
Oh shi.t.
apakah Darrel harus mengumpat atau berterima kasih kepada Tuhan?.
dia ingin sekali melarikan diri saat dia menatap tubuh Gea yang tidak menggunakan sehelai benang pun untuk menutupi seluruh tubuhnya, lekukan tubuh sempurna tersebut tampak sangat sempurna dari arah belakang, seketika membuat kepala darah berdenyut-denyut kencang baik di bagian atas maupun bawah.
dia ingin sekali melarikan diri karena tidak tahan dengan godaan di depan mata, seolah-olah malaikat baik berbisik kepadanya dan berkata.
Come Darrel, she is your daughter.
tapi realitanya tidak bisa, Setan di dalam diri pria matang ini bergejolak sangat hebat, bisikan setan tersembunyi lebih menggoda daripada bisikan malaikat.Sebenarnya dari awal Alisa datang membawa Gea ke mansion utama nya dia sudah merasakan sensasi yang berbeda, padahal ia sadar umurnya yang berusia 40 tahun ini berjarak sekitar 23 tahun lebih dengan gadis itu, terlebih lagi Gea adalah anaknya sendiri.
No Darrel, apa yang kau pikirkan? dia Putri mu kawan.
Oh god.
Satu gerakan Gea ketika tengah membersihkan tubuhnya dengan busa sabun dan ketika gadis tersebut membiarkan tangan nya sendiri menjelajahi tubuh nya membuat Darrel semakin pening.
Oh god.
Gerakan gadis itu membuat sesuatu di bawah semakin tidak baik-baik.
"Apakah kau selemah ini terhadap seorang gadis hah?"
Bisiknya pelan kepada sang Darrel kecil kebanggaan nya.
Yah Darrel kecil nya benar-benar menginginkan gadis dihadapannya itu.
Dia Putri mu Darrel.
Laki-laki tersebut terus berdebat dengan pemikiran nya sendiri.
Oh shi.t, persetan dengan hubungan ayah dan anak.
Laki-laki tersebut mengumpat kemudian tangan kanan dan kiri nya dengan cepat membuka kameja nya dangan terburu-buru, diiringi seringai licik di balik wajah tampannya tersebut.
Pada akhirnya Darrel benar-benar melangkah kan kakinya mendekati sosok Gea.
saat ini otak Gea jelas merasa tidak baik-baik saja, Swiss benar-benar menjadi Momok yang membingungkan untuk dirinya, dia pikir bagaimana bisa daddy nya membawanya hingga sejauh ini!? bahkan tanpa mommy nya.
Mommy nya biasanya paling tidak mau jauh-jauh dari dirinya dan daddy nya, perempuan itu sedikit overprotektif bahkan menjaganya dengan sangat luar biasa, Bahkan Alisa mommy nya tidak pernah mempercayai dirinya untuk dibawa siapapun hingga sejauh ini dan mereka tidak pernah memasang jarak jauh kecuali tinggal di mansion yang berbeda.
__ADS_1
selama hampir 4 tahun dia tinggal di Paris mengikuti mommy nya untuk menyusul daddy nya, dia menghabiskan waktu 2 tahun di mansion mommy nya full tanpa pernah tidur di manapun, Dan dia menghabiskan 2 tahun belakangan mondar-mandir tinggal di mansion mommy nya, kakek nya dan daddy nya.
Itu pun untuk tinggal lama dengan daddy nya cukup sulit, karena laki-laki tersebut cukup sembuh dengan pekerjaannya diluaran sana, apalagi sang kakek dan nenek nya yang cukup over dalam mengawasi dirinya.
Dan kini dia tiba-tiba mendapatkan sesi liburan manis bersama daddy nya, berdua.
Oh god!.
Berdua?!.
Bayangkan bagaimana perasaan Gea?!.
Dia takut tidak bisa mengontrol perasaan nya sendiri saat ini terhadap daddy nya, dia gelisah pada pesona dan bola mata laki-laki tersebut yang seolah-olah siap membunuh dirinya.
di tengah pemikirannya yang berkacamuk menjadi satu, Gea mulai membasahi tubuhnya dan mengusapkan sabun ke seluruh tubuh nya, dia bahkan membiarkan air shower terus membasahi kepala, wajah dan tubuhnya, mencoba mendinginkan kepalanya ya berpikiran tidak masuk akal saat ini.
Sampai saat Gea tiba-tiba menyadari ada kehadiran seseorang dibelakangnya.
"Akhhh.."
Dia berteriak kecil saat menyadari melihat bayangan daddy nya sudah ada di belakang nya melalui kaca kamar mandi, seketika Gea mematung dan membeku, bola matanya menatap bingung kearah depan kaca, laki-laki tersebut kini berdiri tepat dibelakang nya.
"Daddy...apa yang...?"
"D-Daddy?"
Gea seketika menegang, dia mengerutkan keningnya.
"Belum selesai dengan sesi mandi mu hmmm? Daddy menjemput mu"
Laki-laki tersebut berbisik lembut, membuat Gea meremang Sembari tangan Darrel memeluk semakin erat pinggang nya.
"Dad, kenapa daddy akhhh.."
Gea seketika memejamkan bola matanya Sembari mengeluarkan suara lainnya, dimana Darrel tanpa aba-aba menyentuh bukit kembar kanannya perlahan.
Bibir laki-laki tersebut terasa memberikan sensasi aneh seperti sebuah gigitan kecil di le.her nya.
Seketika Gea menyadari soal sesuatu dibalik rasa nikmat yang diberikan daddy nya, gadis tersebut menahan suaranya, membuang rasa indah yang diberikan daddy nya.
Satu ingatan waras menghantam dirinya.
__ADS_1
No aku dan dia adalah ayah dan anak, Ini tidak pantas.
Teriak gadis itu didalam hatinya.
secepat kilat Gea langsung berbalik dengan cepat, dia mencoba mendorong tubuh daddy nya dengan gerakan refleks, membuat Darrel mundur beberapa langkah.
"Dad...apa ada... yang salah?"
Ucapannya terhenti ketika Daddy nya tahu-tahu menatap intens dirinya, tatapan laki-laki tersebut aneh, seperti nya marah karena penolakan nya.
Sejenak Gea terpaku oleh penampakan da.da bidang daddy nya,dia baru sadar sepenuhnya Laki-laki tersebut hanya menggunakan bawahan nya sana, seketika hal tersebut membuat nya menelan salivanya.
Bisa dia lihat da.da bidang daddy nya yang dipenuhi rambut tersebut kini basah kuyup tepat dihadapannya dibawah kucuran air shower, karena menikmati da.da bidang halus milik daddy nya dia melupakan fakta bahwa ia kini sedang tidak menggunakan apa-apa di hadapan laki-laki tersebut.
"Dad...aku..."
Dia bicara dengan gugup, menatap manik mata indah daddy nya yang menatap nya dengan dalam dan tajam.
Gea masih terlalu polos, tidak paham tatapan ingin akan sentuhan dari daddy nya tersebut, dia tidak tahu laki-laki tersebut menatap nya dengan nakal di dibalikampilan wajah tanpa ekspresi dan datar nya itu.
Dan sentuhan tadi membuat dia menggila dan merasakan sesuatu yang berjalan di bawah nya diiringi pandangan nya pada tubuh daddy nya saat ini.
Gea ada apa dengan mu?!.
Pekik nya dalam hati.
Saat ini Darrel kembali mendekati Gea hingga akhirnya kini tubuh mereka tidak berjarak
sedikitpun, Gea terperangkap di ujung dinding ruangan kaca kamar mandi tersebut dan dengan refleks dia menyentuh da.da Darrel Karena terkejut dan gugup.
Rasanya dia siap jatuh saat ini juga karena jarak mereka yang sangat dekat, ah tidak sangat rapat dan pesona daddy nya yang membuat Gea tidak bisa menetralisir perasaan serta detak jantung nya sendiri saat ini.
Dia berusaha berdiri tegak dimana tangan kokoh laki-laki tersebut kini mengukung dirinya dengan intens, dia mendongakkan kepalanya mencoba menatap Darrel yang kini membiarkan dirinya berada didalam pelukan nya, Gea menelan salivanya saat dia merasakan jika sesuatu dibawah sana seolah-olah sedang menekan bagian milik nya.
"Dad?"
Dia memejamkan bola matanya sembari mengeluarkan suara manja nya.
"Sstttt nikmati rasanya sekali saja"
Bisik Darrel dibalik telinga nya Sembari laki-laki tersebut kini membiarkan bibir nya menyentuh ujung telinga kirinya secara perlahan kemudian mulai memainkan bibir nya didalam sana.
__ADS_1
"Ak..hhhh"
Satu suara manja lagi-lagi lolos dari bibir mungil Gea.