Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Sosok yang tidak berdaya


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan yang cukup lama untuk beberapa waktu akhirnya mereka tiba di depan sebuah gerbang utama halaman mansion yang mendominasi berwarna cream.


Suasana mansion tersebut tidak bisa dikatakan terang dan terbuka, cukup tertutup dengan berbagai macam penjagaan di sekitar nya.


Beberapa orang bertubuh kekar dan besar diletakkan mengelilingi mansion tersebut, seolah-olah memang sejak awal di siapkan untuk menjaga tempat tersebut.


Bola mata Venus menatap kearah orang-orang yang ada disana, tidak ada senyuman yang terlempar sedikit dari wajah orang-orang itu termasuk Venus dan laki-laki disamping nya itu.



Begitu mobil mereka masuk ke halaman mansion yang ada dihadapan mereka itu, Venus terlihat tidak mengeluarkan suaranya, dia membiarkan laki-laki disamping nya tersebut masuk ke pekarangan mansion yang ada di hadapan mereka hingga menuju ke area parkiran.


dua orang terlihat menyambut kehadiran mereka, salah satunya membuka pintu di bagian di mana Venus duduk, menunggu perempuan tersebut turun diikuti oleh laki-laki yang ada di samping Venus tersebut.


"Tuan Lim"


mereka menundukkan kepala mereka ke arah laki-laki itu.

__ADS_1


Lim terlihat diam, memilih berjalan diikuti Venus di samping nya.


Mereka berjalan memasuki mansion tersebut dengan gerakan cepat, di dalam sana beberapa pelayan terlihat berdiri di ambang pintu bahkan ketika masuk ke dalam bangunan mewah tersebut bisa di lihat beberapa orang-orang berpakaian serba putih menundukkan kepala mereka.


Venus dan Lim secepat kilat bergerak kearah dalam, menuju ke arah sebuah elevator kaca dimana di depan elevator tersebut sudah ada seorang perempuan yang menunggu mereka, membuka pintu elevator Tersebut dan membiarkan Venus dan Lim masuk kedalam sana.


Mereka mulai bergerak turun dari sana menuju kearah lantai bawah di ikuti jarum jam yang terus bergerak memecah keheningan didalam elevator tersebut.


Hingga akhirnya begitu keluar dari sana mereka langsung melesat menuju kearah depan tanpa berniat untuk menoleh ke kiri dan kanan.


Perempuan yang ada di samping mereka Bergerak melangkah lebih dulu, sambil memegang sebuah kunci yang di rangkai begitu banyak di dalam sebuah lingkaran berbentuk gelang yang terbuat dari besi.


hingga akhirnya mereka tiba di satu ruangan yang tertutup dengan Begitu rapat, Perempuan tersebut mulai mencari dan memastikan satu kunci di sana, membuka pintu ruangan yang ada di hadapan mereka.


Kletakkkkk


Kriieetttttt

__ADS_1


Suara pintu terbuka secara perlahan, suasana suram dan suara sesuatu yang cukup mengganggu pendengaran langsung terdengar begitu pintu terbuka.


Perempuan tersebut tampak bergerak lebih dulu, memastikan didalam sana baik-baik saja lantas dia membiarkan Venus dan Lim masuk kedalam sana.


Venus melangkah perlahan, masuk kedalam sana dan memilih duduk disalah satu kursi sofa, seolah-olah tempat tersebut menjadi tempat yang jelas tidak asing lagi untuk diri nya.


Sedangkan Lim langsung bergerak mendekati dirinya ke sebuah kasur mendominasi berwarna putih dimana di atas nya terdapat sebuah tubuh yang tergeletak di atasnya dan dipenuhi berbagai macam selang-selang di sekujur tubuh nya.


Lim langsung menghampiri sosok tersebut, berdiri tepat di sisi kiri kasur tersebut sembari bola mata nya menatap tajam ke arah tubuh tidak berdaya itu.


"Apa kabar mu hari ini?'


Tanya nya dengan nada yang begitu datar dan dingin, bola mata penuh kebencian di balik wajah tampan Lim terus menatap tubuh yang tergeletak tidak berdaya tersebut untuk waktu yang begitu lama.


Suara detak jantung dilayar monitor terus memenuhi ruangan tersebut, laki-laki itu jangan kan ingin membuka bola matanya, bahkan untuk menggerakkan tangannya saja dia tidak mampu, tapi telinga nya masih berfungsi dengan baik untuk menangkap berbagai suara di sekitar nya.


"Berikan dia suntikan sekali lagi"

__ADS_1


Saat suara Lim memerintahkan Perempuan yang berdiri di belakang nya dengan nada yang begitu datar, seketika tubuh tidak berdaya tersebut mencoba untuk memberontak, tapi realita nya tubuh tersebut sama sekali tidak mampu digerakkan, karena sejak awal dia tahu anak itu telah melumpuhkan seluruh sistem sarafnya dengan suntikan yang di berikan kepada dirinya hampir tiap hari.


Ketika perempuan tersebut menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya, Bola mata laki-laki tua tidak berdaya tersebut secara perlahan mengeluarkan air matanya diikuti suara layar monitor yang ada disampingnya terus mengelus suara yang mulai memekakkan telinga.


__ADS_2