Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Bab 60


__ADS_3

Apartemen xxxxxxx.


Seseorang berjalan perlahan masuk menuju kearah tangga elevator, membiarkan posisi tubuhnya berada di dalam elevator tersebut dan menunggu pintu elevator itu tertutup dengan sempurna, begitu pintu dengan besi raksasa tersebut tertutup secara sempurna secara perlahan satu jemari seseorang manakah tombol nomor dari pintu elevator tersebut.


Perempuan itu menatap ke arah laki-laki yang kini berdiri tegap di samping dirinya, dia tahu laki-laki itu bukan tipe orang yang suka banyak bertanya atau bicara.


Seolah-olah sejak awal sudah tahu kemana tujuan laki-laki tersebut, perempuan itu membawanya menuju ke lantai atas paling tertinggi di menara Tower apartemen tersebut.


Cukup lama tubuh kedua orang tersebut berada di dalam elevator itu, membawa mereka melesat naik tanpa banyak bicara, hingga pada akhirnya mereka tiba di lantai di mana tujuan laki-laki tersebut saat ini.


Begitu pintu elevator terbuka perempuan itu menuntun laki-laki tersebut beranjak menuju ke arah sisi kanan dan melangkah secara perlahan menapaki satu persatu anak lantai yang ada di setiap ujung kaki mereka.


Ruangan mendominasi berwarna putih di mana di sisi kiri dan kanan mereka terdapat kaca-kaca yang berbaris dengan rapi yang menampilkan dengan jelas pantulan tubuh mereka dari dalam kaca tersebut.

__ADS_1


Suara langkah kaki dari heels dan telapak sepatu laki-laki itu terus terdengar memecah keheningan dalam ruangan panjang tersebut, mereka terus berjalan menuju ke arah depan di mana dalam satu ruangan di depannya terlihat dua orang laki-laki berbadan Tegap dan bertubuh kekar berjaga di bagian sisi kiri dan kanan pintu tersebut.


Begitu mereka tiba di pintu besar ruangan yang ada di hadapan mereka, dua laki-laki bertubuh tegap dan kekar itu menundukkan kepala mereka ke arah laki-laki yang baru saja datang tersebut.


Setelah itu mereka secara perlahan membuka pintu yang ada di samping mereka, laki-laki itu secara perlahan masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa banyak bicara di mana Sang perempuan yang ada di hadapannya jelas telah bergerak dengan sempurna jauh lebih dulu.


Mereka melangkah menuju ke arah dalam di mana di sana terdapat sebuah ranjang mendominasi berwarna putih, bisa mereka lihat satu sosok tubuh perempuan tampak terlelap didalam mimpi panjang nya.


Laki-laki itu berjalan mendekati sosok tubuh itu secara perlahan, begitu dia telah tiba di hadapan sosok tubuh tersebut, lagi-lagi itu duduk di sebuah kursi kayu mendominasi berwarna coklat tua, dia membiarkan bola matanya menatap perempuan yang tengah berbaring itu untuk waktu yang cukup lama.


"Apa tidur mu hari ini nyenyak, Marina?"


Laki-laki tersebut bertanya sambil meraih tangan perempuan itu.

__ADS_1


"Bangunlah karena sebentar lagi perempuan itu akan hancur dengan keserakahannya"


Bisik Laki-laki tersebut kemudian.


Sejenak keheningan terjadi di antara mereka, hanya terdengar suara deru nafas yang teratur dan suara mesin monitor pengendali detak jantung yang memenuhi ruangan tersebut.


"Kau sudah datang, Bram?"


Lantas satu suara terdengar datang dari arah pintu depan, memanggil nama laki-laki tersebut sambil mengembang kan senyuman nya.


Seorang laki-laki terlihat menatap kearah Bram sambil menaikkan ujung bibirnya.


Alih-alih menjawab pertanyaan laki-laki tersebut, Bram terlihat balik bertanya.

__ADS_1


"Kau bergerak dengan sangat baik"


"Bukankah aku sudah bilang kau bisa mengandalkanku dalam banyak situasi"


__ADS_2