Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Masih panik menerjang


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


Pusat kota


Paris


Diantara pekatnya langit malam dan jutaan bintang-bintang yang bertaburan di atas sana, sebuah mobil mendominasi berwarna putih dengan gerakan terburu-buru langsung mengambil tempat parkiran dan berhenti di salah satu sisi parkiran luar rumah sakit.


Gerald buru-buru bergegas turun dari dalam mobilnya, tidak dia pedulikan lagi orang-orang yang ada di sekitarnya saat ini.


langkah kaki laki-laki itu tampak dibuka lebar-lebar agar segera tiba ke dalam pintu rumah sakit yang ada dihadapan nya itu.


Bahkan karena tidak puas Gerald buru-buru berlarian dengan rasa panik saat sopir nya berkata istri kecilnya berada di rumah sakit malam ini.


bayangkan bagaimana perasaan laki-laki tersebut ketika mendengar jika istrinya tiba-tiba berada di rumah sakit dikala dia masih sibuk dengan beberapa pekerjaannya bersama sang asistennya.


laki-laki itu jelas jadi gelagapan, tanpa berpikir dua tiga kali dia langsung meninggalkan seluruh pekerjaannya dan pada saat pergi mencari keberadaan Venus, ketakutan besar jelas menghantam Gerald, dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.


Gerald terus berusaha mengejar langkah menuju ke arah meja resepsionis, bertanya pada salah satu perempuan berpakaian serba putih tersebut, di mana ruangan istrinya tengah dirawat.


Tapi baru saja ia ingin menanyakan keberadaan Venus tiba-tiba terdengar suara dari arah belakangnya.


"Dad?"


mendengar suara tidak asing tersebut jelas membuat Gerald langsung menoleh.


"Oh baby"


laki-laki tersebut langsung memeluk Venus dengan perasaan khawatir, cukup lega saat dia melihat sang istrinya baik-baik saja.

__ADS_1


"Kau tahu?kamu membuatku khawatir setengah mati"


Ucap Gerald sembari mengelus lembut kepala istri nya tersebut.


"Apakah Neo (Supir pribadi Gerald) menghubungi Daddy?"


tanya Venus sambil mendongakkan kepalanya.


"Dia bilang kamu berada di rumah sakit"


Ucap Gerald cepat, kemudian dengan buru-buru laki-laki itu melepaskan pelukannya, Gerald langsung memeriksa seluruh bagian tubuh Venus dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya, memperhatikan tangan kiri dan kanan perempuan tersebut.


"Apakah kamu terluka?"


Melihat betapa perhatian dan khawatirnya sang suami terhadap dirinya membuat Venus menatap Gerald dengan pandangan berkaca-kaca.


Bayangkan perempuan mana yang tidak bahagia ketika suaminya begitu mengkhawatirkan diri mereka.


"Syukurlah"


Gerald menghela nafasnya pelan, dia menyentuh kedua belah pipi istrinya tersebut dengan perasaan yang begitu lega.


Mendengar Venus berkata semua baik-baik saja jelas bahwa laki-laki tersebut membuang kekhawatirannya.


"Lalu kenapa kamu berada di rumah Sakit hmmm?"


tanya Gerald kemudian.


Saat mendapat kan kata rumah sakit tiba-tiba terlintas sebuah pemikiran di atas kepalanya.

__ADS_1


"Apa kamu hamil?"


tiba-tiba pertanyaan itu meluncur dari balik bibirnya, yang dia ingat pertama kali adalah hamil.


perempuan datang ke rumah sakit jika tidak karena hal tersebut maka biasanya berobat karena terserang demam.


Mendengar Gerald bertanya soal kehamilan jelas membuat Venus mengulumkan senyuman nya, perempuan itu buru-buru menggelengkan kepalanya.


"Tidak Daddy, aku bahkan belum mengecek siklus bulanan ku"


Jawab Venus cepat.


mendengar jawaban Venus seketika Gerald diam.


Ahhh pikiran nya terlalu berlebihan pikir Gerald.


"Aku kemari karena Tante Linda"


Ucap Venus tiba-tiba.


mendengar Venus mengucapkan nama Linda jelas membuat laki-laki tersebut terkejut.


"Bagaimana? Linda?"


dia jelas bertanya dengan keadaan bingung, Ada apa dengan Linda hingga harus berada di rumah sakit dan kenapa istrinya bisa bersama Linda saat ini.


"Aku ingin menjelaskan sesuatu dengan Daddy"


Lanjut Venus lagi kemudian, mimik wajah istri nya kali ini berubah Begitu serius ketika menatap dirinya.

__ADS_1


__ADS_2