
"Berkencan?"
Venus jelas terkejut setengah mati.
Dia kembali menatap daddy nya dan Yolanda.
"Apa ada hal yang telah aku lewati?"
Venus bertanya sekali lagi.
"Mereka berpacaran"
Gedubrakkkk
Rasanya Yolanda ingin menjatuhkan tubuhnya dari gedung apartemen nya saat ini juga saking shok nya dengan ucapan laki-laki tersebut.
Apakah ada mesin portal waktu yang bisa membàwa ku pergi kabur sejenak dari sini?!.
Oh tidak seseorang ketuk lah pintu depan, tidak masalah berikan aku tagihan-tagihan berbagai macam pembayaran yang harus aku bayar agar situasi tidak menjadi sulit seperti ini.
Pekik Yolanda didalam hatinya.
"Yolanda?"
Tidak mendapatkan sama sekali respon, buru-buru Venus menatap kearah Yolanda.
"Ahahahahha kenapa cuaca nya tiba-tiba begitu panas, aku fikir ingin pergi keluar mencari batu es"
perempuan itu bicara sambil bergerak menyamping, mencoba sedikit menyingkir dari sana.
Dia fikir dia harus pura-pura terkena sedikit penyakit lupa-lupa ingat kemudian mencoba Membiarkan Andrew saja yang menjelaskan semuanya.
"Aku fikir cuaca dingin, tidak kah kamu lihat? AC nya bahkan cukup kencang disini"
Protes Venus cepat.
Mendapatkan protesan Venus seketika Yolanda menelan salivanya.
"Jangan menanyakan hal seperti itu dulu, nanti soal kami, kita masih membahas soal kalian"
Andrew buru-buru bicara, dia fikir laki-laki tua ini bisa-bisanya mengalihkan pembicaraan.
"Kita bisa membahasnya bersama-sama, aku suka kita mendapat kan angka seri Secara bersamaan"
__ADS_1
Gerald menyela cepat.
Kau....
Andrew benar-benar membuat nya mati kutu dan mati gaya.
"Aku fikir aku sakit kepala, bisa aku ke belakang sebentar? mencari obat migrain"
Oh Yolanda fikir dia benar-benar tidak pandai membuat sebuah alasan baik.
Kepalanya tiba-tiba berdenyut kencang, dia memang butuh obat sakit kepala akut saat ini.
"Sejauh mana sudah berjalan?"
Alih-alih peduli ucapan sahabat baiknya, Venus langsung bertanya dengan cukup serius.
"Sebenarnya tidak begitu cukup jauh"
Pada akhirnya Andrew mengalah juga, bicara cepat sambil melirik kearah Yolanda.
Mumpung ada kesempatan bicara yah sudah sekalian saja.
"Sejak kapan?"
Laki-laki itu harus bicara terus terang, takut juga jika Venus jadi marah dan menyalahkan Yolanda.
"Siapa yang menyatakan perasaan lebih dulu?"
"Sayang kami ini orang tua..."
"Mereka masih anak-anak, kita yang tua"
Aihhh si breng..sek ini.
Andrew ingin sekali mengumpat saat Gerald mengingatkan dirinya soal usia mereka, bayangkan bagaimana ekspresi mata nya saat ini?!.
Dia bahkan ingin sekali menghajar laki-laki dihadapan itu.
"Yah yah kita yang tua, maksud ku begini maksud ku Daddy sudah tua..ah tidak masih muda Daddy ini laki-laki matang yang mempuni, tidak ada ucapan siapa dulu yang memulai, maksud Daddy..."
Akhhhh kenapa dia bicara belepotan, persis seperti anak kecil yang kedapatan mencuri.
"Orang tua tidak membuat pernyataan lebih dulu soal perasaan mereka, Daddy jatuh cinta dan menyukai Yolanda"
__ADS_1
Mendengar ucapan Daddy nya, Venus terlihat diam.
"Lalu sudah sejauh mana?"
Yolanda kembali mengulang pertanyaan Awalnya.
"Daddy belum menjawab nya"
"Tidak begitu jauh sayang, kami berkencan, makan bersama, jalan-jalan, saling jatuh cinta bahkan Daddy yakin ingin menikahi nya, dan... kami tidur bersama"
"Itu bagus berkencan, makan, jalan-jalan.."
Venus menggerakkan jari nya, mencoba untuk berlapang dada.
tapi...
"Ya...?me.. menikah dan ti.. tidur bersama?"
Seketika Venus membulat kan bola matanya.
Alamakkkk....
"Menikah dan tidur bersama?"
Seketika dia berteriak histeris.
Bagaimana bisa?!.
"Apa kalian gila?"
Seketika Venus terbelalak kaget.
Andrew seketika menelan salivanya, dia fikir apa Venus akan menghalangi hubungan mereka?!.
Tapi jawaban anak itu jelas diluar ekspektasi nya.
"Lalu bagaimana kami nanti menikah? 1 panggung dua pengantin begitu? ayah dan anak?dad apa kata dunia"
Gedubrakkkk.
Seketika Andrew nyaris terjengkang kebelakang.
Bisa-bisa nya gadis itu mempersoalkan soal sesuatu yang ada di luar jalur pemikiran nya.
__ADS_1