuhnya misalnya di leher belakangnya, di punggung perempuan tersebut dan di bagian dada atas Gea.
"Cihhhh yang benar saja, mulutmu benar-benar sangat mengerikan bahkan kau bicara tanpa menggunakan otak kepalamu, kau pikir ada seorang kakek yang mau mencabuli anak-anak seusia ini apalagi dia cucu kesayangan nya sendiri?"
Tuan Oxtone terlihat begitu berang dan marah dia malah menatap Darrel dengan tatapan yang aneh.
"Aku akan pergi sekarang juga karena penerbangan kami pergi pada sore ini, jaga dia dengan baik dan aku ingin kau membawanya pulang dua hari ke depan"
__ADS_1
Laki-laki tersebut bicara, Membiarkan Darrel meraih tubuh Gea.
"Jangan coba-coba menambah liburan, ingat putrimu harus melakukan ujian kenaikan kelas tidak lama lagi, setelah kelas 3 aku berpikir akan menguliahkan nya di luar negeri, dia sebaiknya tidak tinggal di Paris mengingat dirimu dan Alisa selalu sibuk dengan kegiatan kalian masing-masing"
Mendengar ucapan dari daddy nya, Darrel hanya mengangguk kan kepalanya, dia pikir dia jelas aja sudah memiliki rencana sendiri soal ke mana putrinya akan berkuliah tapi dia jelas tidak akan membicarakannya saat ini, karena dari berpikir ini jelas belum waktunya.
"Yeah, aku akan meminta Gea untuk memikirkan nya"
Jawab Darrel cepat.
Tuan Oxtone pada akhirnya bergerak dengan cepat meninggalkan kedua orang tersebut, dia terus memperingati Darrel agar berlaku baik pada cucunya.
Setelah laki-laki tua tersebut menghilang di balik pintu hotel tersebut, seketika Darrel langsung melirik ke arah Gea.
"pergilah mengambil sarapan"
Ucapnya cepat sambil menyentuh puncak kepala Gea, dia bergerak menjauhi perempuan tersebut lantas berkata.
"Aku akan pergi mandi lebih dulu dan menyusul untuk sarapan, selanjutnya kita akan mengunjungi satu tempat yang ingin aku perlihatkan kepadamu"
__ADS_1
Mendengar ucapan Darrel dia terlihat mengganggukan kepalanya sembari perempuan tersebut menatap punggung Kokoh laki-laki itu untuk waktu yang cukup lama.
Pada akhirnya dia beringsut menuju ke arah meja makan, dan mencoba untuk menikmati makan pagi yang sudah benar-benar telan dan hampir menjelang makan siang.