Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Kemarahan yang membuncah


__ADS_3

"Bas apa kau sudah gila?"


Venus berteriak panik saat dia mendapati Bastian membawa dirinya dengan kecepatan penuh kedalam mobil laki-laki tersebut.


tidak tahu kemana laki-laki tersebut ingin membawa nya tapi Bastian seperti orang gila melajukan mobilnya.


"Bastian.. apa kau tuli? apa kau sudah gila?"


Venus berusaha berpegangan pada sisi kanan mobil, dia memejamkan bola matanya saking takut nya dangan apa yang dilakukan Bastian.


Laki-laki tersebut kehilangan akal warasnya.


Yah Bastian Begitu marah saat mendapati sebuah kenyataan jika Daddy nya dan Venus akan menikah.


"Daddy dan Venus akan menikah"


Begitu gamblang nya laki-laki tua tersebut berkata akan menikahi mantan kekasihnya.


"Daddy pasti sudah gila"


bayangkan bagaimana perasaan Bastian saat itu, bahkan mereka melakukan perdebatan panjang ketika di rumah daddy nya, dia jelas tidak bisa menerima ketika tahu laki-laki tua itu akan menikahi Venus.


gadis muda seusia dirinya?!.


Yang benar saja.


"Apa Daddy tidak waras? tidak kah Daddy tahu berapa usia benus? dari pada jadi istri Daddy, dia lebih pantas jadi anak Daddy"


"Bas, cinta tidak mengenal usia"

__ADS_1


"Itu bukan soal cinta, kau merayu gadis muda dengan uang mu, mengiming-imingi Venus dengan banyak hal"


Mendengar ucapan Bastian seketika Gerald menatap Putra nya dengan pandangan tidak percaya.


"Kau fikir Daddy SE brengsek itu?"


Tanya Gerald tidak percaya.


"Kau fikir di otak dan kepala Venus hanya berisi soal uang?"


Gerald bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


"Tidak semua harus kau ukur dengan uang Bas, kau menggunakan prinsip dan jalur pemikiran yang sama dengan Linda"


Ucap Gerald dengan perasaan kesal.


Dia fikir bagaimana bisa putra nya selalu memandang seseorang dengan begitu sudut pandang yang begitu rendah persis seperti mantan istri nya.


"Daddy coba hargai, tapi untuk Venus maafkan Daddy, Daddy tahu bagaimana dia, Daddy tahu siapa Mommy nya dan siapa Daddy nya"


"Apa?"


bayangkan bagaimana ekspresi Bastian saat mendengar ucapan Daddy nya itu.


"Kenal dengan orang tua Venus?"


Dia Fikir bagaimana bisa mereka yang berpacaran, berkencan untuk beberapa waktu yang cukup lama tapi dia sekalipun tidak pernah bertemu dengan orang tua gadis tersebut.


Bahkan Venus belum pernah juga memperkenal kan orang tuanya kepada Bastian selama mereka berkencan.

__ADS_1


Lalu bagaimana mungkin jadinya bisa tahu dengan orang tua Venus begitu cepat, bahkan Seolah-oleh Daddy nya sudah mengenal baik orang tua Venus.


"Apa kalian telah lama mengkhianati ku?"


tanya Bastian kemudian.


"Apa jangan-jangan Daddy dan Venus memang Sejak awal berselingkuh Dibelakang Ku? menggunakan Maria untuk menjauhkan kami berdua hingga kami putus?"


Tanya Bastian dengan nada suara yang menggebu-gebu, dia marah, begitu marah.


Dia berteriak ke arah laki-laki tersebut dengan jutaan kekecewaan yang mendalam.


"Apa?"


Gerald jelas bertanya dengan nada terkejut.


"Bastian..."


suara pekikan Venus kembali mengejutkan lamunan Bastian.


"Hentikan mobil nya, turunkan aku disini"


Mendengar Venus berteriak kencang kearah dirinya, seketika Bastian mengehentikan mobil nya secara mendadak.


Laki-laki tersebut seketika membalikkan sedikit tubuhnya, dia menatap tajam bola mata Venus sambil tangan kanannya mencengkeram lengan Venus dengan penuh kemarahan.


"Apa pagi itu kau yang ada di kamar Daddy ku?"


Bastian bertanya sambil mengeratkan rahangnya, dia terus menatap Venus dengan pandangan jutaan tanda tanya serta kemarahan terbesar nya.

__ADS_1


mendapat kan pertanyaan dari laki-laki tersebut seketika membuat Venus terdiam sambil menelan salivanya.


__ADS_2