
Bastian jelas gelagapan, cukup tidak percaya jika gadis yang ada di hadapan itu langsung membuka bola matanya tanpa aba-aba.
"Nggg kau sudah bangun?"
Tanya Kristy tiba-tiba setelah beberapa detik berlalu, gadis itu mencoba mengerjapkan bola mata untuk beberapa kali, mencoba membiasakan pandangan nya untuk beberapa waktu.
Hahhh?!.
seketika Bastian membulat kan bola matanya karena terkena efek panik dan terkejut, dia secara refleks langsung mundur kebelakang dan..
Gedubrakkkk
"Akhhhhh"
Bastian meringis kesakitan saat dia sadar kepalanya menabrak meja besar yang sering dia gunakan untuk mengerjakan pekerjaan kuliah nya yang ada di belakang nya itu.
Rasa berdenyut-denyut menghantam belakang kepalanya.
Oh tuhan.
Ringis Bastian dalam hati.
Kristy yang melihat gerakan Bastian mundur secara tiba-tiba dan kepalanya langsung menabrak meja yang ada di belakang laki-laki tersebut langsung terkejut dan panik.
dengan gerakan cepat gadis itu langsung mendekati Bastian dan meraih kepalanya.
"Apakah kamu baik-baik saja? apakah sakit?"
Gadis itu terlihat panik, mencoba meraba belakang kepala Bastian dan melihat apakah kepalanya terluka atau menimbulkan benjolan di belakang sana.
"Kenapa mundur secara tiba-tiba?"
Tanya nya bingung.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa"
Bastian bicara dengan perasaan gugup, mencoba memegang kepalanya, berusaha untuk membuat Kristy agar tidak panik, dia berharap gadis tersebut langsung melepaskan usapan tangannya dari kepalanya, tapi alih-alih melepaskan Kristy malah merapatkan tubuhnya dan terus berusaha mengusap lembut kepala nya.
"Kamu melihatku seperti hantu saat aku bangun tidur, kenapa langsung mundur secara refleks ke belakang? apakah ada sesuatu yang aneh di wajahku?"
Tanya gadis itu kemudian, dia ingin mengintip wajah nya ke arah kaca tapi rasanya aneh saat dia melakukan nya di hadapan Bastian.
Ekspektasi wajah gadis itu penuh dengan rasa cukup bersalah karena melihat Bastian menjadi kesakitan seperti itu.
mendengar ucapan gadis tersebut seketika Bastian terdiam.
"Kau tidak melihat nya?"
Tanya Bastian ragu-ragu.
Kristy jelas mengerutkan keningnya, dia sedikit bingung dengan pertanyaan Bastian.
"Melihat apa?"
"Hahahaha begini aku melihat sesuatu di wajah mu, maksud ku ada nyamuk... yah ada nyamuk"
laki-laki itu bicara dengan sedikit salah tingkah, kata-kata nya terdengar begitu berantakan dan nada suaranya jelas terdengar sedikit gugup, dia pikir mungkin Kristy tidak menyadari soal apa yang ingin dia lakukan tadi.
Dia tidak melihat aku ingin mencium nya bukan?!.
Batin nya panik dengan wajah memerah karena malu.
Yah dia malu.
Bayangkan bagaimana jika Kristy menyadari betapa bodoh dan memalukan nya dia karena ingin mencium gadis tersebut.
Seperti nya ada yang salah dengan isi Kepala Ku.
__ADS_1
Batin Bastian sambil tangan nya memukul pelan kening nya sendiri.
"Hahhh Bas...apa yang kamu lakukan?"
Kristy jelas terkejut karena laki-laki dihadapan itu memukul keningnya sendiri secara tiba-tiba tanpa alasan.
"Kau kenapa?"
Tanya nya panik sambil langsung menyentuh kening Bastian.
"Apa kamu bermimpi buruk?"
Dia terus bertanya panik.
"No.. lupakan, aku fikir ..."
Seolah-olah dia lupa apa yang terjadi sebelum nya, Bastian langsung melihat ke sekeliling kamar nya.
Demi apapun Betapa mengerikan nya kamar nya saat ini.
"Ini sangat kacau sekali"
Ucap Bastian kemudian dengan perasaan malu.
"Ah...aku akan membereskan nya"
Kali ini Kristy langsung buru-buru berdiri dan berusaha untuk membereskan kamar tersebut.
Tapi Bastian seolah-olah menyadari soal sesuatu.
"Kau Kenapa bisa ada disini?"
Tanya nya kemudian sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Kristy yang baru saja memungut satu pecahan kaca seketika menghentikan gerakan tangannya.