Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Ayah biologis putra nya


__ADS_3

"Tunggu lah di kamar hmm"


Gerald bicara cepat kearah Venus, dia mencium kening perempuan tersebut untuk beberapa waktu lantas secara perlahan Gerald langsung bergerak keluar dari kamar mereka mengikuti langkah Andrew turun menuju ke arah lantai bawah.


Entah apa yang telah Andrew dengar atau informasi apa yang Andrew dapatkan dibelakang nya dia tidak tahu tapi dia berharap Andrew membawa satu berita baik yang bisa dijadikan sebagai penambah informasi untuk menyingkirkan lidah dan Bastian dari dalam kehidupannya.


dia ingat bagaimana dia mencoba menekan Mommy nya.


"Itu adalah cucu kesayangan mu, Mom"


"Sayang nya dia bukan putra biologis ku dan aku fikir Mommy tahu siapa laki-laki yang meniduri Linda sebelum diriku"


Dia pikir wanita tua itu mungkin tahu siapa laki-laki yang menghamili Linda tapi jawaban Mommy nya di luar ekspektasi dirinya.


"Bagaimana bisa? Linda...dia berkata itu putra mu, dia menyakini Mommy dia cucu La Oberoy"


Bisa dia lihat bagaimana tubuh tua tersebut Gemetaran saat mengetahui soal kenyataan, tangis Mommy nya tumpah dan tidak menyangka jika Linda juga membohongi dirinya.


"Bagaimana mungkin?"


Yah bagaimana mungkin menantu kesayangan nya, Perempuan yang selalu dia bangga-banggakan Tersebut membohongi dirinya bertahun-tahun lama nya bahkan belasan tahun.


Mommy Gerald tidak menyetujui hubungan Gerald dan Eliza karena gadis itu jelas merupakan gadis miskin yang tidak pantas bersanding dengan Gerald, sedangkan Linda dia fikir meskipun tidak benar-benar kaya raya setidaknya Linda tahu soal barang branded, tahu mode dan fashion bahkan bergaya elit bak peragawati.

__ADS_1


Siapa sangka kepercayaan nya juga kasih sayang nya di balas dengan cara Begitu.


"Bagaimana mungkin"


Wanita tua tersebut kembali bicara sambil meneteskan air matanya.


Dia mempercayai orang yang salah, menghancurkan kebahagiaan putra nya sendiri bahkan memisahkan Putra nya dengan gadis yang dicintai putra nya.


Gerald masih mengikuti langkah Andrew menuruni satu persatu anak tangga, bisa dia lihat punggung laki-laki tersebut yang bergerak ke bawah sana dengan gerakan Cukup cepat.


"Apa ada yang tidak aku ketahui?"


Gerald bertanya cepat kearah Andrew Begitu mereka sudah berada di lantai bawah, bisa Gerald lihat laki-laki tersebut mulai meletakkan pantatnya ke atas kursi sofa dan berusaha untuk membuat posisi nya menjadi senyaman mungkin.


"Yah kau harus tahu soal sesuatu yang memang seharusnya kamu tahu"


Ucap Andrew sambil menyerahkan sesuatu kepada dirinya, kemudian laki-laki tersebut bersandar ke belakang kursi sofa mendominasi berwarna hitam tersebut.


Gerald sejenak mengerutkan keningnya, dia menatap map yang baru saja diberikan Andrew kepada diri nya.


"Bersiaplah untuk menerima kenyataan besar soal siapa sebenarnya Ayah dari Putra mu"


Ketika Andrew bicara seperti itu, seketika Gerald menoleh kearah Andrew, dia langsung membulat kan bola matanya.

__ADS_1


"Kau bilang apa?"


Tanya Gerald cepat.


"Apa perlu aku ulangi?"


Andrew bertanya balik pada Gerald.


Melihat Gerald seolah-olah kehilangan kata-kata nya, Andrew kembali mengulang kalimat nya.


"Bersiaplah untuk menerima kenyataan besar soal siapa sebenarnya Ayah dari Putra mu"


Kali ini ucapan Andrew terdengar begitu jelas dibalik telinga nya, laki-laki itu langsung menautkan kedua alisnya, dia buru-buru membuka map tersebut kemudian melihat dengan cepat apa isi didalamnya nya.


Apakah persis seperti yang dia pikirkan sejak tadi.


Setelah dia membuka map tersebut dan meraih isi nya, sejenak Andrew menatap lembar demi lembar kertas didalam nya.


Entah dalam hitungan beberapa, seketika ekspresi wajah Gerald langsung berubah.


Bagaimana bisa?.


Batinnya untuk beberapa waktu sambil dia memejamkan bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2