
Menara xxxxxxx
Jenewa
Swiss.
Ketika jutaan lampu malam menghiasi Jenewa, seketika Gea menatap kearah Darrel untuk beberapa waktu.
Laki-laki tersebut membawa dirinya ke atas puncak menara xxxxxxx dimana laki-laki itu sengaja menyewa tempat tersebut dan tidak memperbolehkan satu orang pun masuk ke tempat tersebut, daddy nya berkata malam ini tempat itu akan menjadi milik mereka berdua.
Di sana telah dihiasi dengan cantik dengan dua kursi yang saling berhadapan di mana di tengah-tengahnya terdapat meja bundar yang telah dihiasi dengan berbagai macam lilin indah yang ditutupi dengan sesuatu agar tidak mati diterpa angin, di sekelilingnya terdapat berbagai macam kelopak bunga mawar yang bertaburan indah lalu suara musik yang mengalami syahdu menambah keromantisan tempat tersebut.
Belum lagi ada buket bunga besar yang bertengger di salah satu kursi mendominasi berwarna merah itu.
Kemudian beberapa pelayan mulai meletakkan berbagai macam yang masih hangat dan mengepul di atas meja tersebut secara perlahan, ada gelas wine dan juga botol anggur wine yang akan menemani mereka malam ini.
Bahkan bisa dia lihat Darrel telah berpenampilan begitu rapi dengan jas miliknya dan juga ketampanan yang membuat Gea tergila-gila pada laki-laki tersebut.
"Dad?"
Gea bicara pelan, dia cukup tercekat dan terkejut dengan keadaan di sekitarnya, detak jantungnya jelas tidak bisa dia kontrol dan dia kendalikan sama sekali, dia benar-benar berdebar-debar bahkan merasa sangat bahagia dengan momen yang kejutan yang diberikan oleh Darrel saat ini.
Ini kali pertama dia melihat seorang DarrelĀ Oxtone, laki-laki angkuh dingin dan terkenal dengan sifat keras juga arogan nya bersikap begitu manis kepada dirinya.
"ini untuk ku?"
Gea bertanya pelan, lihat aku apa yang dilihatnya saat ini bukan diberikan untuk dirinya yang melainkan dari yang mempersiapkan untuk orang lain dan ingin memperkenalkannya kepada Gea.
Dia lebih baik berburuk sangka terlebih dahulu daripada hatinya melayang-layang di udara namun tiba-tiba dihempaskan begitu saja dengan cara yang sangat mengerikan.
Perempuan itu bertanya sembari menatap dalam bola mata Daddy nya, dia menunggu jawaban dari Darrel saat ini, tapi sepertinya laki-laki tersebut sengaja belum menjawab pertanyaannya karena bola mata Darrel masih terlalu fokus menata para pelayan yang menghidangkan makanan di atas meja yang ada di hadapan mereka.
Laki-laki tersebut memastikan jika para pelayan itu telah menyelesaikan tugas mereka dan beranjak pergi dari sana serta tak kembali lagi mengganggu mereka.
Setelah memastikan para pelayan tersebut sudah pergi dari hadapan mereka, seketika Darrel langsung menatap dalam balik bola mata Gea.
"Apa kamu menyukai nya hmmm?"
__ADS_1
Laki-laki tersebut bertanya cepat ke arah putrinya sambil dia membiarkan tangan kanannya menyentuh pipi kiri Gea.
"Apakah ini untuk ku?"
Gea bertanya lagi dengan nada pelan, takut jika-jika dia berharap terlalu banyak.
Mendengarkan pertanyaan sang putrinya seketika membuat Darrel mengulum senyumannya kemudian dengan gemas dia menekan hidung Gea dengan tangan kanannya.
"Apa mungkin aku membuat kejutan ini untuk perempuan lain?"
Laki-laki tersebut bertanya sembari menaikkan ujung alisnya.
Mendapati hidungnya dipencet oleh daddy nya, seketika membuat perempuan itu merengek dengan manja, dia memukul lembut dada dara yang kemudian langsung masuk ke pelukan laki-laki tersebut dengan jutaan rasa bahagia yang menghantam dirinya, seketika Gea terharu, bola matanya jelas saja berkaca-kaca dan dia menenggelamkan wajahnya ke dalam dada bidang laki-laki tersebut.
Bukankah Darrel terlalu romantis??.
Dia sudah bilang pada Grandpa nya Darrel begitu hangat dan lembut, tidak pernah ada satu orang pun yang melihat sifat Darrel yang seperti ini.
Sebab selama dia tinggal bersama mommy nya, laki-laki itu sama sekali tidak pernah memberikan kejutan kepada mommynya, hal tersebut jelas saja menjadi sangat tidak terduga jika Darrel memiliki sisi romantis yang begitu hangat serta menyenangkan.
Daddy nya tidak pernah menampilkan sosok seperti ini sebelumnya kepada semua orang, karena itu dia pikir apakah dia spesial bagi daddy nya? Karena rasanya aneh sekali sebab laki-laki tersebut bersikap 180 derajat berbeda ketika menyikapi mommynya.
"Aku terharu dan kehilangan kata-kata"
Ucap Gea pelan, dia takut melepaskan pelukannya karena dia takut ini hanyalah mimpi dan ketika terbangun besok semuanya tidak pernah ada.
"Kamu boleh melakukannya, kehilangan kata-kata ketika mendapatkan sebuah kejutan itu biasa"
Jawab Darrel dengan begitu ringan.
Laki-laki itu menepuk-nepuk ujung kepala Gea.
"Aku tidak begitu paham makanan favoritmu baby, hanya berusaha mengingat apa yang menjadi kebiasaan yang selalu kamu makan ketika di rumah"
Darrel bicara dengan cepat, dia membiarkan Gea melepas kan pelukannya.
"Mari duduk dan menikmati makan malam kali ini'
__ADS_1
Bisik laki-laki itu sembari berusaha mengembangkan senyumannya, meskipun terlihat begitu kaku tapi Gea tahu Darrel melakukannya dengan tulus.
"He em"
Perempuan itu menganggukan cepat kepalanya, dia membiarkan pengendara menggenggam erat telapak tangannya dan membawanya menuju ke arah meja yang telah terdapat berbagai macam makanan tersebut.
Laki-laki itu benar-benar membawanya dalam makan malam romantis yang sangat luar biasa.
Begitu dia tiba di salah satu kursi tersebut, Gea langsung duduk di sana secara perlahan diikuti oleh Darrel yang duduk tepat di hadapannya.
Kemudian laki-laki itu mengeluarkan tangannya dan menarik tangan Gea secara perlahan.
Lantas Darrel menatap dalam bola mata Gea kemudian berkata.
"You know baby, aku bukan laki-laki romantis jadi sangat sulit sekali untuk mencari tempat terbaik untuk berkencan dan melewati makan malam bersama, aku harus putar otak sebelum keberangkatan kita untuk mendapatkan tempat ini"
Darrel berusaha menjelaskan kepada Gea sembari berharap dia tidak kecewa dengan tempat kejutannya, karena dia selama ini bahkan dalam selama hidupnya tidak pernah mencoba untuk membuat kejutan kepada perempuan manapun jadi sangat sulit sekali untuknya mendapatkan tempat paling terbaik untuk membawa Gea selama mereka mendapatkan liburan bersama.
Dia berharap perempuan di hadapannya itu menyukai tempat dan juga berbagai macam menu makanan yang telah dia minta dan dibuat oleh koki paling handal nomor 1 di Swiss saat ini.
Darrel bahkan berharap makanannya sesuai dengan lidah putri nya.
Mendengarkan ucapan daddy nya seketika membuat Gea mengembangkan senyumannya, perempuan itu jelas saja langsung menjawab ucapan dari Darrel.
"Tentu saja ini sangat sempurna Dad, aku bahkan terkejut jadi bisa membuat kejutan seperti ini, ini benar-benar sangat luar biasa dan aku begitu menyukainya
Ucap Gea cepat, dia membiarkan tangan kiri daddy nya mere mas tangan kanannya secara perlahan, sedangkan dirinya sendiri menatap dalam bola mata daddy nya dengan pandangan penuh cinta.
Sungguh terkutuk mereka berdua di dalam keadaan ini di mana mereka memiliki hubungan ayah dan anak, tidak tahu bagaimana mereka menjalani hubungan setelah mereka berdua kembali ke Paris, namun yang dia pedulikan adalah dia menjadi milik daddy dan daddy nya adalah miliknya.
Di balik semua itu meskipun dia tahu laki-laki itu adalah suami mommy nya, tiba-tiba saja satu pemikiran tidak masuk akal Gea bergerak, dia berharap jika kedua orang tersebut saling memutuskan untuk berpisah antara satu dengan yang lainnya seperti desas-desus yang sering dia dengar dimana kabar berkata jika Daddy nya akan menceraikan mommy cepat atau lambat.
Mendengar jawaban putrinya seketika Darrel mengembangkan senyumannya, kemudian laki-laki tersebut berkata.
"Mari menikmati makan malam kali ini tanpa memikirkan ada gangguan dari pihak manapun, setelah itu daddy ingin kita melewati malam yang indah berdua di atas sini untuk selalu berbagi kasih"
"Kita akan berpetualang dibawah langit malam dan udara sejuk Jenewa."
__ADS_1
Setelah dia berkata seperti itu laki-laki tersebut menatap putrinya dengan tatapan penuh has rat, Darrel pikir kali ini mereka akan berpetualang dengan cara yang baru di tempat ini disaksikan oleh jutaan bintang dan juga rembulan malam.
Gea yang mendengarkan ucapan daddy nya seketika mengerutkan keningnya, dia sedikit bingung mendengar apa yang dikatakan oleh Darrel, kata berpetualang di bawah langit malam Jenewa terdengar aneh, seketika dia meremang dan milik nya terasa berdesir dengan aneh mendengar nya.