Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 51


__ADS_3

Mansion utama Vier


Masih di meja makan


Laki-laki tersebut menatap fokus pada sosok Silsila yang perlahan menyantap makanannya, bola mata laki-laki tersebut seolah-olah enggan melepaskan pandangannya pada perempuan yang ada di hadapannya itu, entahlah berapa lama dia tidak melihat Silsila, belasan tahun seperti orang gila mencari keberadaannya.


Silsila benar-benar seolah-olah ditelan oleh bumi, meskipun dia telah mencarinya kemana-mana hasilnya tetap nihil.


Entah tahun ke berapa belas dia mulai menyerah, menyetujui pertunangan yang dibuat oleh sang mommy nya, wanita tua itu telah resah dengan kesendiriannya, dia berkata dia membutuhkan seorang cucu dari Vier di dalam keluarganya.


Vier masih mencoba meyakinkan diri jika dia akan menemukan Silsila, dia berkata sedikit lagi, tapi karena usianya sudah terlalu matang, pada akhirnya mau tidak mau dia menerima tawaran mommy nya.


Dia tahu wanita tua itu bukan tipe pemaksa, tapi untuk usia laki-laki sedewasa dirinya, jelas saja membuat orang tua dan para saudaranya gelisah.


"Kau akan jadi bujangan tua jika terus bertahan seperti ini"


Mommy nya bicara dengan bola mata berkaca-kaca.


"Aku menunggu dia"


Vier menjawab pelan, menyakinkan diri jika dia pasti menemukan gadis kecil itu.


"Dia sudah bahagia vier, sudah"


"No... firasat ku berkata sebaliknya"


"Vier mommy akan mati jika kamu tetap seperti ini"

__ADS_1


"Sedikit lagi, aku mohon mom"


"Tidak Vier, mommy sudah mendengar nya sejak usia mu masuk di 24 tahun di mana kamu memutuskan untuk menghentikan perkembanganmu dan kau membatalkan pernikahan, sekarang kau sudah melewati kepala 4, kau sudah tua dalam penantian, sudah cukup untuk berkata nanti, sekarang dengar kan mommy, jika tidak mommy benar-benar akan mati"


"Mom"


"Pergilah bersama gadis itu, mommy yakin dia gadis yang baik, mommy mohon sekali ini saja padamu Vier, sebelum mommy mati kabulkan permintaan mommy, kau paling tahu mommy tidak pernah menuntut apapun dan meminta apapun pada mu selama ini"


"Aku tidak pernah mencintai mu, Clara. Tapi desakan orang tua ku memaksa diri untuk menerima pertunangan yang tidak aku setujui"


Bola mata Vier menatap gadis dihadapannya nya untuk beberapa waktu, dia mencoba untuk bernegosiasi dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Tidak ada cinta yang dia lihat dibalik sosok gadis berusia 26 tahun itu.


"Itu bukan masalah, selama bisa bersama, kamu tidak menyuguhkan cinta yang utuh seperti pada sosok masa lalu mu bukan hal yang harus harus aku sesali"


"Kau akan menyesali nya, mencintai orang yang tidak mencintai mu akan sangat menyakitkan, Clara"


"Aku tidak akan menyesali nya"


Clara menjawab begitu mantap.


"Aku tidak menjanjikan apa-apa, jika seandainya aku menemukan Silsila maka aku akan mengakhiri pertunangan kita"


Mendengar ucapan Vier, Clara terlihat diam.


"Jika dia datang setelah kita menikah?"

__ADS_1


"Maka aku akan mendua, aku akan menikahi nya bahkan dengan atau izin dari mu juga semua orang sekalipun"


Sejenak mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya, memilih diam tanpa mengeluarkan kata-kata mereka.


Vier menghela berat nafasnya untuk beberapa waktu.


Bola mata nya masih menatap Silsila yang baru selesai menghabiskan sisa makanannya, Perempuan tersebut kini menghabiskan air mineral nya yang ada di atas meja.


Laki-laki tersebut secara perlahan menggeser tubuhnya, berdiri dan berjalan mendekati Silsila, memilih bersandar di atas meja, menatap Silsila dari sisi kanan nya.


"Ceritakan pada ku bagaimana kamu bisa terjebak hingga hari ini?"


Vier seketika mengeluarkan suara nya saat menyakinkan diri Silsila telah selesai dengan Semua nya, bola mata nya menatap dalam bola mata perempuan dihadapan nya tersebut.


Silsila mendongak kan kepala nya, menatap laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, sejenak dia memejamkan bola matanya saat tangan laki-laki tersebut menyentuh lembut bibirnya, menghapus sisa makanan yang menempel di sana.


Lembut, begitu lembut dan membuat dia merasakan satu getaran Lembut di hati nya.


"Dan katakan pada ku, apakah bayi yang di bawa Alisa adalah putri kita?"


Lanjut nya lagi kemudian, laki-laki itu menyentuh lembut pipinya.


Silsila terlihat diam mematung, menatap balik Vier sembari dia meremas pelan telapak tangan nya.


"Jangan berbohong lagi Silsila, tidak ada orang yang harus kau lindungi saat ini, aku menunggu mu lebih dari 17 tahun hanya untuk mendapatkan mu dan anak kita yang kamu sembunyikan dari ku"


Silsila terlihat bergetar, bisa dilihat dia mulai meneteskan air matanya secara perlahan, menatap Vier tanpa mengedipkan bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2