Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Membawa nya ke satu tempat


__ADS_3

Mansion utama Gibran


begitu tiba di sebuah bangunan Mansion mewah yang terletak di hadapannya seketika bola mata Linda membulat dengan sempurna, dia menata bangunan mendominasi berwarna hitam putih yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


sejenak Linda tercekat ketika dia telah berdiri tepat di hadapan bangunan tersebut, perempuan itu cukup kehilangan kata-katanya sembari kedua rapat tangannya menutup mulutnya secara spontan.


jangan ditanya bagaimana perasaan yang saat ini, Linda jelaskan kata-katanya saat dia sadar apa yang dia lihat di hadapannya itu.


ini adalah desain rumah impiannya, di mana masa mereka bersama dulu Gibran pernah bersama dirinya membuat sketsa rumah impian mereka.


kala itu hubungan mereka telah berjalan selama beberapa bulan, meskipun Linda berpikir dia dan Gibran memiliki status sosial yang sangat jauh berbeda, tapi Gibran selalu berkata dan menyakinkan diri nya jika status sosial bukan alasan untuk mereka tidak bersama.


laki-laki itu bersama dirinya mencoba membuat sebuah desain rumah impian di atas sebuah kertas dan saling menyusun ide atau siapa yang menjadi keinginan Linda sejak dia kecil hingga dewasa.


sebenarnya kedekatan mereka diawali dengan candaan Linda yang sering menggoda Eliza dan Gibran sendiri, dia adalah gadis yang begitu super dan aktif di masa lalu serta sangat mudah akrab dengan siapapun.


tidak Linda pungkiri jika dia cukup mengagumi Gibran kala itu, di mana ketika di sekolah SMA suruh teman-teman mereka selalu berkata jika Gibran adalah kekasih impian dari semua orang .


namun karena dia menyadari status sosial mereka yang berbeda Linda tidak pernah berpikir dan berani untuk bermimpi bisa dekat dengan laki-laki tersebut, dia pikir bisa menjadi teman Eliza saja sudah merupakan sebuah keberuntungan yang sangat luar biasa.


hingga akhirnya pada suatu malam ketika Eliza berkata mereka akan pergi keluar untuk menikmati makan malam bersama, Linda dengan cepat mengiyakan namun dia sama sekali tidak menduga jika yang membawa mobil dan yang membawa mereka adalah Gibran.


awalnya hanya candaan biasa yang terjadi di dalam mobil selama di dalam perjalanan, bahkan mereka melewati makan malam dengan cara yang begitu menyenangkan, kalau itu Linda tidak sengaja menghubungi Gerald dan berkata ada Eliza di antara mereka.


jika Gerald ingin pura-pura datang dan makan di meja yang berbeda dia bisa melakukannya malam itu juga, siapa tahu mereka akan bisa bergabung bersama.


Linda bener-bener seorang informan yang bisa diandalkan oleh Gerald kala itu.


dan malam itu adalah semua hubungan antara dirinya dan Gibran dimulai.

__ADS_1


Linda tidak pernah memimpikan dirinya untuk bisa pergi bersama Gibran di hari-hari berikutnya mengingat bagaimana laki-laki tersebut selalu bersikap dingin dengan teman-teman Eliza dan dirinya yang lainnya.


sebab setiap kali teman-teman mereka datang ke kediaman tuan Conte, bisa dibayangkan laki-laki tersebut selalu bersikap cuek dan dingin serta masa bodoh dengan semua teman-teman mereka termasuk dirinya.


jadi Linda pikir setelah makan malam hari itu, Gibran tidak akan mungkin bicara lagi dengannya atau bahkan mengajaknya pergi ke manapun.


namun siapa sangka di beberapa malam berikutnya laki-laki tersebut tiba-tiba mengajaknya untuk keluar dengan alasan mencoba mencari hadiah untuk Eliza.


"Aku pikir ulang tahun Eliza masih lama bukan?"


dan tidak bisa dibayangkan betapa polos dan bodohnya Linda saat itu ketika dia menanyakan hal tersebut karena Gibran malam itu tiba-tiba mengajaknya untuk keluar.


"Hanya ingin memberikan adikku hadiah kecil sebagai ucapan seorang kakak laki-laki kepada adik perempuannya"


dia ingat betul bagaimana laki-laki itu sedikit gelagapan untuk menjelaskan kepada dirinya soal pertanyaannya.


sebenarnya dia cukup khawatir dan juga sangat berdebar-debar selama berjalan-jalan dengan laki-laki tersebut, tapi Linda jelas bukan tipe seorang penghayal tingkat tinggi yang berpikir setelah malam ini akan ada malam selanjutnya.


namun siapa sangka hal yang tidak pernah berani dia pikirkan tersebut benar-benar terjadi dalam hubungan mereka.


"Kamu menyukai desain nya?"


tiba-tiba suara Gibran mengejutkan dirinya, Linda buru-buru menoleh ke arah laki-laki tersebut, dengan bola mata berkaca-kaca dia langsung mengganggukan kepalanya.


tidak pernah dipercaya jika Gibran selama ini benar-benar membuat rumah konsep impian mereka meskipun mereka selama hampir 20 tahun tidak bersama.


ketika dia telah berpikir Gibran mungkin telah bahagia bersama perempuan lain dan mengabaikan dirinya.


Linda bener-bener tidak bisa lagi membendung perasaannya, tangisnya seketika pecah sembari dia tidak tahu harus berpegangan kepada siapa hingga akhirnya Gibran secara perlahan memeluk dirinya.

__ADS_1


cukup lama dia menangis di pelukan Gibran hingga akhirnya laki-laki tersebut berkata,


"Mari ikut bersamaku sejenak, ada sesuatu yang ingin kutunjukkan dan aku perlihatkan kepadamu"


Laki-laki tersebut berkata begitu serius ke arah Linda, bola mata Gibran terus menatap dalam dirinya.


pada akhirnya Linda menganggukkan kepalanya secara perlahan dan dia mulai bergerak mengikuti kemana arah tujuan Gibran.


Linda terlihat berjalan perlahan mengikuti langkah kaki Gibran, dia tidak paham laki-laki tersebut akan membawanya ke mana hari ini, yang jelas laki-laki itu berkata dia akan membawa Linda ke satu tempat dan menunjukkan Linda sesuatu tadi.


mereka tiba-tiba masuk ke sebuah bangunan berbeda yang terdapat di sisi belakang Mansion, laki-laki tersebut menggenggam erat telapak tangannya sembari terus membawa lidah menuju ke arah dalam mendekati sebuah tangga yang ada di tengah-tengah ruangan.


detik berikutnya laki-laki tersebut membawa Linda menuruni satu persatu anak tangga dengan gerakan perlahan.


dia cukup penasaran ke mana laki-laki itu akan membawanya, namun ketimbang bertanya kemana Gibran kemana akan membawanya, Lina lebih suka memilih untuk diam dan tidak banyak bicara.


hingga akhirnya mereka mendekati sebuah ruangan di mana terdapat pintu besar di depannya dan ada dua orang penjaga di sisi kiri dan kanan pintu tersebut yang mulai menundukkan kepala mereka ketika melihat dirinya dan Gibran telah berdiri tepat di depan ruangan itu.


Linda pikir itu adalah sebuah kamar besar namun dia sama sekali tidak tahu siapa yang berada di balik kamar tersebut, begitu kedua orang itu menundukkan kepalanya ke arah Gibran dan Linda, salah satu dari mereka mulai membuka pintu besar tersebut secara perlahan.


begitu pintu terbuka Gibran membawa Linda masuk dengan gerakan yang begitu hati-hati, Linda menurun dan tidak banyak bicara mencoba masuk ke dalam dan memperhatikan isi ruangan yang ada di kamar tersebut.


sejenak bola matanya menata sedikit terpaku ke arah depannya di mana terdapat sebuah ranjang mendominasi berwarna putih dan tanpa seseorang tertidur di atas ranjang tersebut.


awalnya Linda tidak bisa melihat dengan seksama siapa sosok yang ada di atas ranjang itu, hingga akhirnya langkah kakinya terus melaju ke arah depan dan dengan tatapan penasaran dia terus memperhatikan sosok yang ada di hadapannya itu dengan seksama.


semakin Linda melangkah baik maju semakin dia dapat melihat sosok itu, begitu dia dapat melihat sosok tersebut dengan seksama seketika Linda terbelalak kaget, perempuan itu langsung membeku terdiam di tempatnya sembari tangannya menutup mulutnya dengan gerakan perlahan.


Hahhhhh?!!.

__ADS_1


__ADS_2