
Apartemen Yolanda
Seketika suasana menjadi sedikit aneh, saat Gerald dan Andrew saling menatap antara satu dengan yang lainnya dengan pandangan yang begitu sulit dimengerti.
Sejujurnya bagaimana mengatakan nya?.
Berapa tahun merasa tidak bertemu?!.
Andrew Fikir saking lama nya, jelas Lebih lama dan tua dari usia putri nya.
Tapi dia cukup tidak menyangka bertemu laki-laki ini di sini hari ini.
Venus terlihat memperhatikan Daddy nya dan Gerald secara bergantian.
Agak bingung melihat kedua laki-laki yang usia nya jelas sama tersebut yang mengeluarkan ekspresi wajah kurang bersahabat.
Dia fikir apakah izin pernikahan mereka akan berpengaruh? melihat bagaimana respect Daddy nya pada Gerald saat ini.
Sejenak dia menelan Saliva nya.
"Daddy dan Om Gerald saling kenal?"
Saat Venus menanyakan hal tersebut seketika Gerald dan Andrew menjawab secara bersamaan.
"Tidak begitu berharap mengenal nya"
"Cukup lama mengenal nya"
saat daddy nya berkata cukup mengenal nya, Gerald berkata tidak begitu berharap mengenal nya.
"Ya?"
Venus kembali mengerut kan keningnya.
Hubungan mereka benar-benar terlihat buruk bukan?!.
Dikala kepala Venus pusing memikirkan kedua orang tersebut, Yolanda terlihat sibuk membuat minuman di dapur, telinga nya jelas mencoba mendengar percakapan mereka, agak was-was dengan keadaan, takut-takut jika ada pembicaraan yang terlewat kan soal dirinya dan Daddy Andrew.
Lagi Gerald dan Andrew saling menatap, terlalu tajam seperti ingin membunuh.
"Aku agak terkejut saat tahu kamu adalah Daddy nya Venus"
Gerald bicara cepat, dia melirik kearah Venus sejenak dalam hatinya berkata.
Pantas wajah nya mirip dengan seseorang yang jelas tidak asing dan familiar.
Seseorang?!.
__ADS_1
Yah seseorang.
Siapa?!.
Harus kah dia berteriak dan mengatakan nya sekarang?.
Seorang gadis dimasa lalu nya, kekasih nya, orang yang dia cintai dan dia kencani.
Dan Gerald cukup terkejut saat mengetahui soal sesuatu, gadis di sampingnya itu adalah putri kandung mantan kekasih nya dan ggrhhhh laki-laki tua brengsek itu.
Gila.
Gerald fikir tidak dapat Mommy nya, dia malah mendapat kan putri nya.
Bukankah Tuhan itu adil?!.
Luar biasa.
Patut bersyukur setengah mati dan patut di beri penghargaan award, ah tidak Guiness world of record.
Dia apakah harus tertawa terbahak-bahak Mengejek Andrew? yang telah mengkhianati Dirinya di Masa lalu?!.
Laki-laki itu Melamar kekasihnya langsung kepada orang tua gadis yang dia cintai, menekan gadis itu dan memanfaatkan kesempatan ketika Linda....
Akhhh lupakan saja, jika ingat kejadian masa lalu cukup membuat emosi Gerald naik turun.
"Yeah dia putri ku dan..."
Andrew tidak menyelesaikan kalimatnya, seketika otak Andrew langsung cepat berfikir.
"Kau... kenapa ada bersama putri ku?"
Jelas saja dia harus menanyakan soal itu.
Bagaimana laki-laki tua ini bisa ada bersama putrinya saat ini?!.
Mereka bukan teman kuliah, yah mana mungkin si tua Bangka itu kuliah lagi di usia hampir lanjut seperti dia.
Batin Andrew.
Dosen nya juga bukan.
Dia tahu apa pekerjaan laki-laki tersebut.
Memimpin perusahaan ayah nya, kemudian menjadi pewaris tunggal nya.
Dan Andrew jelas bingung.
__ADS_1
"Dia Daddy teman kuliah kami Dad"
Venus buru-buru menjawab.
"Oohhh"
Dia cukup lega.
"Lebih tepatnya dia mantan kekasih putra ku"
Kali ini Gerald menjawab cepat.
"Oh... mantan kekasih? kau berpacaran dibelakang ku?"
Andrew menatap kearah Venus tajam.
"Mantan Dad, kami sudah putus"
"Oke mantan"
Andrew bicara cepat, cukup bersyukur Venus tidak melanjutkan hubungan dengan putra Gerald.
"Yah dia mantan kekasih putra ku, tapi kini akan menjadi istri ku"
"Yeah aku mendengar nya, mantan kekasih putra mu ..."
Andrew fikir bagaimana laki-laki itu kembali mengulangi ucapan putri nya, tapi sepersekian detik kemudian dia baru sadar kata-kata yang diucapkan Gerald di belakang nya.
"What???? kau bilang apa?"
Brakkkkkkk
Oh shi...t
"Menikah?"
Seketika di menggubrak meja, berdiri dari tempat duduknya sambil berteriak histeris.
Ommo?!
Venus seketika melonjak terkejut, dia melompat kearah belakang, nyaris terjengkang dari kursi nya.
Yolanda yang baru saja meletakkan minuman ke atas meja seketika ikut melonjak kaget, bayangkan bagaimana gelas minuman tersebut terlihat mulai melayang-layang indah ke atas sana.
Bak adegan drama dengan gaya slow motion seketika gelas tersebut bergerak dengan lamban, semua orang mengeluarkan ekspresi yang juga terlihat lamban.
Alamakkk mati aku....!!!
__ADS_1
Pekik Venus cukup panik didalam hati nya.