Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Mencintai kamu sepenuh hati


__ADS_3

Ciuman yang diberikan oleh Gerald makin lama makin dalam dan panas, membuat Venus cukup gelagapan mengikuti alur yang diberikan Suaminya.


Maklum dia masih bocah amatiran, bahkan berciuman pun masih belum benar.


Tapi Gerald terlalu pandai menghanyutkan dirinya dengan perlakuan nya, membuat Venus seketika menge..rang saat tangan laki-laki tersebut begitu usil mereka dadanya.


"Ahh Dad'


Dia mele..guh nikmat, merasa cukup malu atas suara manja nya yang keluar.


"It's ok baby, aku suka mendengarnya, men..desah lah"


Dan suara seksi laki-laki tersebut selalu mampu membuat hasrat Venus meningkat.


Pada akhirnya setelah Venus mengeluarkan leguhan nya, seketika lidah laki-laki tersebut mulai menjelajahi rongga mulutnya, mereka saling berbelit lidah bahkan saling menyesap antara satu dengan yang lainnya penuh dengan kata Nikmat.


Hingga akhir tautan bibir mereka terlepas, Gerald kembali menatap dalam bola mata Venus.


"Bolehkah aku?"


Laki-laki itu kembali bertanya, menunggu izin dari dari sang istri untuk menyempurnakan malam mereka.


Seketika wajah Venus memerah karena malu, lantas dengan gerakan cepat masuk ke dalam dada bidang suaminya tersebut.


"Hmmmm"


Venus hanya menjawab seperti itu.


Laki-laki itu mengulum senyum, merasa geli dengan ekspresi Indah sang istri, dalam sekali gerakan tangan kanannya meraih dagu Venus, mengangkat nya dengan lembut agar bola mata itu menatap dalam bola matanya.


"I love you Vee, really Love you"


Setelah mengucapkan kata indah yang membuat Venus melayang-layang ke angkasa, laki-laki tersebut kini dengan gerakan penuh naf..su langsung kembali menyesap bibirnya dengan cepat dan penuh has..rat yang menggebu, membuat Venus berkali-kali mengeluarkan suara manja dan era..ngan manja nya.


Kemudian setelah saling menautkan Bi..bir mereka dalam tenggang waktu cukup lama, kini Li..dah laki-laki tersebut kembali bermain di dalam sana, mengajak Venus saling berperang dan membelit lidah untuk waktu yang begitu lama.


Bayangkan bagaimana suasana kamar yang mereka tempati saat ini, yang awalnya terasa dingin Karena AC kini berubah menjadi begitu panas.


Kini tangan kanan Gerald membentang menyentuh tengkuk juga leher Venus, jempolnya bermain lembut di cuping telinga istri nya, seketika tubuh Venus bak terkena aliran listrik yang luar biasa, menghantarkan energi panas dan daya sentrum serta getar menuju ke perut dan dibawah sana.


Oh entahlah Venus tidak bisa memahami kenapa rasanya dibawah sana jadi berkedut-kedut dan mulai menyiksa dirinya.


Apalagi ketika tautan di bibir laki-laki itu kini berpindah ke dagu, selanjutnya lidah Gerald menyapu dengan lembut dagu, bawah dagu menuju ke ceruk leher Venus, lantas tiba-tiba sesuatu terasa di sesap seketika membuat Venus kehilangan daya kesadaran nya, hingga membuat dirinya terus meneruskan mengeluarkan suara-suara memalukan bagi nya, membuat Venus menyebut nama Gerald beberapa kali sambil menggenggam erat kepala Gerald.


"Oh Daddy Gerald ahhhhhh.."

__ADS_1


Suara nafasnya jelas tidak beraturan seketika sapuan lidah berpindah ke arah dada, tangan kiri Gerald dengan lincah membuka kancing baju tidur Venus, begitu lembut hingga Venus tidak menyadari nya, tahu-tahu semua pakaian nya sudah menghilang begitu saja, tersisa cup penutup da..da dan dibawah sana yang dominan berwarna hitam.


Lagi-lagi Gerald menautkan bibir mereka, dengan tangan kiri laki-laki itu mulai turun dengan sempurna di bawah sana, menyentuh titik dimana hal tersebut mampu membuat perempuan mana pun menggila, seketika Venus menggenggam erat tangan Gerald, seolah-olah menampilkan sebuah penolakan tapi sesungguhnya Venus berharap tangan laki-laki tersebut terus melakukan aksinya.


"Lepaskan Baby, aku akan pelan-pelan"


Gerald berbisik manja dibalik telinga Venus, dan tiba-tiba Li..dah itu bermain di balik telinga istri nya.


"Oh Dad..aku"


Venus tersengal-sengal, ketika dibawah sana tiba-tiba 1 jari suami nya masuk begitu ke bagian intinya, kemudian dengan perlahan jari itu bergerak keluar masuk hingga membuat Venus mulai menggila, Tangan Perempuan itu jelas mencari pegangan, menyentuh kepala suaminya begitu saja. Semakin di bawah sana bergerak dengan cepat, semakin sesuatu seakan-akan ingin tampil tumpah, teriakan dan pekikan manja Venus mendominasi ke seluruh sudut kamar mereka.


"Ahhh Daddy"


Dia terus merengek kencang, membiarkan suaranya memenuhi ruangan tersebut, dan membuat Gerald semakin menggila mengerakkan jarinya dibawah sana.


"Noo"


Venus mengencangkan genggaman nya pada bahu Gerald.


"Keluarkan lah baby"


Bisik Gerald pelan ketika tahu sang istri akan melakukan pe..le..asan nya, dan benar saja dalam hitungan detik seolah-olah Venus sudah tidak bisa lagi menahan nya kini sesuatu tumpah secara luar biasa.


Venus merasa seperti sesuatu yang sangat luar biasa keluar dan tumpah begitu saja, pegangan tangan yang mengencang tadi mengendur tiba-tiba ketua dia yakin telah mendapatkan pelepasan nya, tapi lagi-lagi Gerald bermain di bawah sana membuat puncak adrenalin Venus kembali meningkat.


Dia kembali menggila, sungguh menggila, tapi tiba-tiba laki-laki itu menghentikan gerakannya, membuat Venus tiba-tiba merasa kecewa, seketika Gerald tersenyum geli melihat ekspresi sang istri, dia men..cium lembut bi..bir Perempuan itu kemudian berbisik lembut.


"izinkan Aku masuk hmmm"


laki-laki itu jelas tidak harus susah-susah membuai pakaian nya, dia yang hanya menggunakan handuk mandi secepat kilat membuang handuk nya ke sembarang arah.


Tidak dia pedulikan apapun disekitar nya sebab milik Gerald benar-benar telah membesar dan butuh Untuk mendapat kan penuntasan nya.


Venus hanya bisa mengangguk pelan tidak berdaya dibawah Kungkungan Gerald.


Laki-laki itu menggeser kakinya, membuat dia sedikit membukakan kedua pahanya secara perlahan, membuat Gerald dengan mudah untuk mulai menggerakkan milik nya saat ini menuju ke arah bawah sana.


Bisa Venus rasakan sesuatu yang besar mulai bergesek dengan miliknya, dan secara perlahan sesuatu terasa Mulai menyeruak masuk ke inti nya.


"Akhhh"


Perempuan itu me..ngerang, dia menggenggam erat punggung Gerald karena merasa sesuatu yang penuh memaksa masuk dibawah sana.


"Baby apakah menyakitkan?"

__ADS_1


Tanya Gerald lembut, dia bergerak lebih berhati-hati Sebab ini merupakan malam ke dua setelah malam dimana pertama kali dia mengambil keperawanan Venus.


"Hmmm sedikit"


Jawab Venus pelan, Perempuan itu kembali mengerat kan pelukan nya saat dia merasa milik Gerald kembali bergerak melesat masuk dibawah sana.


"Akhhhh"


Seketika Venus tersentak kaget begitu Gerald membenamkan dengan sempurna Milik laki-laki itu di intinya.


Rasa sesak dan penuh Sangat terasa.


"Ohhh ini sempit sekali baby"


Ucap Gerald kemudian.


Rasanya milik perempuan itu mulai menjepit erat milik nya, rasa nikmat seketika menghantam Gerald..


Venus sejenak diam ketika Gerald mencoba menggerakkan milik yang secara perlahan, awalnya masih terasa begitu sakit hingga akhirnya setahap demi setahap rasa sakit tersebut kini berubah menjadi sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa.


Melihat Venus mulai menikmati gerakan naik turun Gerald, laki-laki itu kini mencium hangat bi..bir Venus untuk beberapa waktu,bibir mereka saling bertaut dan saling menyesap hingga Venus tidak sadar jika di bawah sana sudah bergerak semakin cepat memompa milik nya.


Percayalah rasanya begitu aneh, nikmat dan ah entahlah.


Suara deru nafas, era..ngan lembut dan de..sahan dua insan manusia yang telah halal didalam ikatan sakral terus terdengar di seluruh ruangan itu, Gerald jelas memperlakukan Venus begitu lembut, bak tuan putri yang takut dia lukai, terus bergerak, memompa dan membawa sang istri terbang melayang ke awan-awan, berkali-kali memompa dan berkali-kali menautkan bibir mereka, acapkali kedua dada Venus bergerak menghantam dada bidangnya hingga membuat Gerald semakin bersemangat memompa Perempuan tersebut, hingga tanpa sadar entah Berapa lama permainan mereka berlangsung dimana pada akhirnya mereka sama-sama meng..erang karena akan tiba sebentar lagi pada puncak pelepasannya.


Dan kini seketika gerakan itu semakin cepat semakin membuat Venus menggila.


"Daddy aku .. "


"Sama-sama"


bisikan indah penuh gai...rah menambah kegilaan mereka, semakin cepat berpacu hingga berakhir pada pe.. lepasan paling sempurna.


dan benar saja pada akhirnya setelah Venus mendapat kan pelepasan nya pada akhirnya disusul oleh pelepasan luar biasa Milik Gerald dimana bisa Venus rasakan sesuatu yang hangat menabrak dinding rahim nya.


"Terima kasih baby akhhh"


Gerald me..ngerang nikmat kemudian dia mencium lembut puncak kepala istrinya tersebut, Kemudian dia mencium lembut bi..bir Venus untuk beberapa waktu, laki-laki itu merobohkan tubuhnya lantas memeluk erat tubuh Venus sambil berbisik lembut.


"I love you"


Seketika Venus mengembangkan senyum manisnya, wajah itu seketika kembali memerah, ikut memeluk erat punggung suami nya dengan erat.


"I love you too"

__ADS_1


bisik Venus malu-malu.


__ADS_2