
Kembali ke hari kemarin
Sebelum pesta ulang tahun perusahaan Conte
mansion utama Gibran
Linda memundurkan langkah kakinya dengan sedikit terkejut dan gemetaran, cukup tidak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
bolehkah dia mengatakan siapa yang dilihat saat ini?!.
"Kalian?"
Boleh kah dia mengatakan siapa kedua orang tersebut yang berdiri dihadapan nya tersebut?!.
Dia menoleh kearah Gibran, ingin bicara tapi lidah nya kelu, Gibran terlihat mengembang kan senyuman nya kemudian meminta dia seolah-olah tidak bicara.
"Kamu bisa menikmati penderitaan nya sejenak untuk melihat bagaimana rasa sakit yang sering dia terima atas perbuatannya"
Ucap Gibran kemudian melirik kearah salah satu orang di sisi kanan nya.
Dan percayalah didetik berikut nya satu diantara kedua orang tersebut tiba-tiba bergerak mendekati sosok Conte yang ada di atas kasur, perempuan tersebut mengeluarkan sesuatu di dalam pakaian dokter nya.
sebuah jarum suntik yang dalam nya jelas telah terisi dengan sesuatu yang Linda tidak tahu apa, kebudayaan secara perlahan perempuan tersebut bagian dekat cairan itu ke selang yang terhubung langsung ke setiap urat dan Nadi milik Conte.
Linda menetap ke arah sosok konte untuk beberapa waktu hingga akhirnya bisa dilihat tubuh laki-laki tersebut secara perlahan mengejang dan persis seperti seseorang yang terkena penyakit sawan.
Linda memilih diam dan tidak mengeluarkan suaranya sama sekali.
*****
Kembali ke malam ini
Conte company
Gedung pesta ulang tahun perusahaan
saat sebuah mobil mendominasi berwarna hitam berhenti di depan perusahaan Conte company, bisa dilihat dalam hitungan detik seorang perempuan turun dari dalam mobil tersebut yang tidak lain adalah Venus.
saat dia turun dari atas mobil tersebut, bisa dilihat Gerald pernah berdiri di samping sisi mobil itu sembari mengulurkan telapak tangan nya, dia menunggu Venus menyambut uluran tangannya.
Venus jelas menerima uluran tangan suaminya tersebut dengan perasaan yang begitu bahagia.
tidak tahu kenapa tapi dia merasa malam ini begitu istimewa, dia hanya merasa ini akan menjadi malam panjang yang begitu indah untuk semua orang.
__ADS_1
"Siap untuk berpesta daddy?"
tanya Venus sembari mengembangkan senyuman terbaiknya malam ini.
"Aku pikir kamu terus begitu bahagia dengan hari ini, baby?"
Tanya Gerald sembari membiarkan Venus menggandeng tangan kanan nya.
perempuan itu sama sekali tidak menjawab dia hanya tersenyum dan membiarkan tangan kirinya masuk dan melingkar ke arah tangan kanan Gerald.
kemudian dalam hitungan detik mereka langsung bergerak menuju ke arah dalam gedung besar tersebut.
"Daddy tahu?"
tiba-tiba Venus sedikit membuka pembicaraan ketika mereka baru memasuki gedung yang ada di hadapan mereka itu.
beberapa orang menundukkan kepala mereka ke arah Venus dan Gerald.
"No baby, of course laki-laki tua ini tidak tahu"
Jawab Gerald dengan suara santainya.
bisa dilihat beberapa orang menatap kearah mereka berdua saat ini, laki-laki itu pikir mungkin orang-orang menatap mereka berdua karena jeral berjalan dengan seorang perempuan muda yang usianya jauh di bawah dirinya, atau bisa jadi orang-orang yang sebagian tahu jika mereka memiliki hubungan suami istri dan akan merayakan pesta pernikahan secara besar-besaran dalam beberapa waktu ke depan dia mungkin orang bergosip jika dirinya menikahi seorang perempuan muda yang usianya terpaut begitu jauh dengan dirinya.
dibalik masa lalu ya enggan dia ingat lagi dan jelas semua orang juga tidak ingin membahasnya, laki-laki tersebut merasa sangat bahagia dengan kehidupan yang saat ini.
mendengar jawaban Gerald yang berkata laki-laki tua ini tidak tahu, seketika membuat Venus tertawa dengan begitu bahagia.
"Daddy kamu bukan laki-laki tua, hanya saja aku lah yang lahir terlalu terlambat, jadi mungkin akulah yang terlalu kecil di sini sebenarnya"
Goda perempuan tersebut sembari melirik kearah suaminya.
mendengar godaan serta candaan sang istrinya seketika membuat laki-laki tersebut terkekeh kecil.
"Baby itu terdengar menghibur"
"Yeah bisa dibilang sedikit nya seperti itu"
Jawab Venus sembari mengulum senyumannya.
"Oh sekarang katakan dengan serius, apa yang sebenarnya tidak aku ketahui?"
Gerald langsung meminta Venus bicara atas apa yang diucapkan oleh perempuan tersebut tadi.
__ADS_1
mendengar ucapan suaminya seketika membuat Venus langsung melirik ke arah Gerald.
"Aku sedang berusaha untuk menjadi ibu yang baik untuk Bastian"
ucap perempuan tersebut tiba-tiba.
mendengar ucapan dari bibir istrinya seketika membuat Gerald menaikkan ujung alisnya.
"no baby menurutku kamu sudah cukup menjadi ibu yang baik untuk kepastian hingga sejauh ini, jadi sedang berusaha menjadi pendengar ibu yang baik terdengar sedikit membuat ku bingung"
laki-laki itu bicara dengan cepat sembari melirik ke arah istrinya, sebenarnya dia cukup tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh Venus barusan.
"No... maksud ku daddy, aku sedang membuat kejutan dan juga ingin memberikan kado untuk Bastian, aku harap dia menyukai apa yang akan aku berikan pada nya di pesta ulang tahun nya besok"
Saat Venus berkata soal kejutan dan juga kado untuk kepastian biar ulang tahunnya besok seketika laki-laki tersebut terdiam, dia berusaha untuk memikirkan apa yang diucapkan oleh istrinya saat ini.
"Apa aku melupakan sesuatu? Bastian berulang tahu? oh god, aku benar-benar daddy yang payah"
laki-laki tersebut langsung merutuki dirinya dan menganggap betapa payahnya dirinya menjadi seorang daddy untuk Bastian Dari dulu hingga kini.
melihat ekspresi penuh rasa bersalah dan sedih Gerald, seketika membuat tersenyum kecil.
"Aiyooooo itu benar-benar buruk"
Ejek Venus.
mereka saat ini terus bergerak menuju ke arah depan dimana terdapat sebuah ruangan yang telah menampung lautan manusia didalam nya.
"Aku benar-benar lupa"
Gerald terlihat bicara penuh penyesalan.
"Katakan pada ku kejutan dan kado apa yang akan kau berikan kepada Bastian?"
Gerald bertanya dengan nada penasaran.
"sesuatu yang mungkin pasti dia sukai meskipun dia tidak mengharapkan aku yakin dia akan menyukainya."
jawab perempuan tersebut Sembari menyembunyikan senyuman terbaiknya.
Gerald terlihat mengerutkan keningnya, dia ingin bertanya lebih lanjut soal ucapan Venus yang membuat dia tidak mengerti, udah Bu sayangnya belum sempat dia merayakan hal tersebut mereka telah masuk ke dalam ruangan di mana dia ruangan tersebut telah dihuni oleh lautan manusia.
begitu mereka masuk ke dalam ruangan tersebut bisa dilihat senyum seseorang terlihat merekah tepat di hadapan mereka, laki-laki tersebut jelas mengenal sosok yang ada di hadapannya itu, dia langsung terkejut melihat sosok yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1