
Sejujurnya Gea masih tidak paham dengan kemarahan daddy nya yang tiba-tiba juga kedatangan nya yang tiba-tiba.
Darrel datang persis seperti jalangkung, tidak diundang tiba-tiba hadir di hadapannya sembari marah-marah dalam keadaan tidak jelas.
dia ingin bertanya sebenarnya laki-laki itu kenapa tiba-tiba menyeretnya pergi tanpa alasan yang jelas tapi mereka ekspresi Darrel yang tampak masih sangat marah dengan kejadian tadi membuat dia lebih memilih untuk tidak meneruskan pertanyaannya.
seolah-olah gadis itu sadar salah satu kemarahan daddy nya tadi adalah saat David mendatangi dirinya dan terlihat berusaha begitu mesra dengannya, dan dia pikir daddy pasti marah besar karena hal tersebut, karena itu membuat Gea langsung memilih untuk diam dan menutup mulutnya.
dia pikir laki-laki tersebut mungkin akan membawanya pulang dan sedikit memarahinya atau bahkan melaporkan dirinya kepada mommy nya.
jadi intinya saat ini dia harus menyiapkan mental ketika nanti mommy nya akan memarahinya karena dia dekat dengan seorang laki-laki.
karena sejauh ini perempuan tersebut sama sekali tidak memperbolehkan dirinya untuk dekat dengan laki-laki manapun, dan tidak dipungkiri Darrel pun melakukan hal yang sama.
Tapi... Gea sejenak melirik ke arah daddy nya, bisa dia lihat rahang laki-laki tersebut terlihat bergerak-gerak dengan sempurna, menampilkan gigi yang saling beradu karena mencoba menahan kemarahannya.
Dia masih ingin meminta penjelasan soal pagi tadi, soal kenapa laki-laki tersebut tiba-tiba menciumnya ketika dia tanpa sengaja mengintip sesi percintaan mommy dan daddy nya.
hal yang dilakukan oleh laki-laki tersebut pagi tadi benar-benar membuat Gea kehilangan kata-katanya, apakah boleh seorang anak dan ayah melakukan sesi ciuman di bibir untuk waktu yang cukup lama?!.
Itu terlihat aneh bukan?!.
Ohhh dia yang masih polos merasa ternoda karena kejadian pagi tadi, tapi... tidak dia pungkiri dia menyukainya.
Menyukainya?!.
Oh terkutuklah anak seperti dirinya.
Tapi dia memang menyukai nya, sangat.
Ohhhh apa yang aku pikir kan?!.
dia pada akhirnya langsung membuang pandangannya, mencoba menatap lurus ke arah depan untuk beberapa waktu.
"Soal pagi tadi..."
Tiba-tiba daddy nya membuka suaranya, hal tersebut seketika membuat Gea langsung menoleh dengan cepat.
seolah-olah tahu apa yang akan dikatakan oleh laki-laki tersebut dia menggigit bibir bawahnya, gadis itu tahu diri daddy nya pasti berkata lupakan dan jangan bilang mommy mu, aku khilaf.
******
di sepanjang perjalanan Darrel Tampak Diam tidak banyak bicara, fokus tangannya yang menyetir bersamaan dengan bola matanya terus menatap ke arah depan.
jika ada yang bertanya Ada apa dengan hatinya saat ini, dia marah dia sangat cemburu, ketika dia melihat seorang laki-laki mendekati putrinya bahkan berlaku dengan sakromantis dan mencoba untuk menyentuh pinggangnya juga menyentuh bahu putrinya.
__ADS_1
dia benar-benar sangat marah sekali, seolah-olah api cemburuan saat ini tengah meledak-ledak di dalam hatinya, dan demi apapun tadi jika dia tidak memikirkan soal harga diri dan juga status dia Dan Gea, mungkin Darrel telah menghajar bocah laki-laki tadi.
pada akhirnya dia memilih untuk tidak bicara sama sekali karena Gea, terus mau fokuskan pandangan matanya dan tangannya dalam menyetir mobil dan menuju ke arah jalanan yang ingin ditempuh hari ini.
sejujurnya dia bisa melihat Gea memperhati kan dirinya sejak tadi, dia jelas bahagia karena Gea terus melirik kemudian melihat ke arah dirinya, namun kemarahannya tetap mengalahkan segala-galanya, dia memilih diam untuk tidak bicara untuk saat ini, sembari sesekali dia mencoba menghela nafasnya dengan kasar.
di antara diam dirinya dan fokusnya pada menyetir, tiba-tiba saja handphonenya berdering dengan sempurna, sejenak laki-laki tersebut melirik kearah handphonenya yang diletakkan di depan dasbor mobil, Darrel dengan cepat langsung menyambar headset bluetooth-nya kemudian langsung menyambung kan panggilan tersebut.
"Katakan"
laki-laki itu langsung bicara tanpa sama sekali melirik ke arah Gea.
sejenak laki-laki tersebut dia mencoba mendengarkan apa yang dikatakan oleh seseorang di seberang sana.
"coba selidiki lagi soal semuanya"
Darrel menjawab dengan cepat.
"termasuk selama dia menghilang untuk beberapa belas tahun ini"
lanjut laki-laki itu lagi kemudian.
"berikan aku kabarnya paling lama 1 x 24 jam, jika kau tidak bisa menemukan segalanya setidaknya buat aku puas dengan pencapaianmu dalam 24 jam ini"
setelah berkata seperti itu Darrel langsung menutup panggilannya, kemudian dia kembali mengerat kan rahangnya, realitanya ada sesuatu yang harus dia kerjakan belakangan ini untuk mencari sesuatu soal masa lalu Alisa.
"Soal pagi tadi..."
Gea tiba-tiba langsung menoleh kearah nya, entah apa yang dipikirkan gadis tersebut namun bola mata Gea terlihat berkaca-kaca.
"Gea aku..."
Gea tiba-tiba membuang pandangannya dengan cepat kemudian tiba-tiba gadis tersebut berkata.
"Dad...,apakahkita akan pulang ke rumah? aku pikir ini bukan jalan untuk pulang ke rumah dad"
Putri nya mengalihkan pembicaraan, bisa dia lihat ekspresi sedikit panik yang ditampilkan oleh putri nya itu, seolah-olah Gea sadar jika dirinya tidak ingin membawa mereka menuju ke arah mansionnya.
"bukankah daddy tadi sudah bilang daddy akan membawamu ke suatu tempat?"
alih-alih menjawab pertanyaan dari putrinya, laki-laki tersebut malah balik bertanya sembari menatap tajam bola mata Gea.
mendengar ucapan Daddy nya seketika membuat gadis itu menelan salivanya.
"Dad?"
__ADS_1
dia mencoba menggenggam erat ujung rok sekolah nya.
"Apa daddy marah pada ku? apakah ini bukan hanya soal teman ku tadi? apa daddy marah soal pagi tadi?"
gadis tersebut tiba-tiba bicara dengan suara yang sedikit terbata-bata dan bingung, bola matanya terlihat berkaca-kacang sembari berangkat dari dengan ekspresi yang sedikit takut.
"Maafkan aku"
kali ini dia langsung menggigit bibir bawahnya dia langsung menundukkan kepalanya dengan jutaan penyesalan.
melihat ekspresi putrinya yang menggigit bibir bawahnya seketika laki-laki tersebut merasa jantungnya berdetak dengan kencang dan bagian bawahnya tiba-tiba berkedut.
"Oh sh.it."
Laki-laki tersebut mengumpat kesal.
Apa yang aku pikir kan?!.
mendengar umpatan dari daddy nya seketika membuat Gea langsung menaikkan kepalanya, gadis tersebut Langsung meneteskan air mata nya.
Dia pikir daddy nya benar-benar membenci nya karena kejadian pagi tadi.
"Aku... tidak sengaja mencari kalian dan masuk ke kamar..."
Ciiittttt.
Gea belum pula menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba laki-laki tersebut menghentikan mobilnya dengan cepat, Hal itu membuat dia langsung menegang dan dia memundurkan tubuhnya dengan refleks.
"Dad.."
Dia tercekat.
"Gea.. dengar"
Darrel langsung menoleh kearah nya dan menatap nya dengan tatapan yang tajam bagikan elang.
Gadis itu pikir daddy nya benar-benar marah soal kejadian pagi tadi, dia langsung memejamkan bola matanya karena takut.
Tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba...
Laki-laki tersebut memajukan tubuhnya dan....
Hahhh?!.
Gea seketika menegang, kali ini bukan karena takut namun karena terkejut sebab tiba-tiba Darrel menyambar tubuh nya dengan cepat lantas tahu-tahu laki-laki tersebut menyatukan bibir mereka dengan cepat.
__ADS_1
"Oh shi.t...dia benar-benar membuat ku menggila."
Darrel mengumpat dengan kesal sembari menikmati bibir ranum milik putri nya.