
Disisi lain
Begitu mendapat kabar soal Linda seketika Bastian melesat turun dari kamar yang menuju ke arah lantai bawah dengan perasaan panik, bisa dilihat bola mata laki-laki tersebut berkaca-kaca, kemudian laki-laki tersebut secepat kilat mencari kunci mobil miliknya di atas meja di lantai bawah tersebut.
begitu mendapatkan kursi mobil yang dia cari Bastian langsung buru-buru menuju ke arah parkiran.
"Bas... tenangkan dirimu, biar aku yang membawa mobil nya"
sebuah suara mengajarkan dirinya ketika lengan Kristy dengan cepat menahan gerakan dirinya untuk naik ke arah Kursi kemudi.
Laki-laki tersebut baru ingat jika Kristy ada di tempatnya saat ini, saking paniknya dia nyaris melupakan keberadaan gadis tersebut.
"Kau tidak dalam keadaan baik-baik saja untuk menyetir Bas"
Kristy kembali mengingatkan Bastian.
dia tahu laki-laki itu ketika merasa panik pasti kehilangan konsentrasi nya, jadi sangat tidak memungkinkan untuk Bastian membawa kendaraan ketika dalam keadaan Panik.
"Tapi..."
"Biarkan aku saja"
Ucap Kristy lagi.
Sejenak mendengar ucapan Kristy Bastian terlihat diam, dia sedikit ragu-ragu untuk menyerah kan kunci mobilnya pada Kristy.
Pada akhirnya Bastian memutar tubuhnya, berpindah kearah samping kemudi, membiarkan Kristy yang membawa mobil tersebut.
Begitu mobil itu melaju kedepan, Bastian berulang kali mencoba melirik kearah jam di tangannya, Ekspresi tegang terlihat jelas dari balik wajah laki-laki tersebut.
Kristy yang melihat Bastian tanpa begitu panik dan tegang langsung menggenggam erat telapak tangan laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Semua pasti baik-baik saja hmmm"
Ucap Kristy pelan.
"Aku hanya takut sesuatu yang buruk terjadi pada Mommy"
Balas Bastian.
"Aku tidak paham kenapa tapi beberapa kali aku memergoki Linda seperti orang yang ketakutan dan terkadang dia tahu-tahu pingsan Secara tiba-tiba"
Lanjut Bastian lagi.
"Berapa kali aku meminta nya untuk memeriksakan kesehatan nya, tapi Mommy sama sekali tidak pernah mendengar kan saran ku"
Setelah berkata begitu, Bastian terlihat melirik kearah Kristy.
"Aku benar-benar tidak bisa memahami Linda sama sekali"
Kristy terlihat diam, dia sama sekali tidak mengeluarkan suara, berusaha mendengar kan Bastian sembari bola matanya terus fokus menatap ke arah depan.
"Kau tahu Bas?"
Tiba-tiba Kristy membuka suaranya.
"Kadang orang tua tidak pernah menampilkan rasa sakit dan sedih mereka terhadap anak-anak karena mereka takut anak-anak akan bersedih dan merasa takut kehilangan orang tua nya"
Ucap gadis itu tiba-tiba.
"bagi mereka menampilkan rasa sakit atau memperlihatkan satu sisi kelemahan mereka kepada anak-anak akan memperburuk keadaan terutama bagi seorang ibu yang hanya tinggal sendirian, merawat anak-anak tanpa ada yang mendampingi mereka"
lanjut Kristy.
__ADS_1
"ketika seorang ibu memperlihatkan rasa sakitnya, mereka khawatir karena hal tersebut akan membuat anak-anak merasa kehilangan tempat untuk berpegang, sebab satu-satunya yang anak-anak tahu adalah ibunya dan bukan orang lain, mereka pasti kehilangan arah ketika tahu sesuatu yang buruk datang kepada ibunya, dan tidak menutup kemungkinan rasa khawatir yang datang akan berdampak buruk pada psikologis anak itu sendiri, Bas"
Setelah berkata seperti itu Kristy melirik Bastian untuk beberapa waktu.
"Tante hanya tidak ingin kamu khawatir dengan keadaan diri nya, sudah bisa Tante bayangkan bagaimana respon yang akan kamu berikan ketika Tante Linda berkata tentang keadaan nya"
Mendengar ucapan Kristy, Bastian terlihat diam.
"Ketika kamu bilang kamarin Linda tidak menyayangi kamu, aku yakin persepsi kamu soal dia salah bas, coba ingat-ingat ketika makan roti atau makanan lainnya, apakah dia akan makan pertama sekali?"
Saat Kristy menanyakan hal tersebut, Bastian terlihat diam, laki-laki tersebut menoleh kembali kearah gadis itu.
"Beritahukan aku apakah dia memakan makanan nya lebih dulu?"
Tanya Kristy lagi sambil menoleh kearah Bastian sejenak.
Laki-laki itu terlihat menggelengkan kepalanya.
"Seringkali dia selalu berkata jika dia masih kenyang"
Mendengar jawaban Bastian seketika Kristy mengembangkan senyuman nya.
"Tidakkah kamu menyadari betapa Linda menyayangi kamu dengan cara nya sendiri Bas?"
Tanya Kristy kemudian.
"Seorang ibu selalu berkata seperti itu pada anak-anak mereka, padahal mereka bukan nya masih kenyang, melainkan Ibu Sebenarnya mengharapkan Potongan Roti terakhir atau sisa suapan Terakhir yang ada di tangan Kita, Hanya saja ketika ibu melihat kita begitu bahagia dan bersemangat untuk menikmati potongan roti terakhir tersebut, ibu akan menahan keinginannya sebab bagi nya Kebahagiaan dan perut kita lebih utama dari segala-galanya menurut mereka"
Gadis itu Kembali melirik kearah Bastian.
"kita hanya tidak menyadari soal itu Bas, sebab anak-anak terkadang hanya fokus pada satu kesalahan yang dilakukan oleh orang tua kita, tanpa ingat dengan kebaikan-kebaikan kecil yang selalu orang tua kita berikan diam-diam"
__ADS_1
Dan begitu mendengar ucapan terakhir Kristy seketika Bastian terdiam, laki-laki itu terlihat mematung dan kehilangan kata-kata nya.