
Bola mata Yolanda membulat saat dia sadar siapa yang ada dihadapan nya saat ini.
"Untie Natalie?"
Itu adalah adik tiri dari Mommy nya.
Dia lupa perempuan itu belakangan cukup gencar mengejar Laki-laki disampingnya.
Bahkan Untie Natalie nya beberapa kali mengirimkan banyak makanan bahkan hadiah-hadiah pada Venus dan Andrew secara bergantian.
Sebenarnya tidak dipungkiri hubungan semakin intens yang terjadi antara dirinya dan Andre karena dia harus sering mondar-mandir ke apartemen Venus setiap kali pulang ke Prancis.
Bahkan beberapa kali Yolanda terpaksa mengekor pada Andrew demi mengantarkan segala macam hadiah dari perempuan dihadapan nya itu.
Tapi yakinlah Venus tidak pernah menyukai perempuan tersebut.
"Dia seperti ja..Lang bermuka 12, menarik simpati laki-laki kaya untuk memperkaya diri, bahkan dia menggoda kepala rektor kita"
Venus pernah bicara menggosipi untie nya.
"Dia hanya suka pada Daddy ku tapi enggan melakukan pendekatan pada ku"
"Karena itu maafkan aku karena begitu jijik pada untie mu"
Jangankan Venus, dia pun sebenarnya tidak begitu menyukai perempuan tersebut, tapi Karena satu-satunya keluarga yang dipercaya orang tua nya untuk Menjaga nya di Paris Untie Natalie nya maka mau tidak mau dia memasang muka manis agar perempuan itu tidak mengadu yang aneh-aneh pada orang tua nya.
"Kalian sedang apa?"
Perempuan itu bertanya sambil mengerutkan keningnya, menatap curiga dua orang tersebut dengan pandangan menyelidik.
Natalie fikir kedekatan dua orang berbeda gender tersebut sedikit tidak masuk akal, dia bisa melihat tadi dari kejauhan bagaimana Andrew tadi memperlakukan Yolanda.
__ADS_1
bisa dia lihat laki-laki tersebut tadi dari kejauhan memeluk erat dan intens keponakannya, bahkan laki-laki itu merangkul bahu Yolanda bak pasangan kekasih.
Terdengar sedikit gila dan tidak masuk akal, dia mencurigai hubungan kedua orang tersebut dan mencemburui keponakannya sendiri.
Tapi dia fikir agak aneh laki-laki dewasa menyukai gadis kecil seusia putri nya sendiri.
"Makan bersama, melewati waktu luang dan berniat untuk pulang"
Andrew bicara dengan nada yang begitu biasa saja.
Laki-laki sejak dulu memang tidak begitu tertarik pada perempuan Tersebut.
Dia tidak suka gaya berpakaian nya, terlalu terbuka dan terlihat sangat murahan.
"Kalian terlihat begitu intens..."
perempuan tersebut bicara dengan sedikit ragu-ragu, menatap Yolanda dan Andrew secara bergantian.
meskipun perasaan ragu menghinggapi dirinya tapi rasa curiga besar juga menghampiri dirinya.
Andrew menjawab cepat, dia buru-buru mmbuka pintu mobil nya.
"Baby, naiklah"
Ucap Andrew cepat.
Di kala keadaan di anggap tidak baik-baik saja, Yolanda fikir bisa-bisa nya laki-laki itu memanggil nya dengan sebutan baby?!.
"Ba..by?"
Natalie lagi-lagi mengerut kan kening nya.
__ADS_1
Alih-alih peduli dengan ekspresi Natalie, Andrew berkata.
"kami akan kembali ke apartemen Venus, apa kau ingin ikut?"
Dia bertanya sambil menunggu Yolanda masuk kedalam mobilnya.
perempuan itu baru saja akan menjawab, dia pikir itu udah yang cukup baik.
tapi belum sempat perempuan itu bicara dan menjawab, Andrew lagi-lagi berkata.
"Jika kamu sibuk bukan masalah, akan aku pastikan Yolanda pulang tidak lewat tengah malam"
Apa?!.
Natalie fikir Laki-laki itu tetap saja kalau bicara seenaknya.
Dia bahkan belum memutuskan untuk ikut atau tidak.
"Kau sedang berkencan? aku fikir kekasih mu menunggu sejak tadi"
Andrew bicara dengan terburu-buru, dia menoleh kearah sisi kirinya dimana Sejak tadi seorang laki-laki di ujung sana terlihat berdiri menunggu Natalie.
seolah-olah sadar seseorang menunggu nya seketika Natalie tercekat.
Seolah-olah ketahuan berselingkuh padahal belum mendapatkan target nya, wajah Perempuan itu langsung memerah.
Dia ingin menjelaskan tapi Andrew buru-buru masuk kedalam mobilnya kemudian langsung meninggalkan dirinya didalam pandangan ketidak percayaan.
What?!.
Laki-laki itu...!.
__ADS_1
bayangkan bagaimana perasaan Natali saat ini, di buru-buru mengeluarkan handphone nya lantas berfikir Yolanda telah keluar dari batasan nya.
setidaknya kakaknya harus tahu kelakuan putri nya.