
Catatan \= katakan Mak kenapa Darrel perasaan otak nya seng.klek banget kalo sama Gea yah wkwkwkwk pikiran nya me.sum melulu.
******
Begitu laki-laki tersebut mulai mengungkung tubuh Gea di bawahnya, laki-laki tersebut kembali melanjutkan ciuman nya, sembari tangan kanan nya terus menjelajahi bagian bawah Gea dengan cara yang begitu nakal.
Perempuan tersebut beberapa kali berusaha mengencangkan pegangan nya pada lengan Darrel karena merasa milik nya berkedut tidak menentu.
"Dad"
Dia gelisah, sangat. Godaan Darrel terlalu besar, membuat dia menggila dengan cara nya sendiri.
kini Ciuman itu semakin lama semakin menggebu dan memanas, atap terbuka dengan ruangan terbuka di bagian atap rooftop Tersebut dimana angin yang menyapu dingin kulit sama sekali tidak membuat kedua orang tersebut merasakan dingin sama sekali, yang ada malah suasana semakin panas dan menggila.
"Please dad bagaimana jika ada yang datang?"
Gea sangat gusar, dia jelas membayangkan bagaimana jika seseorang tiba-tiba datang ketika mereka melakukan sesi per.cin.taan berdua di tempat terbuka seperti ini.
"Bagaimana jika ada yang melihat kita dari bawah sana atau dari atap gedung yang berbeda?"
Perempuan tersebut kembali bertanya merasa sangat was-was dan ragu-ragu dengan apa yang akan terjadi berikutnya, dia pikir bagaimana jika tiba-tiba saja seseorang melihat dari arah gedung yang berbeda di seberang sana atau di sisi kiri dan kanan mereka.
"Gedung kita lebih tinggi daripada gedung yang lainnya baby"
Dan bisa-bisanya laki-laki tersebut menjawab dengan begitu santai pertanyaan dan kekhawatiran dari putrinya.
Seolah tidak ada yang membuatnya takut saat ini malam ber.cin.ta di atas rotro menghadap langit Dan bintang di tempat atap terbuka dan ruangan yang terbuka lebar menjadikannya satu tempat yang menantang dalam suasana per.cin.taan baru untuk Darrel.
Baginya ini akan memicu adrenalinnya dan akan menambah semangat dia dalam ber.cin.ta.
Laki-laki tersebut sangat menyukai per.cin.taan dengan cara yang baru dan juga luar biasa, tempat-tempat yang ekstrem dan juga dia suka pada hal-hal yang membuat dia tertantang.
Sama seperti hubungannya dengan dia yang begitu menantang dan akan memicu banyak pertentangan, tidak ingin ambil pusing soal Gea yang adalah putrinya juga apa yang akan dikatakan oleh orang-orang saat semua orang tahu jika dia sudah dengan sangat kurang ajar meniduri putrinya sendiri bahkan bayangkan bagaimana jika dia sampai menghamili nya.
Alih-alih takut dia merasa sangat tertantang, ingin tahu bagaimana reaksi semua orang soal hubungan mereka kedepannya mungkin untuk saat ini dia tidak akan membicarakan hubungan mereka tapi saat setelah kenaikan kelas tidak dia pungkiri mungkin dia akan membuat kekacauan besar untuk keluarga mereka, dia paham dan dia sangat tahu gambar laut pernikahannya dengan Alicia akan hancur berantakan bahkan dia tahu akan ada satu kepercayaan besar ketika semua orang tahu soal dirinya dan Gea.
Mendengar ucapan daddy nya soal jika gedung yang mereka tempat usaha ini jauh lebih tinggi dari gedung yang lainnya sedikit membuat perempuan tersebut merasa lega, tapi tetap saja dia merasa ber.cin.ta di ruangan terbuka rasanya sangat aneh dan memicu adrenalin, ada satu ketakutan tersendiri ketika mereka akan melakukan sesi per.cin.taan di ruangan terbuka seperti ini.
Realitanya Gea tahu meskipun dia protes dengan sekuat apapun kepada daddy-nya pada akhirnya laki-laki itu tidak akan pernah mau menerima protes yang dilayangkan oleh Gea, sudah bukan rahasia lagi Darrel tidak akan pernah mendengarkan ucapan orang lain karena laki-laki tersebut suka bertindak dengan semaunya.
Jadi meskipun dia menolak melakukan sesi per.cin.taan di tempat ini saat ini pada akhirnya Darrel tetap akan memenangkan keadaan dan Gea tidak bisa menolak kemauan laki-laki tersebut sama sekali.
Beberapa kali perempuan itu berusaha untuk menghindar dan menolak, pada akhirnya perbuatan Darrel kepada dirinya membuat dia lumpuh dan mulai menikmati tindakan yang dilakukan oleh laki-laki tersebut.
Gea perlahan mengimbangi tautan bibir yang Darrel ciptakan, bahkan ciuman mereka semakin lama semakin mendominasi, saling menggerakkan diri mereka secara bergantian, bahkan saat Darrel dengan lembut mencoba masuk kedalam rong.ga mulut.nya mengajak Perempuan itu untuk saling membe.lit li.dah, perempuan itu secara perlahan mengikuti gerakan laki-laki tersebut dengan lincah.
Yah dia sudah cukup lincah melakukan balasan dibandingkan awal mula kamarin saat mereka melakukan nya pertama kali atau kedua kalinya.
Suara demi suara sesapan terdengar memenuhi tempat tersebut, mereka kini seolah-olah buta dan tuli dengan keadaan di sekitar, tidak peduli jika mereka berada di ruangan terbuka dibawah langit tidak bertiang, bayangkan bagaimana jika seandainya dari gedung seberang ada yang naik ke atas dan tanpa sengaja melihat mereka.
Kedua tangan laki-laki itu dengan lembut menyentuh cu.ping telinga Gea disisi kiri dan kanan nya, jempolnya bergerak lembut meng.gesek sudut telinga Gea sedangkan 4 jemarinya mulai ber.gesek dibelakang lehernya.
Ciuman itu pada akhirnya bergeser menuju ke dagu Gea, bibir laki-laki tersebut menyapu nya hingga turun menuju ke le.her putri nya, sapuan demi sapuan dan sesapan demi sesapan terdengar memenuhi keadaan, belum lagi suara Gea yang terus terdengar indah seperti angin surgawi yang menembus cakrawala semakin menambah tingkat adrenalin Darrel untuk melakukan hal yang lebih dari pada saat ini.
"Akhhh"
Beberapa kali Suara indah itu memenuhi seluruh pendengaran Darrel,hingga pada akhirnya semakin membuat laki-laki itu menggila dalam aksi gila nya.
Awal nya secara perlahan Darrel menelusuri da.da Gea, membuka kan.cing pakaian nya secara perlahan, tapi Gea mencoba untuk menahan kesadarannya, dia menggenggam erat tangan Darrel.
"Dad...ini di atap, kita ada di ruangan terbuka"
__ADS_1
Gea kembali mencoba untuk mengingatkan dimana posisi mereka saat ini.
Mereka hanya berada di atas kursi santai yang persis seperti sebuah kasur di mana sejak awal di setting sedemikian rupa untuk tempat mereka bersantai dan me.madu kasih, tapi tetap saja akan aneh rasanya ber.cinta seperti di alam bebas di bawah langit malam.
"Sssttt bukankah daddy sudah bilang, jangan khawatir soal apapun?"
Dan laki-laki tersebut kembali menyambar bibirnya, sedangkan tangan laki-laki tersebut secara perlahan menjelajahi pakaian Gea, dimana saat ini dengan tidak sabaran jemari-jemari Darrel mulai melepaskan satu persatu pen.utup tubuh Gea hingga pada akhirnya hanya menyisakan da.laman nya saja.
Gea seketika memejamkan bola matanya karena malu.
Sungguh terkutuk Darrel, dia tidak peduli dengan rasa malu, has.rat dan kebutuhan bio.logis nya jelas membuat dia gelap mata, laki-laki tersebut kembali menyapu bibir nya di ke bagian pelindung dua da.da Gea dan dengan nakal laki-laki tersebut menggigit b.ra Perempuan tersebut dan menaikkan nya hingga ke atas kemudian bibir Laki-laki tersebut mulai menyesap dua buah da.da Gea secara bergantian,dia bahkan membiarkan lidah nya menyapu ariola Gea bahkan sesekali mencoba menghi.sap nya persis seperti bayi lapar yang menyu.sui kepada ibu nya.
Hal tersebut membuat Gea berkali-kali mende.sah, dia bahkan menjerit kecil atas rasa nik.mat yang di hujani oleh daddy nya.
Laki-laki tersebut terus bergerak menyesap da.da perempuan tersebut, membuat suara desa.han demi desa.han lembut keluar dari bibir Gea, semakin lincah laki-laki tersebut menggerakkan bibir dan lidah nya semakin Gea tenggelam dalam keadaan.
Selanjutnya tangan kiri laki-laki itu mulai turun ke bawah sana,menyapu dari perut, pu.sar, hingga ke bawah sana, di antara kedua belah pa.hanya, tangan laki-laki itu terus menyapu lembut kulit indah Gea secara perlahan hingga akhirnya secara perlahan satu jemari Darrel mulai bergesek dan melesat masuk ke dalam benda paling berharga nya secara perlahan.
"Akhh"
Seketika Gea mengeluarkan suara manja nya, kedua tangan nya dengan gerakan cepat meremas kepala Darrel yang masih sibuk bermain di kedua bukit kembar nya padahal tanga nya terus dengan nakal menjelajahi hutan tropis di bawah sana.
"Dad.."
Rengek Gea sembari sedikit Mende.sah, perempuan itu rasanya sudah tidak tahan lagi dengan keadaan, Darrel benar-benar gila dengan permainan nya.
Mendengar suara manja itu, membuat Darrel semakin gencar bergerak dibawah sana, memaju mundurkan jemari nya dengan begitu lembut dan menciptakan sensasi bak aliran listrik yang menyambar tubuh Gea dari bawa sana hingga ke puncak ubun-ubun kepala nya.
Lalu Darrel kembali menautkan bibir mereka sejenak, hingga akhirnya tiba-tiba bibir itu sudah berpindah dan bersiap melesat masuk ke bawah sana.
Sejenak rasa malu menyeruak saat Darrel sudah berada di bawah sana, Gea mencoba menutupi benda berharga nya dengan kedua belah pa.hanya, namun Darrel dengan gerakan cepat menahannya dengan tangan kiri dan kanan nya melepas kan penutup terakhir putri nya dengan terburu-buru lantas secara perlahan li.dah laki-laki itu menyapu milik nya secara perlahan.
Lagi-lagi sensasi aliran listrik dengan tegangan cukup tinggi menghantam kepalanya, isi perut Gea Seketika terasa berputar kemana-mana, sesuatu jelas mengaduk-aduk perasaan nya hingga berkali-kali Gea terus mengeluarkan suara-suara memalukan miliknya.
Semakin dia mencoba menahan suaranya, semakin gencar Darrel bergerak dibawah sana.
"No Dad.. please...no"
Gea mulai meracau tidak jelas, tangannya terus berusaha mere.mas kepala Darrel,ingin sekali dia meminta laki-laki itu untuk berhenti tapi Realita nya dia ingin meminta lebih.
Cukup lama lidah laki-laki itu bermain di bawah sana hingga akhirnya Gea merasa seolah-olah dia ingin menumpahkan sesuatu yang entah apa.
"Dad... Akhh please..."
dan benar saja tiba-tiba Gea merasa ada sesuatu di bawah sana yang memaksa dirinya untuk menumpahkan nya saat ini juga.
"semburkan milik mu baby, jangan menahan nya"
Ucap Darrel pelan dengan suara seksi nya, lantas kembali melakukan aksi lidah nya di bawah sana.
Sejenak Gea menje.pit kepala Darrel dibawah sana dan benar saja sepersekian detik kemudian tiba-tiba sesuatu benar-benar tumpah di bawah sana.
Melihat Gea telah sampai pada puncak nya, Darrel dengan gerakan cepat membuka cela.na nya dengan tergesa-gesa, lantas secara perlahan laki-laki itu mulai naik ke atas tubuh Gea, mereka kembali bertaut lidah untuk beberapa waktu.
Sejenak Darrel melepaskan tautan nya kemudian menatap dalam bola mata Gea.
"Kau benar-benar luar biasa baby?"
Ucap Darrel yang dipenuhi ka.but gai.rah.
"Dad..aku...masih khawatir"
__ADS_1
Gea berbisik sembari mencoba mengingat kan Darrel.
"Jangan pikirkan apapun dan Mari menikmati waktu penya.tuan kita"
Bisik Darrel pelan.
Gea baru akan kembali bicara namun Sepersekian detik kemudian sesuatu dibawah sana mulai bergesek dengan sempurna, awalnya jelas terasa biasa saja, saat sesuatu di bawah sana mulai menyeruak masuk Gea masih berfikir biasa saja, namun ketika tiba-tiba Darrel semakin kuat mencoba melesat masuk ke dalam sana seketika jemari-jemari Indah Gea menancap ke kulit-kulit punggung laki-laki tersebut.
"Akh..."
Gea menge.rang nik.mat.
Mendengar era.ngan Gea jelas semakin membuat Darrel bersemangat, perempuan tersebut langsung menarik leher Darrel, secepat kilat mereka kembali saling menautkan kembali bibir mereka, membiarkan Milik Darrel melakukan tugas nya di bawah sana, sedang kan tautan bibir mereka terus bergerak enggan terlepas.
Pompaan demi pompahan dengan suara Penya.tuan terdengar memecah keheningan malam dibalik musik syahdu yang memang sejak awal terdengar mengalun lembut disana.
"Oh baby?"
Darrel mende.sah,dia menatap dalam wajah Gea yang sejenak terpejam sembari meracau sejak tadi.
Laki-laki itu mencium lembut kening Gea berkali-kali, sedangkan dibawah sana juni.or Darrel terus memompa milik putri nya dengan penuh naf.su tanpa henti , gerakan laki-laki tersebut semakin lama semakin cepat dan dalam membuat dia berkali-kali berteriak karena merasa begitu penuh sesak dan juga Juni.or dari yang terus menghantam ujung pera.nakan nya.
Meskipun laki-laki tersebut bergerak dengan cara yang sedikit kasar dan cepat, tapi percayalah dia sungguh menikmati penya.tuan mereka berdua, seolah-olah tempat yang menjadikan tangan tersebut semakin memperbesar has.ratnya dan membiarkan laki-laki itu terus memompa miliknya tanpa henti, bahkan suara perempuan itu memecahkan dengan malam hingga membuat daril semakin bersemangat dalam menaikkan tempo pompahan nya.
Tidak peduli apakah ada yang akan mengintip atau tidak diantara gedung-gedung yang lainnya, bagi Darrel ini merupakan satu tantangan yang luar biasa dalam hubungan percin..taan mereka yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya, rasanya membuat dia semakin bersemangat untuk terus berci.nta dengan putrinya tersebut.
Dia terus memaju mundurkan miliknya dan membiarkan Gea di bawah sana terus menjerit merasakan kenik.matan tiada tara.
Semakin perempuan tersebut mengeluarkan jeritan yang semakin membuat Darrel menggila.
Hingga akhirnya Gea kembali merasa dia telah tiba pada puncak nya.
"Daddy... akhhh..."
Darrel tampak menaikkan ujung bibirnya, dengan lembut dia berbisik.
"Bersama"
laki-laki itu terus memompa sambil meraih kedua belah tangan sang putri nya, dia menunggu Gea masuk pada pelepasan nya, dan benar saja saat sesuatu yang hangat terasa tumpah dibawah sana diiringi semakin eratnya genggaman Gea di lengan nya, kemudian sepersekian detik kemudian di susul oleh pelepasan milik Darrel yang sengaja menyemburkan spe.m nya ke dinding ra.him putri nya.
Tidak peduli apa yang akan terjadi ke depan nya, dia sengaja menanamkan benih nya didalam sana bagaimana pun caranya.
Darrel mencium lembut kedua mata Gea, disusul ciuman hangat pada kening dan bibirnya.
"I love you, thanks baby"
Bisik laki-laki itu penuh cinta.
"I love you too dad"
Bisik Gea lantas masuk ke dalam dekapan laki-laki itu sambil memejamkan bola matanya karena malu.
Ini benar-benar gila pikir nya, ini kali pertama mereka bercin.ta di atas atap terbuka tanpa takut pada siapapun yang tiba-tiba datang dan memergoki mereka.
"Istirahat lah, kamu tahu baby? bisa jadi Daddy menginginkan nya sekali lagi..."
Ucap laki-laki tersebut dengan me.sum nya.
Oh god.
Gea jelas langsung membulatkan bola matanya.
__ADS_1